Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
18


__ADS_3

Jenie terus mengetuk pintu kamar Rissa dan memanggilnya. Namun, Rissa yang sedang menangis tidak menghiraukan panggilan Jenie di luar kamarnya.


" Rissa buka pintunya sayang?" ucap Jenie yang khawatir tentang Rissa yang tak menjawab panggilannya.


" Biii" teriak Jenie.


" Ya Nyonya".


" Ambilkan kunci cadangan kamar ini, cepatan Bi".


" Ya Nyonya".


Bibi segera keruangannya mengambil kunci cadangan kamar Rissa. Tanpa menunggu lama akhirnya kamar itu pun terbuka. Jenie memasuki kamar yang begitu gelap dan suara seseorang yang sedang sesegukan. Jenie mencari saklar lampu untuk menghidupkan lampu di kamar Rissa.


Klik


" Astagfirullah" ucap Jenie dan Bibi yang kaget dengan ruangan yang begitu berantakan. Jenie mencari keberadaan anaknya. Hingga matanya terkejut dengan tampilan Rissa yang berantakan sedang duduk di sudut kamar sambil memeluk kedua kakinya.


Jenie melihat ada foto seseorang yang sudah di robek-robek Rissa. Jenie tahu siapa yang berada di foto itu. Jenie melangkah ke arah Rissa dengan pelan-pelan seakan tahu apa yang di rasakan anaknya saat ini.


" Bi, tolong bersihkan kamar ini" ucap Jenie.

__ADS_1


" Ya Nyonya."


" Sayang, ini mama nak" ucap Jenie. Rissa yang mendengar suara lembut sang mama langsung mendongakkan wajahnya dan langsung berhamburan dipelukan Ibunya.


" Hiks hiks Ma".tangisan Rissa yang pecah di pelukan Ibunya.


" Usshhtt tenang sayang, cerita sama mama ada apa?" ucap Jenie sambil menepuk bahu anaknya agar tenang.


" Ana ma".


" Ana kenapa?" tanya Jenie.


" Apaa? nggak mungkin sayang. Anak cacat seperti dia tidak ada yang berani mendekatinya" ucap Jenie sambil melihat wajah anaknya.


" Siapa bilang nggak ada yang mendekatinya ma? Rissa lihat dengan mata kepala sendiri, Ana sama Aiden makan bersama. Aiden nggak jijik sama Ana malah, mereka begitu akrab" ucap Rissa.


" Sialan anak itu, semenjak kedatangannya keluargaku menjadi berantakan." ucap Jenie dengan amarahnya.


" Mama tahu kan? buah jatuh tak jauh dari pohonnya" ucap Rissa.


" Sekarang kamu tenang mama akan urus Ana, dan kamu terus dekati Aiden sampai dia menikah denganmu." ucap Jenie.

__ADS_1


" Iya Ma, terimakasih Ma" ucap Rissa yang kembali memeluk ibunya dengan erat.


" Sama-sama sayang" ucap Jenie sambil mencium kening anaknya.


Flashback


Rissa yang melihat Aiden keluar dari dalam perusahaan dengan buru-buru membuatnya ingin mengukuti arah tujuan Aiden. Rissa terus mengikuti gerak-gerik Aiden sampai Dia begitu terkejut ternyata Aiden menemui Ana dan mengajaknya makan bersama. Rissa begitu cemburu melihat kedekatan mereka. Sampai Rissa tidak bisa menahan rasa sakit di hatinya. Hingga, Ia meninggalkan tempat itu di mana ada Aiden dan Ana sedang makan.


Rissa sudah lama menyukai Aiden. Namun, selalu di jauhi Aiden. Semakin Rissa mendekati, Aiden selalu menghindarinya. Rissa yang begitu marah tanpa rasa takut Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan melebihi dari biasanya. Untung saja, siang hari tidak banyak kenderaan yang berlalu lalang di jalan itu. Hingga, Rissa cepat sampai di rumahnya. Rissa memasuki rumahnya dengan berlari sambil menangis. Melewati Ibunya yang berdiri memandangnya yang tampak bingung melihat expresi wajah Rissa. Jenie pun menyusul anaknya ke atas, ingin tahu apa yang terjadi pada Rissa hingga ia pulang seperti ini.


🍁🍁🍁


Kini malam telah tiba, Ana sudah kembali dari tempat kerjanya. Kini melangkah menuju pekarangan bagian belakang karena itu tempatnya berada.


" Anaaa" teriak Jenie yang membuat Ana kaget. Ana yang sudah begitu capek tidak tahu bahwa di samping ruangan itu ada Jenie yang sedang menunggunya.


" Nyo_ Nyonya, aa_ada apa?" ucap Ana yang gugup.


" Dasar anak tidak tau berterima kasih" ucap Jenie dengan amarahnya sambil mengayunkan telapak tangannya ke arah Ana.


Plaakkh

__ADS_1


__ADS_2