
" Maaa..
Jenie terkejut sama suara seseorang yang memanggilnya." Papa bikin kaget aja sih!". ucap Jenie yang melihat suaminya berjalan mendekatinya.
" Maaf Ma! Mama kenapa belum tidur? Ini sudah larut malam Ma!".Tanya Dian kearah istrinya yang masih terlihat cemas di wajahnya.
" Mama, nunggu Rissa Pah. Sudah larut malam belum balik-balik juga." ucap Jenie yang tampak cemas.
" Rissa, nggak keluar sendiri Mah. Ada Alex bersamanya, mungkin ada acara dadakan juga. Coba Mama telfon Rissa atau Alex!". ucap Dian.
" Mama sudah dari tadi menghubungi mereka, tapi tetap saja nggak di angkat sama mereka berdua." ucap Jenie.
" Mungkin Rissa lagi sibuk Ma, sudahlah, nggak usah di tunggu. Paling mereka dalam perjalanan ke sini Ma!." ucap Dian.
" Tapi Pah..."
" Nggak ada tapi-tapian, ayo tidur." ucap Dian menarik lengan Istrinya menuju kekamar mereka.
🍀🍀🍀
Di tempat lain tapi masih seatap seseorang yang duduk tanpa henti tersenyum melihat benda mungil melingkar di jari manisnya.
" Kamu suka?." tanya seseorang yang terlihat wajahnya di layar handpone sang pujaan hati.
" Hhmm suka banget Kak! pasti cincin ini mahal banget ya Kak?." tanya wanita itu menoleh kearah Pria yang masih setia memandangi wajah cantiknya walaupun hanya separuh terlihat. Siapa lagi kalau bukan Ana dan Aiden yang masih saja mengobrol walaupun sudah larut malam. Aiden sangat merindukan sang pujaan hatinya, padahal baru saja berpisah dari acara pertunangan mereka berdua. Namanya aja kasmaran lah, nggak bisa lihat waktu.
" Iya mahal, tapi nggak semahal dirimu sayang." ucap Aiden yang masih setia memandangi wajah cantik calon Istrinya yang masih saja mengembang senyumnya.
" Kakak gombal." ucap Anna mendengar kata-kata Aiden membuat pipinya merona.
" Fakta sayang, Kakak nggak pandai menggombal." ucapnya.
" Bohong, Kakak nggak malu menikah sama Anna yang terlihat buruk rupa?." tanya Ana, tangan Anna menyentuh topeng yang menempel di pipinya.
" Kakak nggak bohong sayang, Anna nggak buruk rupa. Anna sangat cantik seperti bidadari." ucap Aiden. Anna sungguh terlihat semakin merona setelah mendengar ucapan Aiden kepadanya.
" Udah ah, Kakak makin ngaco aja. Anna mau tidur, besok pagi Anna ke kampus." ucap Anna.
" Hehehe, ya sudah tidur yang nyenyak sayang. Kakak besok pagi bakal mampir jemput kamu ya?." tanya Aiden.
" Iya Kak, Kakak juga tidur yang nyenyak. Anna nggak usah di jemput, ada Kak Abra yang antar Anna." ucap Anna.
" Tapi Aku maunya Anna berangkat bersama Kakak." ucap Aiden yang tak mau mengalah.
" Kak, arah kantor dan arah kampus Anna beda lo Kak! Anna nggak mau, Kakak terlambat ke kantor hanya gara-gara antar Anna dulu." ucap Anna.
" Tapi..
" Tapi apa? Kan bisa telfonan lagi besok. ucap Ana yang terlihat mulai kesal terhadap Aiden.
" Oke, oke lah sayang, jangan ngambek ya! Tapi janji ya? telfon Kakak besok." ucap Aiden.
" Siaaaaapp." ucap Anna sambil memberi hormat kearah Aiden.
__ADS_1
" Hahaha, kamu lucu sayang." ucap Aiden yang tertawa melihat tingkah lucu calon Istrinya itu.
" Hehehe, ya sudah Anna matiin ya Kak?." ucap Anna yang sudah sangat mengantuk.
" Ok sayang, good night my future wife." ucap Aiden yang masih tak ingin berpisah dengan Anna." And good night too dear." lanjutnya.
" Good night too my future husband and have a sweet dream." balas Anna membalas tatapan Aiden. Pelan-pelan jari telunjuk Anna mendekati layar handpone dan menyentuh tanda merah. Hingga membuat layar handponenya kembali terlihat walpaper. Anna sengaja mematikannya karena Aiden tidak mau menghentikan obrolannya.
" Uffhh..maaf ya Kak. Anna sengaja mematikannya." ucap Anna yang memandangi layar benda pipih yang di genggamnya.
Anna beranjak menuju ke arah ranjang kecilnya dan merebahkan tubuhnya.Setelah beberapa menit akhirnya Anna memenjamkan matanya dan menjemput alam mimpi.
" Aakh..kok di matiin? padahal masih kangen. Ya sudah Aku mau tidur dan bertemu Anna di alam mimpi." ucap Aiden dan beranjak berdiri menuju ranjangnya. Akhirnya, Aiden pun terlelap dalam tidurnya.
🍀🍀🍀
Di tempat lain seseorang masih saja belum memenjamkan matanya. Karena pikiran dan hatinya masih begitu sakit dan tak percaya.
" Aaakhhh... kenapa? kenapa? kenapa? Anna, Aku nggak bisa melupakanmu!." ucapnya sambil memandangi figur besar yang di pajang dinding kamarnya.
" I Love You Ana." ucapnya memandangi figur yang terlihat wajah Anna yang tersenyum menawan ke arah seseorang yang di lihatnya.
" Anna." ucapnya kemudian dirinya menempelkan tubuhnya ke arah figur itu.
Tok
tok
tok
" Abiii." panggil seseorang dari arah luar kamarnya.
" Ya Ma." balasnya yaitu Abian. Abi melangkah kearah pintu kamarnya. Tangannya meraih handle pintu dan di bukanya hingga menampilkan seorang wanita cantik yang terlihat masih muda walaupun umurnya sudah tidak muda lagi.
Ceklek.
" Mama, ada apa?." tanya Abi.
" Kenapa belum tidur sayang?." tanya Vina yang tidak menjawab pertanyaan Anaknya.
" Abi masih menyelesaikan pekerjaan Abi yang tidak sempat di selesaikan kemarin Mah." ucap Abi bohong.
" Sayang, kan masih ada hari esok! Mama nggak mau nanti kamu sakit. Ayo, Mama temenin ya!." ucap Vina menarik lengan Abi menuju ke ranjangnya. Abi pun menuruti kemauan Ibunya yang begitu dia sayang.
Abi merebahkan badannya dan memenjamkan matanya perlahan." Kalau nanti Abi tidur, Mama cepat balik ya? Kalau nggak bayi besar kesayangan Mama bakal menghancurkan isi kamar Abi." ucap Abi.
Vina mendudukan pantatnya di tepi ranjang Abi sambil melihat-lihat kamar Anaknya yang terlihat begitu rapih.
" Iya sayang. Bayi besar itu Ayah kamu sayang." ucap Vina sambil membelai rambut kepala Abi.
" Emang Ayahku Mah, tapi kenapa cemburu sama Anaknya dekat sama Mama?." ucap Abi.
" Hehehe, udah ya! sekarang kamu tidur ya?." ucap Vina tak menghiraukan pertanyaan Abi.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Abi pun terdengar dengkuran halus yang menandakan Abi sudah tertidur pulas.
" Semoga mimpi indah sayang." ucap Vina sambil mencium kening Abi. Vina beranjak berdiri dan melihat figur besar yang menampilkan seorang Abi yang tersenyum.
Vina mendekati figur itu dan menyentuhnya. " Semoga ada jodoh yang terbaik buatmu sayang, Mama tau isi hatimu." ucap Vina yang nampak terlihat di sudut kelopak matanya keluar sebutir air. Dengan cepat Vina mengusap sudut matanya, Ia tak ingin membuat suaminya curiga bahwa Ia terlihat sedih. Vina pun keluar dari dalam kamar Abi, dan melangkah menuju ke arah kamarnya yang terlihat tidak jauh dari kamar Abi.
Ceklek
" Papa belum tidur?." melihat suaminya yang masih terlihat sibuk dengan laptopnya.
" Lagi nunggu Mama." ucap Prabu melirik ke arah Istrinya yang melangkah ke arah Bathroom.
" Mereka sudah tidur?." tanya Prabu yang sambil mematikan laptopnya dan menaruh ke atas nakas yang berada di dekatnya.
" Sudah Pah." balas Vina mendekati Suaminya yang duduk di atas ranjang.
" Ada apa Mah?." tanya Prabu melihat wajah Istrinya yang nampak menyembunyikan sesuatu.
" Nggak ada apa-apa Pah, ayo tidur!." ucap Vina membaringkan tubuhnya di sebelah Suaminya.
" Ma."
" Ya Pa."
" Olahraga yuk!."
" Ais sih Papa tenaganya masih kuat, setiap malam selalu saja bikin adonan tiap hari." ucap Vina.
" Tapi Mama suka kan Papa bikin adonan bersama Mama?." ucapnya menggoda Istrinya.Sehingga pipi Vina nampak merona.
" Suka lah Pa, apalagi punya Papa bikin Mama nggak kuat." ucap Vina yang mulai menggoda suaminya. Hingga membuat Prabu makin bergairah nafsunya. Dengan cepat Prabu ******* bibir Vina yang membuatnya menggoda setiap hari.
" Ah..Pah pelan-pelan." ucap Vina.
" Hahaha.."Akhirnya malam yang panjang pu terjadi.
🍀🍀🍀
Mentari di pagi hari terlihat cahayanya menyinari dengan amat cerah. Seseorang yang berdiri di belakang rumah sambil mengobrol dengan benda pipihnya yang terlihat di genggam di dekat telinganya.
" Kerjakan dengan hati-hati dan jangan meninggalkan jejak." ucapnya
...****************...
Assalamu alaikum..
Hayo siapa nih?
Ada rencana apa lagi?
Jangan lupa ya komen dan likenya biar semangat updatenya..
__ADS_1
Aku nih minta bunga cantik( malak sih Author)
hahaha biar makin semangat..