Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Maafin Kakak


__ADS_3

" Apaa Ana meninggal?."


"...."


" Iya Mah, Rissa bakal pulang sekarang."


"..."


" Iya Mah."


Klik


" Lex, kita harus pulang secepatnya." ucap Rissa yang panik mendengar kabar tentang Anna.


" Ok." balas Alex yang bangkit dari duduknya. Alex mengambil pakaiannya dan pakaian Rissa untuk mereka kenakan. Beberapa menit kemudian mereka meninggalkan hotel itu dan menuju ke rumahnya.


🍁🍁🍁


Di kediaman Pramudita beberapa orang berlalu lalang sedang sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk acara pemakaman. Dari jauh terdengar suara sirene mobil Ambulance semakin mendekat memasuki pekarangan rumah duka, mobil keluarga Prabu dan Dian juga memasuki pekarangan dan memakirkan sembarangan.


Hati mereka begitu rapuh dan terluka, Anna yang tidak mendapatkan kasih sayang yang sempurna kini telah tiada. Seandainya, waktu bisa di putar kembali Dian sebagai seorang Ayah pasti bisa menjaganya dan memanjakan secara adil. Kini tinggallah rasa penyesalan Anna takkan bangun lagi, Ia telah pergi selama-lamanya.

__ADS_1


Bram yang biasanya terlihat begitu chool sekarang terlihat begitu menyedihkan. Dalam pikirannya hanyalah Adiknya yaitu Anna. Andai saja Bram mengantar Anna, pasti tidak terjadi kecelakaan seperti ini. Bibirnya yang selalu menyambut Bram dengan senyuman kini telah tiada. Senyuman itu hilang, kini yang di pandangnya tinggal sebuah mayat yang terbujur kaku tanpa bernafas lagi.Bram yang tidak kuat melihat tubuh Adiknya yang begitu mengenaskan, Ia meninggalkan ruangan itu.


Aiden dan keluarganya hanya bisa memandang dari jauh. Abi pun hanya bisa menangis, matanya yang menheluarkan air mata hanya bisa di tutupinya dengan kaca mata hitam.


" Akhirnya penghalang itu telah pergi, selamat tinggal Anna." batin Jenie berdiri di samping Dian.


" Mah." Panggil seseorang yang baru saja datang. Rissa mendekati kedua orang tuanya.


" Rissa, Kau dari mana saja?." Tanya Jenie.


" Panjang ceritanya Mah, ini ada apa Mah?." tanya Rissa yang penasaran.


" Anna mengalami kecelakaan dan terbakar mobil yang di tumpangiinya, sehingga Anna juga ikut terbakar." ucap Jenie.


Jenie melangkah mendekati Rissa dan berbisik ke telinga Rissa.


" Kamu sekarang dekati Aiden untuk bisa mendapatkan simpati darinya, biar kamu bisa mendapatkan hati Aiden." ucap Jenie berbisik di telinga Anaknya. Rissa menoleh ke arah Aiden yang tak jauh dari mereka.


" Baik Mah." ucap Rissa meninggalkan kedua orang tuanya.


Rissa berdiri di samping Aiden, Aiden hanya menatap ke arah Anna yang terbaring tanpa mempedulikan sosok di sampingnya yang mau mencari simpati darinya.

__ADS_1


" Pak Aiden pasti sangat sedih dan rapuh, karena kehilangan Anna kan?." tanya Rissa.


Aiden tidak menjawab ucapan Risaa,dalam pikirannya hanya Anna seorang.


" Uhh dasar." batin Rissa kembali meninggalkan Aiden tanpa di tahannya.


" Kenapa sih? Anna sudah mati masih saja bikin aku emosi. Kenapa mereka cuma suka sama kamu Na?." gumam Rissa.


" Anna,kenapa kau tinggalkan kami hiks hiks hiks." tangis sahabat Anna yang baru saja tiba.


" Anna, Kami semua sayang kamu." ucap salah satu sahabat Anna.


Para tetangga dan kerabat pun telah datang, rumah mulai penuh dengan tamu-tamu yang baru saja datang.


Beberapa jam telah berlalu, acara pemakaman pun telah usai. Keluarga Pramudita dan Prabu telah kembali kekediamannya. Beda dengan seseorang yang masih setia duduk di samping kuburan Anna.


" Maafin Kakak ya? hiks hiks hiks."


...****************...


Maaf up dikit ya..mataku mau melek..maaf baru update gara2 aku lagi sibuuk banget..biasalah mak-mak punya RL butuh makan dan tenaga buat menghalu hehehe..

__ADS_1


jangan lupa like komennya ya biar semakin semangat untuk menghalu sama bambang Aiden hehehe( Bercanda)


__ADS_2