Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Maafkan Papa


__ADS_3

" Ini baru anak mama." ucap Vina sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Aiden.


" Makasih mom!." ucap Aiden ke arah Ibunya.


Kring kring kring." suara ponsel Aiden berbunyi.


" Siapa ya?." ucap Aiden sambil meraih ponselnya di atas meja." Stev??." melihat layar kontak yang sedang memanggilnya yang kemudian di terima oleh Aiden.


" Hallo, ada apa?." tanya Aiden tanpa basa basi ke arah asistennya.


" Tuan muda, perusahaan di singapura mengalami masalah yang harus di selesaikan secepatnya." ucap Stave dari seberang telfon.


" Apa yang terjadi?." tanya Aiden yang terkejut.


" Beberapa bangunan yang baru saja di bangun runtuh, para buruh yang bekerja juga mengalami luka-luka tetapi tidak menelan nyawa." ucap Stave.


" Apa kau sudah menyelediki penyebabnya?." tanya Aiden.


" Masih sementara saya selidiki Tuan, tetapi masalahnya para penanam saham ingin melakukan rapat penting untuk membicarakan kerugian mereka." balas Stave.


" Shiitth, urus semua perjalananku hari ini juga akan ke singapura." ucap Aiden setelah itu mematikan ponselnya dan menyiapkan barang-barangnya untuk di bawa.


Setelah semua di persiapkan Aiden turun sambil membawa kopornya. Di saat Aiden menuruni tangga, Vina menoleh ke arah putranya yang tersenyum ke arah mereka berdua. Akan tetapi senyum Vina memudar setelah melihat kopor yang di bawa Putranya itu.


" Ai, mau kemana kamu?." tanya Vina sambil melangkah mendekati putranya.


" Ai punya urusan yang sangat mendadak Mom." ucap Aiden ke arah ibunya.


" Urusan apa?." tanya Ibunya yang terlihat begitu mencemaskan putranya.


" Nanti Ai cerita, aku pamit dulu Mah!." pamit Aiden tanpa berpamitan ke ayahnya yang sedang menyimak pembicaraan antara istri dan putranya itu.


Aiden melangkah dengan terburu meninggalkan kediamannya, Vina menoleh ke arah suaminya yang terlihat tidak perduli terhadap putranya.

__ADS_1


" Apa papa tahu sesuatu?." tanya Vina ke arah suaminya.


Prabu hanya menggelengkan kepalanya, Ia tidak ingin berdebat dengan istrinya kalau itu tentang putranya. Sifat posesifnya terhadap istrinya membuat mereka kadang bertengkar, akan tetapi dalam hati mereka ada cinta yang begitu kuat yang tidak bisa memisahkan mereka berdua.


" Mama yakin papa tahu semua, sudahlah!." ucap Vina pergi meninggalkan suaminya.


" Tuh kan!." ucap Prabu menepuk jidatnya.


🌳🌳🌳


" A_ana!." gumam Dian ingin mencoba melangkah mendekati putrinya itu. Namun, Anna lebih dahulu melangkah mendekati mereka berdua.


Leo melihat kedua mata putrinya itu yang begitu mirip dengan mantan istrinya yaitu Clara. Wajah yang begitu cantik yang berpaduan antara Leo dan Clara, mata kecoklatan yang menurun dari ibunya yang selalu membuat orang melihatnya begitu sejuk.


" Pah! Apa benar dia adalah ayah kandungku?." tanya Anna ke arah Dian. Terlihat kedua sudut matanya keluar bulir air mata yang membuat Dian tidak kuasa menyimpan rahasia ini lagi.


Dian mengangguk membenarkan kalau Leo adalah ayah kandungnya, membuat Anna memejamkan matanya mendapatkan kenyataan kalau dia bukanlah anak kandung Dian.


" Anna." panggil Leo membuat Anna membuka matanya menoleh ke arah Leo.


" Paman adalah ayah kandungmu Anna, Mba akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi." ucap Eris ke arah Anna.


" Ayo duduk kak!." ajak Reya ke arah Anna membuatnya menurut saja.


Eris menceritakan semua kejadian yang terjadi di saat itu, setengah jam kemudian cerita Eris pun telah usai. Anna hanya terdiam sambil meneteskan air mata mendengar penderitaan ibunya selama ini. Cinta yang harus berpisah karena ulah ibu mertua, janji yang begitu manis meyakinkan Clara menerima Leo. Hingga suatu hari berpisah karena ulah ibu mertua sendiri. Seharusnya seorang suami melindungi dan menyayangi istri dan putrinya .


" Hiks..hiks..hiks.." suara tangis Anna membuat Bram mendekati Anna dan membawa tubuh Anna kepelukannya.


" Huss.. ada kakak di sini." ucap Bram mencoba menenangkan Anna sambil membelai rambutnya dengan lembut.


Tidak jauh dari mereka, kedua mata yang sedari tadi memperhatikan tingkah Bram yang begitu lembut terhadap Anna membuat hatinya teriris. Dia melihat kedua mata Bram yang hanya menatap Anna seperti ada cinta hanya untuk Anna.


" Aku merasakan kasih sayang Bram terhadap Anna bukan seperti seorang kakak terhadap adiknya,tetapi seperti sang kekasih yang sangat menyayanginya." pikir Eris.

__ADS_1


Reya menoleh ke arah Kakaknya Eris yang terlihat sedang kesal." Apa Kak Eris cemburu? Aku tahu Kak Eris sangat mencintai Kak Bram, tetapi kak Eris takut mengungkapkannya." pikir Reya.


Leo yang mendengar suara tangisan putrinya membuat hatinya sangat bersalah karena menelantarkan istri dan putrinya. Ia belum bisa membahagiakan istrinya sampai ajal menjemputnya.


" Maafkan papa Anna, maafkan papa." ucap Leo memohon, kedua mata Leo begitu sembab. Dengan hati terluka Leo bangkit dari duduknya. Membuat mereka menoleh ke arah Leo kecuali Anna tidak menoleh sedikitpun membuat Leo begitu sedih.


Ia tahu putrinya tidak akan menerima maafnya, karena dirinya lah mereka menjadi terlantar. Putri satu-satunya kehilangan seorang ibu di saat Ia begitu butuh kasih sayang seorang ibu dan ayah.


Leo melangkah pergi, Eris menoleh ke arah Anna yang masih membenamkan wajahnya di dada bidang kakaknya. Eris ingin mencoba menghentikan langkah pamannya yang akan sampai di ambang pintu.


" Tunggu!!." pekik Anna mengurai pelukannya menoleh ke arah Leo.


Leo seketika berhenti melangkah saat mendengar suara putrinya yang mencoba menghentikannya. Leo berbalik dan menoleh ke arah putrinya itu yang sedang menatapnya juga. Anna bangkit dari duduk sambil meneteskan air mata membuat mereka yang berada di sana ikut berdiri.


" Apa papa tidak merindukan putrimu ini?." tanya Anna ke arah Ayahnya. Leo yang mendengar perkataan putrinya begitu terkejut membuat air matanya menetes dan segera memeluk putrinya itu. Anna menyambut pelukan ayah kandungnya begitu erat, rasa haru menyelimuti ruangan itu.


" Clara, maafkan keegoisanku." gumam Dian yang tidak dapat di dengar orang lain kecuali dirinya sendiri.


" Maafkan papa sayang, maafkan papa." ucap Leo di sela-sela tangisannya sambil mencium wajah putrinya bertubi-tubi.


" Anna sudah memaafkan Papa." ucap Anna.


" Makasih sayang, papa janji, papa akan menggantikan beberapa tahun yang lalu kalian alami tanpa papa." ucap Leo sambil mengurai pelukannya menatap kedua mata Anna yang membuatnya merindukan sosok mantan istrinya itu.


" Aku sayang sama papa." ucap Anna ke arah Leo yang kembali memeluk Leo membuat hati Dian sedih. Dian melangkah pergi ingin meninggalkan mereka, namun di saat Dian melewati Anna dan Leo pergelangan tangannya di cekat oleh seseorang membuatnya menoleh ke arah tangan itu. Ternyata yang mencekatnya adalah Anna, Dian menoleh ke arah Anna yang juga sedang menatapnya.


" Papa mau kemana?." tanya Anna membuat Leo mengurai pelukannya dan berbalik menatap wajah Dian.


" Papa mau mencari udara segar di luar." ucap Dian mencoba melepaskan genggaman tangan Anna.


" Apa papa tidak bahagia melihat Anna bertemu dengan papa kandung Anna sendiri?." tanya Anna ke arah Dian membuatnya sontak menggelengkan kepalanya.


" Papa senang." jawab Dian sesaat walaupun hatinya tidak begitu rela.

__ADS_1


" Kalau begitu peluk Anna kalau papa bahagia." ucap Anna membuat Dian sontak memeluk Anna begitu erat. Dian memejamkan matanya menahan air matanya yang ingin keluar.


__ADS_2