Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Siapa Gadis Itu?


__ADS_3

" Brruukkhh"


" Aduh " ngadu kesakitan Aiden setelah menabrak tiang. Aiden yang hanya serius tertawa tanpa di sadari ia menabrak tiang beton.


" Kapan tiang berdiri di sini?" tanya Aiden. Maid yang melihat kekonyolan Aiden hanya tertawa kecil. Aiden menoleh ke arah maid yang tertawa itu.


" Apa ada yang lucu?" tanya Aiden ke arah maid, maid itu kembali bersikap biasa dan menunduk.


" Heii! pindahin ini tiang, jangan di sini. Nanti aku nabrak lagi, jidat aku ntar habis gara-gara ni tiang" ucap Aiden yang kesal sambil mengusap jidatnya yang kemerahan.


" Maaf tuan, kalau tiang itu di pindahin bisa roboh rumah ini tuan" ucap maid itu. Aiden tanpa berpikir gimana caranya mindahin tiang ini tanpa membuat masalah.


" Terserah kamu deh " ucap Aiden meninggalkan maid yang nampak bingung.


" Kenapa dengan tuan muda ya?" gumamnya, Karena baru kali ini Aiden bersifat seperti itu.


********


Ana berlari dari arah makam dan menghentikan angkot yang berjalan itu.


" Kemana neng?" tanya supir angkot.


" Ke restoran Z bang" ucap Ana.


Setelah beberapa jam di angkot akhirnya Ana tiba di restoran itu.


" Ana " panggil seseorang yaitu teman- teman Ana.


" Haii, maaf aku baru datang tapi, aku sudah hubungi paman kalau aku datang telat" ucap Ana menjelaskan.


" Enggak kok Ana, kami hanya khawatir sama kamu saja. Kami takut kalau kau kenapa-kenapa " ucap salah satu temannya yang bernama Citra.


" Makasih teman-teman kalian semua sahabatku yang paling aku sayang" ucap Ana yang terharu dan mendekati teman-temannya, mereka pun berpelukan.


" Ekheem" batuk seseorang dari arah belakang mereka.


Mereka pun saling melepaskan dekapan mereka dan menoleh ke suara itu. Mata mereka melotot ke arah pria yang begitu tampan dan tersenyum manis ke arah mereka.


" Apa dramanya sudah selesai?" tanya pria yang berdiri tak jauh dari mereka. Mereka pun kompak mengangguk tanda sudah selesai.


" Apa restorannya sudah buka?" tanyanya kembali. Mereka pun kembali mengangguk seperti anak-anak penurut.


" Kalau begitu saya boleh duduk?" tanya pria itu lagi. Akhirnya mereka pun tersadar dan mempersilahkan pria itu duduk.


" Mau pesan apa?" tanya Laila yang begitu antusias melayani pria tampan itu.


Ana dan kedua temannya kembali keperjaan masing-masing sebelum tamu yang lainnya datang.


" Saya mau lalapan sama es teh manis saja" ucap pria itu.


" Baik, mohon menunggu tuan, " ucap Laila kembali ketempatnya dan menyerahkan cacatan pesanan.


Ana yang sedang sibuk membersihkan meja dan kursi tanpa ia sadari sepasang mata menatapnya.

__ADS_1


" Kenapa wanita itu memakai topeng? tapi dia terlihat cantik dan tekun dalam pekerjaannya." gumamnya yang masih menatap Ana dari kejauhan.


" Tuan ini pesanan anda" ucap pelayan membawakan pesanan pria itu yaitu Abian.


Setelah pelayan itu menghidangkan pesanan Abian, ia pun hendak melangkah pergi namun Abian menghentikannya.


" Tunggu " ucap Abian.


" Ya tuan, apa ada yang kurang dalam hidangan kami?" tanya pelayan itu.


" Tidak, aku hanya ingin bertanya saja. Siapa gadis itu?" tanya Abian kemudian menoleh ke arah Ana yang masih sibuk bekerja.


" Oh maksud tuan, Ana?" tanya pelayan itu yang bernama citra, Abian pun mengangguk.


" Saya kenal Ana sudah lama dan dia juga sahabat kami" ucap Citra.


" Boleh aku minta nomor handponenya?" tanya Abian yang semakin penasaran dengan sesosok Ana.


" Maaf tuan, saya nggak ingat nomor handponenya dan saat ini kami sedang bekerja di larang menyentuh handpone" ucap Citra.


" Yasudah, terima kasih atas infonya" ucap Abian.


" Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Citra pamit. Abian pun menganggukkan kepalanya ke arah pelayan itu.


Setelah kepergian Citra, Abian kembali mencari sesosok Ana yang bekerja. Namun, Ana sudah pergi semenjak Abian meminta nomor handpone ke pelayan yang bernama citra. Abian pun melanjutkan makan siangnya.


" Ana" panggil temannya menghampiri Ana.


" Ada seseorang yang meminta nomor handponemu," ucap Citra.


" Pria tampan tadi yang mengganggu momen kita, aku lupa bertanya namanya." ucap Citra.


" Sudahlah, yuk lanjut pekerjaan." ucap Ana melanjutkan pekerjaannya.


" Na! dia sempat memandangmu dengan tatapan penuh cinta" ucap Citra sambil berekspresi.


" Hahaha sudah akh, nanti yang lain bisa menegur kita seperti tak ada kerjaan saja." ucap Ana sambil tertawa kecil melihat ekspresi sahabatnya. Mereka pun melanjutkan pekerjaan dan melayani tamu-tamu yang datang untuk mengisi perut mereka.


*********


" Haloo mom" ucap seseorang yang memasuki ruangan keluarga. Yang terdapat ayah, ibu dan kakaknya.


" Sayang, kamu sudah pulang?" tanya ibunya sambil membalas pelukan anaknya.


" Iya mom, aku sangat merindukan pelukanmu" ucap anaknya yang bernama Abian.


Prabu yang melihat Abian yang begitu manja kepada istrinya begitu kesal karena cemburu. Aiden hanya tersenyum melihat ekspresi wajah ayahnya yang terlihat kesal.


" Abi, jangan terlalu lama memeluk mom nanti ada singa yang datang menerkammu" ucap Aiden dengan tersenyum mengejek.


Abian dan Vina melirik ke arah Prabu yang masih terlihat kesal. Vina mendekati suaminya yang duduk tak jauh darinya, Vina meraih lengan suaminya agar meredakan rasa cemburunya.


" Mereka anak kita pa, bukan orang lain" ucap istrinya yang mengusap lembut rahang suaminya.

__ADS_1


Kedua anaknya yang melihat hanya memutar bola mata mereka melihat momen gratis di depan mereka. Ayahnya pun tersenyum mengejek ke arah kedua putranya.


" Oh iya, bagaimana acara kita nanti? " tanya Vina yang baru mengingat acara yang di susun oleh mereka beberapa hari lalu.


" Tenang saja mom, ada aku sama kakak yang mengurusnya. Dan aku sudah mendapatkan apa yang mama inginkan" ucap Abi.


" Benarkah? Aiden bagaimana denganmu?" tanya ibunya ke arah Aiden.


" Doakan mom, aku bisa bertemu dengannya lagi" ucap Aiden mengingat yang terjadi tadi pagi.


" Mama senang akhirnya kedua putra mama bisa mendapatkan istri, ya kan pa?" ucap Vina senang menoleh ke arah suaminya.


" Kalau papa lebih cepat lebih baik, papa nggak ingin berbagi dengan mereka" ucap suaminya yang mengusap pipi istrinya.


" Cih, anak sendiri di tantangin. Papa akan lihat nanti kalau aku bisa mendapatkan istri lebih baik dari mom" ucap Aiden.


" Sayang , kamu mau bandingin mama sama gadis pujaanmu?" tanya Vina ke arah Aiden.


" Nggak kok mam, mama tetap nomor 1 di hatiku. Aku hanya nggak ingin seperti papa yang egois" ucap Aiden. Abi hanya bisa menyimak adegan yang selalu ribut di antara mereka.


" Son_" ucap Prabu, namun terpotong di saat istrinya langsung memeluknya.


" Papa sudah hentikan ya?" ucap Vina yang masih memeluk.


" Pa, ma, Abi mau istirahat dulu." ucap Abi yang merasa mengantuk.


" Ya sudah sayang, kamu istirahat ya!" ucap Vina dengan lembut ke arah Abi.


Abi pun melangkah ke lantai atas menaiki anak tangga. Aiden yang masih duduk langsung beranjak ingin menyusul Abi.


" Ma, pa, Aiden juga mau ke atas mau rebahan dulu" ucap Aiden yang berdiri ke arah mereka berdua.


" Yasudah sayang, kamu istirahat dulu, nanti makan siang kita berkumpul kembali." ucap Vena.


Aiden pun melangkah pergi menaiki anak tangga ke lantai atas. Vina dan Prabu yang masih memandang kepergian Aiden kembali melirik istrinya.


" Mama yakin mereka bisa mendapatkan wanita mama inginkan?" tanya Prabu ke arah istrinya.


" Iya papa, mama yakin mereka bisa mendapatkan gadis yang bisa mengubah kehidupan mereka" ucap Vina.


" Papa nggak mau menimang cucu?" tanya istrinya ke arah suaminya.


" Maulah ma, malah aku ingin mereka cepat menikah agar tak ada lagi yang mengganggu keromantisan kita" ucap suaminya yang mendekati wajah istrinya.


" Pa ini ruang tamu jangan berbuat yang bikin orang lain melihatnya" ucap Vina yang ingin menjauhi suaminya. Namun, ketika Vina ingin bicara kembali ia kaget dengan ulah suaminya yang sudah menggedongnya.


" Kita akan lanjutkan di kamar saja" ucap Prabu yang melangkah ke kamar utama sambil menggendong istrinya.


"Astaga tuan dan nyonya seperti masih muda saja, seperti pengantin baru" gumam salah satu maid.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf semua aku baru up sedikit, masih banyak kerjaan nyata.. karyaku mungkin tak semenarik orang hebat tapi aku mencoba yang terbaik.

__ADS_1


Haii semua jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya!!


Terima kasih😊😊


__ADS_2