
" Ya Cla, eh baru sadar aku, ternyata ada gadis cantik yang menatapku. Ini putri kalian?." tanya Dian baru melihat bayi mungil itu yang sedang menatapnya sejak tadi.
" Iya Mas." jawab Clara.
" Siapa namanya?." tanya Dian.
" Namanya Li_ Anna." jawab Clara.
" Cantik Cla, seperti dirimu." ucap Dian.
" Terimakasih Mas." ucap Clara dengan senyumnya.
15 menit kemudian Dian berpamitan kembali melanjutkan perjalanannya ke kantor. Clara kembali ke rumahnya setelah dagangannya habis terjual. Ia begitu senang mendapatkan uang untuk membeli bahan kebutuhan sehari-hari mereka berdua.
Hari demi hari di lalui Clara tanpa seorang suami yang memberi nafkah buat mereka berdua. Clara berjuang sendiri membesarkan putrinya dengan usaha kecilnya berjualan kue. Dian kadang mengunjungi mereka untuk melihat keadaan Liora yang sudah seperti putrinya.
🌹🌹🌹
Beberapa tahun berlalu
Sandra sudah meminta maaf kepada kedua anak dan menantunya itu, tidak lama kemudian Istri Libi melahirkan seorang putri sehingga anak Libi menjadi dua. Sandra dan Herman begitu bahagia sudah mempunyai dua orang cucu dari anak pertama mereka. Mereka sering bermain dan mengajak jalan-jalan juga membuat cucunya begitu senang dan begitu dekat dengan Nenek dan Kakeknya.
Leo, Libi dan keluarganya telah kembali kekediamannya, namun Leo masih membenci ibunya, karena terkuak semua kejahatan ibunya yag di lakukan terhadap mantan istrinya. Leo berusaha mencari Istrinya sampai musibah datang menghampiri keluarganya.Libi dan Istrinya kecelakaan di saat mereka pergi berbelanja untuk kebutuhan kedua putrinya.
Mereka tidak bisa terselamatkan akibat kecelakaan yang begitu mengenaskan. Kedua putrinya di titipkan kepada mereka, Ibu Leo mulai sakit-sakitan karena begitu terpukul kehilangan keduanya. Membuat Ia meninggal akibat sakitnya itu, rasa kehilangan istri, anak dan menantunya membuat herman begitu terpukul. Tidak berselang lama Herman menyusul mereka ke alam baka karena sakit juga.
__ADS_1
Leo begitu sedih dan hancur kehilangan keluarganya. Seminggu Ia mabuk-mabukan, Leo tidak mengurus keponakannya itu. Mereka di biarkan di rawat oleh Babysisternya, Leo yang tidak mempedulikannya membuat Babysister semena-mena terhadap Eris dan Reya. Hingga di suatu malam, Leo pulang dari perusahaan karena banyak berkas-berkas yang butuh tandatangannya tidak membuat Ia berkesempatan pergi ke klub untuk minum-minum.
Leo masuk ke kediamannya namun nampak sepi hanya suara anak kecil yang menangis dan suara erotis perempuan dan pria. Leo mencari asal suara itu yang ternyata berada di ruang keluarga. Ia mendekati ruangan itu, kedua mata Leo membulat sempurna melihat Babysister bersama pria yang Ia tidak kenali melakukan adegan yang tidak senonoh.
Pria itu melihatnya dan terkejut." Ayo bang." ucap Babysister.
" Bosmu." gumam pria itu.
" Tenang saja, pasti dia mabuk lagi. Ayo lanjut, enak sayang ah..ah..ah."ucap gadis itu.
Pria itu kembali melanjutkan aksinya tanpa mempedulikan tatapan Leo yang begitu menusuk. Leo membalikkan tubuhnya mencari keberadaan keponakannya yang terdengar sedang menangis.
Setelah Ia tiba di kamar kedua keponakannya, Leo begitu terkejut melihat keadaan mereka yang tidak di rawat dengan baik oleh babysisternya. Leo yang begitu gerang memanggil pengawalnya menyeret babysister dan pacarnya itu. Pacarnya di hajar oleh pengawal Leo dan babysister di pecat tanpa gajinya di berikan sepersenpun. Semenjak itu Leo menjaga mereka dengan baik tanpa Babysister, kemana pun Leo pergi mereka berdua selalu berada di dekat dan dalam pengawasannya. Leo berhenti mencari keberadaan istri dan anaknya dan melupakan kesedihannya.
Di saat mereka beranjak dewasa, Eris mengamati pamannya yang setiap malam selalu berdiam diri di ruang kerjanya. Di saat mereka sudah tertidur pulas, Leo pergi ke ruang kerjanya sampai pagi hari berada di ruangan itu. Setelah pamannya pergi, Eris diam-diam memasuki kamar pamannya itu yang ternyata banyak foto-foto yang terpampang di setiap dinding ruangan itu. " Sepertinya foto ini di edit oleh paman, aku, papa,mama, kakek, nenek, siapa gadis ini?." gumam Eris sambil memperhatikan foto itu.
" Aku yakin ini keluarga paman, aku bakal membantu paman untuk mencari mereka. Aku yakin paman pasti menderita kehilangan mereka selama ini." gumam Eris mengambil selembar foto.
Semenjak itu, Eris dan Reya mencari keluarga pamannya. Lek tidak mempunyai waktu untuk mencari Clara dan putrinya karena sibuk dengan pekerjaannya.
🌳🌳🌳
" Maafkan aku Clara, aku bukan suami dan seorang ayah yang baik untuk kalian. Aku tidak bisa menjagamu, aku mengingkari janji yang sudah kukatakan padamu.Seharusnya aku mempercayaimu, apa masih ada maaf untukku Clara? Aku malu bertemu dengan putriku Clara." ucap Leo di atas gundukan makam yang tumbuh bunga-bunga indah itu. Air matanya pecah mengingat semua perlakuan kasarnya terhadap Clara.
" Clara sudah memaafkanmu Leo." ucap seseorang yang berada di belakang Leo.
__ADS_1
Leo menoleh ke arah belakangnya melihat pria yang ternyata sahabatnya." Kenapa kau tidak memberitahu keberadaan istri dan anakku Dian? Kau ingin merebut kebahagianku?." tanya Leo kembali menoleh menatap batu nisan istrinya.
" Aku tidak merebut apapun darimu, aku hanya menepati janjiku terhadap Clara." balas Dian.
" Kau bukan sahabatku Dian, janji apa? Apa karena kau ingin mendapatkan Clara?." tanya Leo.
" Cih! Otakmu masih saja rusak, ini surat dari Clara. Sebelum Clara meninggal, Ia sempat menitipkan surat ini padaku untuk di berikan padamu. Setelah itu bawa ke servic otakmu itu biar bisa mikir dengan baik." ucap Dian yang kesal sambil menyerahkan surat yang kusam itu. Leo tidak menjawab perkataan Dian.
Leo meraihnya surat itu, Dian kembali berbalik dan meninggalkan Leo berada di samping makam istrinya.
Leo membuka surat itu dan membacanya.
" Assalamu Alaikum Mas, aku harap mas sudah bahagia membaca surat ini. Maafkan segala kesalahanku Mas, aku bukan istri yang baik untukmu. Aku masih gagal menjadi ibu dan istri untuk anakmu dan kamu mas. Aku sudah memaafkan kesalahan mas dan ibu, mas tolong jaga putri kita ya! Di saat dia dewasa pasti dia menjadi gadis yang cantik, pasti banyak pria jatuh cinta padanya.
Mas, jangan salahkan Mas Dian, Dian sudah seperti ayah buat Liora, aku menitipkan Liora kepada Dian,Mas. Aku harap Mas tidak marah ya? Bila Mas sudah tahu, aku mohon, Mas menjaga Liora dengan baik, Liora adalah putri kandungmu. Aku selalu setia dan menjaga hatiku untukmu mas sampai ajal menjemputku.
Wassalam
Clara
Leo menitikkan air matanya setelah membaca isi surat dari istrinya. Ia tidak bisa menahan tangisannya, Leo memeluk batu nisan Clara dengan bercucuran air mata. Penyesalan yang teramat dalam yang di rasakan Leo, andai saja Ia lebih percaya istrinya mungkin Ia tidak menderita bertahun-tahun kehilangan istri dan putrinya itu.
" Aku akan menjaga putri kita Clara." ucap Leo di sela-sela tangisannya.
Dari jauh Dian sedang mengamati Leo, Ia belum beranjak pergi sebelum memastikan Leo menjaga surat dari Clara.
__ADS_1
" Kau pria beruntung Leo, mendapatkan Clara yang begitu baik dan setia." gumam Dian.