
3 bulan telah berlalu
" Den, bagaimana?." tanya Ibunya ke arah Putranya yang nampak tak seperti dulu lagi. Wajahnya yang dulu bersih dengan yang berbulu-bulu kini telah terlihat lebat dan dingin. Aiden menoleh ke arah Ibunya yang bertanya tentang keputusannya.
Dari kemarin-kemarin Ibu Rissa sering menelfon Vina untuk mengubah calon Istri Aiden. Jenie ingin Rissa menggantikan posisi Anna sebagai tunangan Aiden. Sehingga keluarga Aiden datang ke kediaman keluarga Dian.
" Maaf Ma, Aiden menolak. Aiden nggak akan pernah menikah dengan gadis manapun walaupun Dia Kakak atau Adik Anna. Ai tetap menolak, Dan Ai hanya mau menikah dengan Anna walaupun dia jauh dari Aiden.
" Cukup Kak!, Anna itu sudah meninggal. Aku tahu Kakak sangat mencintainya tapi kasih kesempatan buat Aku untuk hidup bersama Kakak selamanya. Aku yakin di suatu saat nanti Kakak mencintai Rissa hanya Rissa." Ucap Rissa. Mereka pun terdiam mendengar ucapan Rissa, Jenie yang melihat Aiden yang sedang melamun tersenyum kecil ke arah Rissa.
" Kak!." ucap Rissa membujuk Aiden untuk menerima menggantikan Anna sebagai calon Istrinya.
" Maaf Rissa, keputusanku sudah tidak bisa di ubah. Seharusnya kamu malu pada diri kamu sendiri, memaksakan kehendak orang yang tidak mencintaimu. Apa di dunia ini hanya Aku laki-laki yang bisa kau cintai? Atau kau hanya punya maksud lain dan memperalat tentang cinta?." ucap Aiden yang sudah terlihat marah.
Rissa memberikan tatapan tajam ke arah Aiden setelah mendengar ucapan dari mulutnya. Jenie pun juga kaget dengan ucapan Aiden yang seperti tahu tujuan mereka. Jenie yang tidak mau ketahuan tujuannya, Jenie berdiri untuk membalas kata-kata Aiden yang seperti menghina Anaknya.
" Aiden jaga bicaramu, seharusnya kamu yang sadar. Sudah untung Anakku mencintaimu dan mau menggantikan posisi Anna walaupun dalam hatimu belum ada cinta buat Rissa. Kamu beruntung Aiden, dan Rissa nggak mungkin ada tujuan lain selain mencintaimu." ucap Jenie yang sudah mulai kesal.
" Cintaa? Tan, apa bahagia rumah tangga kalau tidak di dasari dengan cinta dari awal? Coba Tante paksa buat Rissa menerima Alex yang sudah mencintai Rissa sudah lama, Apa Rissq mau?." tanya Aiden yang tersenyum licik.
" Kau_." Ucap Jenie namun terhenti karena Dian yang mulai angkat bicara.
" Ma!." panggil Dian memperingati Jenie untuk berhenti.
" Kok bisa Kak Aiden tahu kalau Alex mencintaiku?."batin Rissa.
" Kalau memang Aiden menolak, tidak apa-apa. Jangan memaksakan kehendak orang nanti tidak bisa membuat mereka bahagia Ma." ucap Dian memberi saran ke istrinya.
" Benar." ucap bersamaan Prabu dan Istrinya.
" Tapi Pah!." ucap Jenie yang tidak terima.
" Mah, biarkan Aiden memilih apa yang menjadi keinginannya. Sa, Papa yakin di luar sana ada yang lebih baik dari Aiden." ucap Dian memberi pengertian kepada Istrinya dan juga Anaknya Rissa.
" Iya Pah." ucap Rissa yang pasrah.
__ADS_1
"Sial, apa gunanya aku capek-capek nyingkirin Anak pelakor itu? Kalau ujung-ujungnya Rissa tidak bisa memiliki Aiden? Benar-benar sial." batin Jenie.
" Terimakasih Om." ucap Aiden.
" Makasih Dian." ucap Vina yang bahagia.
" Sama-sama, lalu bagaimana? Kamu nggak mau pernikahan ini batal, trus kamu menolak Rissa, Lalu siapa calon pengantinnya?." tanya Dian ke arah Aiden.
" Tunggu Anna kembali Om." ucap Aiden.
Mereka semua kaget dengan ucapan Aiden yang masih berharap kedatangan Anna. Padahal Anna sudah lama pergi, Vina mulai cemas tentang keadaan Anaknya.
" Pah!." ucap Vina menatap wajah suaminya.
" Aiden, Anna itu sudah meninggal." ucap Jenie.
" Aku yakin Anna belum meninggal Tante." ucap Aiden tanpa ragu.
" Oh iya Mah, pah, Aiden berangkat dulu ya kebandara." ucap Aiden yang mulai bangkit dari duduknya.
" Iya Mah! Kalau begitu saya pamit dulu. Om, Tante, Sa! Aku pamit dulu." ucap Aiden dengan sopan. Dian melihat wajah Istri dan Anaknya yang tidak membalas perkataan Aiden.
Eheeem
Keduanya menoleh ke asal suara deheman itu dan melirik ke arah Aiden." Hati-hati ya?." ucap mereka bersama Rissa dan Jenie. Aiden pun menganggukkan kepalanya sesaat.
Aiden pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Dian. Setelah kepergian Aiden tidak lama kemudian Keluarga Prabu pun berpamitan untuk balik ke rumah mereka.
Dalam perjalanan menuju bandara, Aiden yang sempat melewati jalan tempat terjadinya kecelakaan 3 bulan lalu yang menewaskan calon Istrinya berhenti tidak jauh dari tempat itu. Aiden keluar dari mobil itu, Ia melangkah sambil memakai kaca mata hitamnya. Langkah yang semakin mendekat ke pinggiran jurang itu tiba-tiba melihat cahaya kecil yang terpantul dari tengah-tengah rumputan itu. Aiden yang penasaran Ia melangkah ke arah benda itu.
" Apa ini?." gumam Aiden yang melihat benda kecil yang tertimbun dengan dedaunan yang sudah kering. Benda kecil itu pun diambil dan di bersihkan dari kotoran yang tertempel.
" Anting? Anting siapa ini?." gumam Aiden. Tiba-tiba Ia teringat anting yang di pakai Anna sama persis dengan benda yang di pegangnya.
" Bukankah, ini anting Anna?." ucap Aiden. Aiden yang seringkali datang ke lokasi ini tidak pernah menemukan anting ini dan tidak pernah melihat anting Anna di saat kecelakaan. Anting di mayat itu beda dan di kedua telinganya terpasang anting-anting itu.
__ADS_1
" Kalau Anna pakai anting lain, trus siapa yang pakai anting Anna ini?." tanya Aiden.
" Aku telfon Bram dulu." ucap Aiden meronggoh ponselnya di dalam saku celana. Ponsel pun di otak-atik olehnya untuk menelfon seseorang.
Tut tut tut
Klik
" Hallo Den, ada apa?" tanya seseorang dari seberang tanpa basa-basi.
" Lo sibuk nggak?" tanya Aiden.
" Sedikit, ada apa?." tanya Bram.
" Aku mau nanya, anting Anna ada berapa?." tanya Aiden.
" Oh itu cuma satu, Anna nggak pernah menggantikannya. Karena anting itu pemberian Almarhumah Ibu kandungnya satu-satunya yang dia miliki dari kenang-kenangan." ucap Bram yang tahu.
Aiden yang mendengarpun seakan senang hatinya karena ada tanda-tanda kalau Anna masih hidup. Aiden kaget dengan seseorang memanggilnya dari seberang ponselnya.
" Ok, nggak apa-apa. Aku cuma nanya saja. Ya sudah lanjutin pekerjaanmu." ucap Aiden dan di balas Bram dari seberang.
Klik
" Berarti Anna masih hidup, aku yakin Anna masih hidup." ucap Aiden yang semakin kuat hatinya kalau Anna masih hidup.
" Aku akan mencari dari bukti ini." ucap Aiden.
" Anna tunggu Kakak." ucapnya lagi.
...****************...
Nah nah nah yang kemarin mewek..jagan mewek ya! Anna nggak akan pergi, ntar lihat kelanjutannya..pasti nanya eh Anna kok belum balik sudah 3 bulan? apa masih koma atau giman? penasaran kan kan kan?
hehehe gemes gemes kasih aku like lagi dan komen ya biar makin semangat nih..di tunggu ya😉
__ADS_1