
"Eheem" batuk Zanna.
Aiden yang sedang sibuk dengan ponselnya tak menghiraukan deheman seseorang yang sedang berdiri memperhatikannya. Deheman pun kembali terdengar sehingga Aiden menghentikan aktifitasnya bersama ponsel kesayangan. Ia melihat ketiga wanita yang sedang berdiri sedang menatapnya dengan tajam. Dengan cepat Aiden merubah wajah datarnya dan menatap balik ke arah mereka yang tak kalah tajamnya. Mereka pun tertunduk melihat tatapan Aiden yang begitu menakutkan.
" Ayo ngomong" bisik Zanna kearah kedua sahabatnya.
" Ekhem maaf, anda siapa Ana?" tanya Laila.
" Saya teman Anna" ucap Aiden yang singkat.
" Oh" ucap mereka bersamaan.
" Kami bertiga sahabat Ana"ucap Citra yang sedang mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Namun Aiden hanya mengabaikan uluran tangan Ketiga sahabatnya. Ketiganya pun menarik kembali tangan mereka dengan rasa kecewa.
" Uh dasar cowok kulkas"bisik Laila kearah kedua sahabatnya.
Anna yang sedang susah payah membawa mampan yang terisi makanan akhirnya sampai di meja tempat di mana ada Aiden yang sedang menunggu. Aiden yang melihatnya pun dengan cepat membantu Anna. Sahabat Anna pun terkejut melihat sikap Aiden yang tiba-tiba berubah terhadap Anna. Melihat momen itu pun mereka meninggalkan Ana dan Aiden tanpa mengucapkan apapun.
" Terimakasih kak" ucap Anna.
" Sama-sama"balas Aiden.
" Kal_ loh mana mereka?" tanya Anna yang mencari keberadaan sahabatnya yang sudah menghilang.
__ADS_1
" Mereka sudah balik, yuk makan kakak sudah lapar"ucap Aiden.
"Oh ya sudah kalau gitu" ucap Anna sambil mendudukan dirinya di kursi.
Mereka berdua melahap makanan sambil saling bercanda tanpa ada lagi rasa canggung. Aiden yang terlihat di luar datar tanpa senyum di wajah tanpa orang ketahui dia juga orangny suka bercanda tapi hanya untuk orang dekatnya saja. Tanpa mereka ketahui dari jauh ketiga sahabat Anna memperhatikan mereka berdua.
" Akhirnya Anna bisa tersenyum bahagia" ucap Laila.
" Aku belum yakin Anna akan bahagia selamanya" ucap Citra.
Kedua sahatnya menoleh kearah Citra yang seakan bertanya terhadap kata-katanya.
" Kalian kan tahu Anna masih tinggal di rumah mama tirinya, yang pasti Anna masih dalam penderitaan" ucap Citra kembali.
" Trus gimana?" tanya Zanna yang ingin sekali Anna bahagia dan terlepas dari penderitaan di rumah orang tuanya.
" Iya benar nih, trus gimana biar cowok tuh nikahin Anna secepatnya?" tanya Laila.
" Iya juga ya"ucap Citra yang sedang memikirkannya.
" Kalian nggak tau itu cowok cakep yang pasti tante Jenny nggak akan setuju. Anna pasti di permaluin sama mereka berdua. Kalian kan tahu Rissa sama tante Jenny kan jahat banget sama Anna." ucap Zanna.
" Ekheem" batuk seseorang sehingga mereka pun terkejut dan gugup karena yang mengagetkan mereka ternyata boss mereka sendiri.
__ADS_1
"Sudah siang begini kalian bertiga cuma mau menggosip ya?"tanyanya.
" Kerja boss" ucap mereka bersama.
" Ya sudah sana bekerja" Ucap sang bos mereka.
Mereka bertiga kembali ke tempat mereka masing-masing untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Setengah jam kemudian Aiden kembali ke kantor dan Ana kembali bekerja yang setiap hari menjadi tugasnya.
Ana tak pernah melayani tamu yang ingin makan atau hanya minum kopi karena Ana sadar dirinya membuat orang jijik akibat wajahnya yang selalu memakai topeng. Paman pemilik Restoran selalu baik sama Ana, Dia sudah menganggap Ana sebagai anakknya dan ketiga sahabat Ana.
Di tempat lain ada yang sedang membanting barang-barang yang berada di dalam ruangan itu untuk meluapkan amarahnya.
" Brengsek kau Ana" teriaknya meluapkan amarahnya sambil melempar guci kearah kaca.
" Kenapa Aiden nggak pernah melirik aku? Padahal kar'na dia aku ingin menjadi model dan berusaha masuk menjadi satu-satunya model di perusahaan mereka" ucapnya lagi.
" Aku sudah lama mendekati Aiden dan mencari simpatinya.Tapi kenapa,Ana baru sekali bertemu dengannya malah menjadi akrab. Hiks hiks"ucapnya sambil menangis.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
" Rissa, kau di dalam nak?" panggil seseorang dari luar sambil mengetuk memastikan keberadaan anaknya.
" Rissa tolong buka pintunya, ngomong sama mama ada apa?" panggilnya kembali.