Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
70


__ADS_3

" Den, kenapa kau menyembunyikan Anna dariku sebagai Kakaknya?." tanya Bram yang begitu marah sambil menarik baju kerah Aiden.


" Aku bukan bermaksud menyembunyikan ini darimu, kondisi Anna belum terlalu baik." ucap Aiden.


" Setidaknya kau kasih tau sama aku Aiden, Anna adalah adikku." ucap Bram.


" Bram, ini rumah sakit. Benar yang di katakan Aiden, ini demi kesehatan Anna, kondisi Anna tidak baik Bram." ucap Ayahnya ke arah putranya yang masih tersulut emosi.


Ceklek


Terdengar pintu ruang UGD terbuka, terlihat dokter yang menangani Anna dan dokter Eris keluar bersamaan. Mereka mendekati dokter itu yang sudah terlihat begitu mencemaskan keadaan Anna.


" Bagaimana keadaan Anna, Dok?." tanya Aiden.


" Dia baik-baik saja, tunggu setelah sadar nanti, semoga saja takkan terjadi yang tidak kita inginkan." ucap Dokter itu.


" Alhamdulillah." ucap mereka serempak


" Aamiin, apa kami bisa menemuinya?." tanya Aiden.


"Bisa, tapi nanti Anna sudah di pindahkan ke ruangan lain." balas Dokter Eris.


" Iya Dok,terimakasih Dok." ucap Aiden.


" Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu. Dokter Eris, saya masih ada urusan nanti kalau ada apa-apa hubungi saya." ucap Dokter Irwan.


" Ya Dok, terimakasih." ucap Eris, setelah itu Dokter Irwan beranjak meninggalkan mereka.


" Eris, Dokter Eris?." panggil Bram.


" Bram? Kau di sini? Apa Ibumu sakit lagi?." tanya Eris yang terkejut dengan kehadirannya.


" Tidak, adikku yang kau periksa itu." ucap Bram membuat Eris terkejut.


" Apaa?."


" Nak Eris." sapa Dian.


" Om?." membuat Eris semakin terkejut." Ja_jadi selama ini_." ucapan Eris terhenti karena terkejut yang selama ini di anggap sebagai adiknya adalah Anna adik Bram.


" Eris, Reya." panggil seseorang yang berlari mendekati mereka.


" Paman." ucap Eris dan Reya menoleh ke asal suara itu.


" Paman, apa kabar?." tanya Reya sambil mendekati pamannya yang sudah di hadapannya sambil ngos-ngosan.


" Baik sayang." balas pamannya sambil memeluk Reya.


" Paman, kenapa ada di sini?." Tanya Eris.


" Mana gadis itu?." tanya pamannya sambil melepaskan pelukan Reya.


" Gadis? Maksud paman Gladis?." tanya Eris.

__ADS_1


Mereka yang berada di antara Eris dan pamannya hanya terdiam melihat mereka berdua, ada seseorang yang begitu terkejut melihat sosok yang begitu di kenalnya.


" Iya Eris." balas Pamannya.


" Ada di dalam paman." ucap Eris.


" Paman ingin menemuinya." ucap Pamannya yang akan melangkah menuju ke ruangan itu.Namun, di hadang oleh Eris membuat pamannya mengerit keningnya.


" Paman, tunggu nanti Anna sudah di pindahkan." ucap Eris.


" Tapi_."


" Leo!." sapa seseorang yang dari tadi menyimak perdebatan mereka.


Paman yang mendengar seseorang memanggil namanya membuat Ia berbalik ke arah itu, betapa terkejutnya Ia melihat pria itu. Tanpa menunda Ia mendekati pria itu dan memberikan bogeman ke arah sudut bibirnya.


Buugghh


" Paman." panggil mereka melihat pamannya meninju Ayahnya Bram.


" Papa." panggil Bram mendekati Ayahnya yang hampir terjatuh karena bogeman mendadak dari pria yang di sapanya itu." Apa yang anda lakukan terhadap Papa saya?." tanya Bram yang mulai tersulut emosi melihat bercak darah di sudut bibir Ayahnya.


" Di mana Istriku?." tanya Leo yang tidak menjawab perkataan Bram.


" Istri?." gumam mereka yang terkejut atas pertanyaan Leo ke arah Dian.


" Maafkan aku Leo, aku tidak bisa menjaganya dengan baik." ucap Dian.


" Paman, ini sebenarnya ada apa? Reya tidak mengerti." ucap Reya.


" Pah! Apa yang sebenarnya terjadi?." tanya Bram ke arah Ayahnya.


" Leo, Istrimu sudah meninggal." ucap Dian.


" Apaa?." ucap Leo yang begitu terkejut mendengar Istrinya sudah meninggal.


" Bram, dia adalah Leo ayah dari Anna adikmu." ucap Dian ke arah putranya yang masih berdiri di sampingnya.


" Apa maksud Papa?." tanya Bram ke arah Ayahnya.


" Clara adalah istri pria ini, Clara juga adalah Ibu Anna, dan pria ini adalah Ayah kandung Anna." ucap Dian membuat Bram begitu terkejut.


" Ja_jadi selama ini?." ucap Eris yang begitu terkejut.


" Clara sudah lama meninggal Leo, dari Liora masih kecil." ucap Dian membuat Leo begitu terkejut.


" Apaa? Tidak mungkin!." ucap Leo.


" Kini tinggallah Liora, Liora adalah Anna." ucap Dian.


" Apaa?." begitu terkejutnya mereka.


Kenyataan demi kenyataan semua terbongkar, Eris yang mencari istri pamannya yang ternyata sudah meninggal dan juga keponakan mereka ternyata selama ini berada di dekatnya.

__ADS_1


Cekleekh


Terdengar pintu ruangan UGD terbuka, terlihat Anna sedang terbaring di brankar yang di dorong oleh beberapa suster. Mereka menoleh melihat Anna yang masih belum tersadar, Eris yang baru mengetahui Anna adalah keponakannya, Ia mulai melangkah menyusul Anna. Namun, kakinya merasa lemas untuk melangkah, Ia merasa begitu bersalah karena ulah Adiknya itu menyebabkan Anna kehilangan ingatan.


Reya yang melihat Kakaknya juga begitu merasa bersalah, Reya mendekati Kakaknya yang terlihat begitu lemas.Kakak terlihat begitu sedih, apa karena keadaan Kak Anna yang aku sebabkan? Nggak, aku nggak ingin Kakak marah sama aku." pikir Reya beranjak mendekati Kakaknya.


Yang lainnya menyusul Anna meninggalkan Reya dan Eris yang masih berada di depan ruangan UGD itu.


" Kak!." panggil Reya yang sudah di samping Kakaknya.


Eris menoleh ke arah Adiknya, Eris memeluk Adiknya itu membuat Reya menangis di pelukannya.


" Aku yang salah Kak! Aku bakal menyerahkan diriku ke polisi, gara-gara aku kak Anna jadi seperti ini." ucap Reya di sela-sela pelukan Eris.


" Ini bukan salahmu De'! Kakak yang akan menggantikanmu. Kakak yang bakal ngomong sama paman, kalau Kakak lah yang menabrak Anna." ucap Eris ke arah Adiknya.


" Nggak Kak! Kakak sudah cukup selalu melindungiku, aku yang berbuat jadi harus bertanggung jawab." ucap Reya.


" Nggak De'! Umurmu masih panjang, cita-citamu belum kau dapatkan. Kalau kau di penjara, kau bakal di cap seorang napi karena kejahatan. Kakak nggak mau, kakak rela kehilangan gelar kedokteran tapi kakak nggak mau kehilangan adik kakak." ucap Eris semakin mempererat pelukannya.


🌳🌳🌳


" Pah! Anna masuk rumah sakit lagi." ucap Vina yang mendekati Suaminya yang sedang duduk di kursi kerjanya.


Prabu berbalik menatap Istrinya yang sedanh melangkah ke arahnya." Apaa? Lalu bagaimana keadaannya?." tanya Prabu.


" Nggak apa-apa kata Abi, cuma ada sesuatu Pah!." ucap Vina.


" Sesuatu apa Mah?." tanya Prabu menghentikan pekerjaannya.


" Mama belum terlalu tau, lebih baik kita ke rumah sakit menjenguk Anna." ucap Vina.


" Ya sudah, Mama siap-siap saja." ucap Prabu.


" Okeh Pa!." ucap Vina meninggalkan suaminya di ruang kerjanya.


🌳🌳🌳


" Bagaimana keadaannya?." tanya Aiden bertanya ke salah satu suster yang menangani Anna.


" Alhamdulillah pasien baik-baik saja, tunggu nanti pasien sadar anda bisa menjenguknya, biarkan Ia istirahat dulu." ucap Suster itu.


" Baik Sus, terimakasih." ucap Aiden.


" Sama-sama." ucap Suster itu.


🌳🌳🌳


" Aku nggak mau kakak kehilangan gelar yang sudah capek-capek kakak raih." ucap Reya.


" Ada apa Eris, Reya?." tanya suara seseorang yang sedari tadi menyimak obrolan mereka.


" Paman??." Alangkah terkejutnya mereka melihat keberadaan pamannya.

__ADS_1


__ADS_2