Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Penderitaan Clara 2


__ADS_3

Clara kembali ke rumah besar dengan hati yang terluka, di saat langkahnya menggapai pintu rumah besar Ia begitu terkejut melihat barang-barangnya sudah berada di luar. Terlihat Liora sedang menangis di gendongan pembantunya, Clara mendekati dan meraih anaknya ke dalam pelukannya.


" Aku kira kau tidak kembali." ucap Ibunya Leo yang baru saja mendekatinya.


" Sekarang bawa semua barang-barang kamu yang menjijikan ini." ucap Mertuanya lagi.


" Apa salahku pada Ibu sampai Ibu berbuat kejam padaku?." tanya Clara yang berurai air mata.


" Kamu mau tau salahmu apa? Kamu itu gadis yang nggak sepadan dengan kami. Dan kau harus tau, kau nggak pantas hidup bersama putraku." ucap Mertuanya.


Ibu Leo yang bernama Sandra melihat putranya yang sedang melangkah mendekati mereka, membuat Sandra berpura-pura baik kepada Clara.


" Clara, putraku begitu mencintai dan menyayangimu tapi kenapa kau tega berselingkuh darinya?." tanya Sandra dengan suara meninggi yang di sengaja agar putranya mendengar.


Clara terkejut dengan perubahan sikap mertuanya itu." Mah! Aku sangat mencintai suamiku dan aku nggak mungkin tega selingkuh darinya." Ucap Clara yang berurai air mata atas tuduhan mertuanya itu.


" Jangan so polos kamu, mungkin anak ini hasil dari pria lain." ucap Sandra dengan mengecil suaranya. Clara yang mendengar tuduhan tentang putrinya membuat Ia begitu geram, Clara yang tidak terima dengan tuduhan untuk putrinya membuat Ia ingin menampar wajah mertuanya itu.


Namun, tangannya di hentikan oleh seseorang yang akan menyentuh wajah mertuanya itu. Alangkah terkejutnya Clara yang ternyata genggaman begitu keras itu ternyata suaminya Leo. Tatapan Leo sangat tajam ke arahnya membuat tubuh Clara gemetar, genggaman tangan Leo semakin erat membuat Clara kesakitan.


" Leo." gumam Sandra berpura-pura terkejut.


" Mas sakit." ngadu kesakitan Clara, Leo mendengar Clara kesakitan Ia menghempaskan tangan Clara dari genggamannya karena tidak tega melukai orang yang di cintainya.


" Kamu pergi dari sini sekarang juga." ucap Leo ke arah Clara dengan hatinya begitu terluka.Hasutan ibunya membuat Ia begitu marah apalagi Ia melihat Clara bersama dengan pria lain di kamar hotel.


" Mas, aku ingin menjelaskan semua. Ini nggak seperti yang Mas lihat, percaya padaku Mas." ucap Clara memohon.


" Aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri, lalu apa lagi yang membuat aku mempercayaimu?." tanya Leo yang mengingat kejadian itu membuat Ia semakin marah.


" Mas_."


" Cukup Clara, sekarang kamu pergi dari sini sebelum aku kasar sama kamu." bentak Leo memotong ucapan Istrinya.

__ADS_1


" Owaaa..aaa..uuu..aa." suara tangis Liora.


Putrinya yang mendengar bentakan Ayahnya membuat Liora kaget sehingga Ia menangis. Clara melihat putrinya yang menangis kembali menenangkannya.


" Uust..ust..ust..jangan menangis ada Mama di sini." ucap Clara menepuk-nepuk pantat putrinya membuat Liora terdiam.


" Mas, jangan bersuara keras, kasihan putri kita begitu kaget." ucap Clara ke arah suaminya.


" Putri kita? Aku nggak yakin kalau dia putriku." ucap Leo santai.


" Mas, Liora benar-benar anak kandungmu." ucap Clara.


" Leo, jangan pernah percaya sama dia." ucap Sandra ke arah putranya.


" Baik, kalau memang mas tidak percaya. Mas, kau ingat janjimu? Aku nggak akan mengungkitnya kembali, Allah akan membalas semuanya." ucap Clara mendekati Leo yang hanya terdiam.


" Mau apa kamu?." tanya Sandra ke arah menantunya.


" Mas, ini baktiku yang terakhir sebagai seorang istri. Semoga mas bahagia." ucap Clara menyalami tangan Leo kemudian mengecupnya.


" Bii! Buang barang yang menjijikan ini." ucap Sandra.


" Baik Nyonya."


Leo masih melihat kepergian Clara sambil menggendong Liora, Clara berbalik menatapnya kembali membuat Leo membuang pandangannya ke arah lain. Clara yang melihat Leo membuang pandangannya ke arah lain, membuat hatinya begitu terluka. Rumah tangga yang di jaga dengan baik walaupun banyak derita yang di alami setiap hari oleh Clara kini sudah tidak bisa Ia pertahankan lagi.


Leo pergi meninggalkan Ibunya yang masih menatap kepergian Clara dengan hati terluka. Sandra yang menatap sekilas kepergian putranya, Ia tersenyum bahagia karena menyingkirkan Clara di kehidupan putranya itu.


" Akhirnya, pengganggu itu pergi juga. Sekarang rencanaku berhasil dan sekarang rencanaku yang kedua." gumam Sandra yang memikirkan rencana berikutnya.


🍁🍁🍁


Clara yang sedang melangkah di tepi jalan yang begitu ramai dengan kenderaan yang berlalu lalang. Ia tidak tahu harus melangkah kemana, Ia hanya melangkah kemana kakinya mengarah Ia masih memikirkan hatinya yang begitu hancur dan terluka. Suaminya yang begitu Ia cintai begitu tega mengusir dan tidak mempercayai ucapannya.

__ADS_1


Clara sadar dari lamunannya karena Liora menangis." Sayang kenapa?." tanya Clara ke arah putrinya.


" Kita cari tempat yang sombar dulu ya?." ucap Clara ke arah putrinya itu.


Clara yang melihat pohon besar yang di bawahnya ada tempat duduk, Ia melangkah ke arah itu.Setelah sampai Ia meletakan barang-barangnya dan mendudukkan bokongnya.


" Liora pasti haus ya sayang?." tanya Clara ke arah putrinya itu yang sedang menatapnya.


Clara memberikan susu yang di bawanya ke arah Liora, Liora yang begitu haus dengan cepat Ia meraihnya.


" Maafin Mama sayang, nggak bisa mempertahankan ayahmu. Mama bakal berusaha seperti ayah dan ibu di sampingmu." ucap Clara sambil meneteskan air mata.


Liora yang sedang menatap Clara yang menangis, tangannya di angkat dan mengusap air mata yang jatuh di pipi mulus Clara.


" Terimakasih sayang,anak Mama pintar banget.Mama bakal jagain kamu dengan baik." ucap Clara.


Setelah beberapa menit Clara melanjutkan perjalanannya untuk mencari tempat untuk menginap. Di saat malam mulai datang, akhirnya Clara menemukan tempat yang bisa di sewanya. Walaupun kecil yang penting bisa melindungi Dia dan putrinya dari panas dan hujan.


Clara ingin sekali pergi ke panti tempat yang dulu Ia tinggali, akan tetapi Ia takut pada mertuanya akan melakukan hal buruk kepada mereka. Jadi, Ia lebih baik mencari tempat tinggal yang jauh dari kediaman mertua dan suaminya.


🍁🍁🍁


Beberapa Bulan Kemudian


" Leo, kamu kenapa sih, nggak lupain gadis murahan itu?." tanya Ibunya yang kesal ke arah putranya.


" Mah! Aku yakin Clara bukan gadis yang mama tuduhkan." balas Leo.


" Apa kamu sudah lupa yang di lakukan oleh Clara sama kamu?." tanya Sandra.


" Aku nggak lupa, justru aku berfikir pasti ini rencana Mama untuk menyingkirkan Clara dari kehidupanku hanya untuk Mama jodohkan dengan wanita lain?." balas Leo.


" Ke_kenapa kau menuduh Mama seperti itu? Mama nggak mungkin melakukan sejahat itu sama kamu." ucap Ibunya.

__ADS_1


" Mama mengatakan ini di hadapanku tapi hati mama lain." ucap Leo setelah itu meninggalkan Ibunya.


" Leo, Leo dengarkan Mama dulu." teriak Sandra ke arah putranya yang sudah pergi.


__ADS_2