
" Leo, Leo dengarkan Mama dulu." teriak Sandra ke arah putranya yang sudah pergi.
" Ais, nih anak benar-benar nggak dengerin aku sebagai ibunya. Dasar sialan, gara-gara gadis sialan itu hidup putraku hancur kayak gini." ucap Sandra yang kesal.
" Tante." panggil seorang gadis yang baru saja datang menghampirinya, Sandra tersenyum ke arah gadis itu.
" Ada apa sayang?." tanya Sandra.
" Tante, aku di tinggalin kak Leo begitu saja di restoran." rengek gadis itu di lengan Sandra.
" Maafin Leo ya! Leo sebenarnya nggak tega ninggalin Mei, mungkin putra tante mendadak punya urusan." ucap Sandra.
" Iya tante, nggak apa-apa, Mei harus pengertian sebelum menjadi istrinya nanti." ucap Mei.
" Iya sayang." balas Sandra." Oh iya, tante sedang masak kue, yuk icip dulu." ajak Sandra ke arah Mei.
" Wah! enak tuh Tante, ayo!." ucap Mei.
Mereka berdua melangkah ke arah belakang untuk mencicipi kue buatan Sandra.
🍁🍁🍁
Di ruangan lain tapi masih rumah yang sama, seorang pria sedang menahan kesal. Ibunya selalu menekan dirinya untuk menerima perjodohan itu.
" Aku nggak mau tinggal di sini lagi, rumah ini seperti neraka bagiku. Kenapa Mama ingin banget aku menikah dengan gadis manja itu?." colotehnya sambil mengemas pakaiannya.
Setelah mengemasi barang yang secukupnya Ia keluar dari kamar menuju ke anak tangga sambil membawa kopornya. Di saat Leo melangkah anak tangga yang terakhir, Sandra yang berada diruang keluarga bersama Mei begitu terkejut melihat putranya sedang membawa kopor.
" Leo! Mau kemana kamu?." tanya Sandra yang bangkit dari duduknya.
" Kak Leo mau kemana?." tanya Mei.
" Aku mau pergi Mah!." ucap Leo ke arah Ibunya.
" Leo, Mama nggak akan kasih kamu pergi dari rumah ini." ucap Ibunya dengan tegas mendekati putranya yang di susul Mei.
" Mama kasih atau pun tidak! Leo tetap akan pergi dari rumah ini." balas Leo yang kembali melangkah.
" Leoo! Kamu ingin seperti kakak kamu yang durhaka itu?." tanya Sandra dengan suara meninggi ke arah putranya.
" Aku baru sadar, kenapa Kak Libi lebih memilih pergi dari rumah ini dari pada tinggal di rumah ini." ucap Leo berbalik ke arah Ibunya.
__ADS_1
Sandra membulatkan matanya ke arah Leo yang juga menatapnya.
" Libi dan kamu nggak sama. Kau penurut dan kakak kamu_." ucap Sandra yang terpotong ucapannya karena Leo.
" Pembakang? Tapi kakak membakang Mama karena Mama selalu ikut campur tentang kehidupannya." ucap Leo.
" Mama bukan ikut campur, ini demi kalian putra Mama agar kehidupan kalian bahagia dan punya segalanya di masa depan." ucap Sandra.
" Mama ingin kami bahagia?." Tanya Leo ke arah Ibunya, Sandra menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan putranya." Kalau begitu Mama jangan mencampuri kebahagianku." ucap Leo setelah itu berbalik meninggalkan ibunya dan Mei yang hanya menatapnya.
Sandra hampir saja terjatuh kalau tidak sempat meraih kursi di sampingnya untuk menahan tubuhnya.
" Tantee!." panggil Mei yang sempat melihat Sandra hampir terjatuh.
" Apa tante baik-baik saja?." tanya Mei yang membantu Sandra mendudukan tubuhnya di salah satu kursi yang berada di sana.
" Tante hanya pusing saja." ucap Sandra yang memijat keningnya.
" Apa aku harus menghentikan Kak Leo?." tanya Mei.
" Nggak usah, yang tante pikirin yaitu cara untuk menikahkan kalian berdua." ucap Sandra, Mei yang mendengar yang di katakan Sandra membuat hatinya begitu senang.
" Mama." panggil pria paruh baya yang baru saja pulang dari kerja yaitu suami Sandra ayahnya Leo.
Sandra bangkit dari duduknya dan menyalami tangan suaminya." Tumben Papa cepat pulang?." tanya Sandra ke arah suaminya.
" Iya Mah! Ada klien Papa yang meminta bertemu di restoran tidak jauh dari rumah. Setelah semuanya di selesaikan Papa pulang, Papa tidak kembali ke kantor lagi." ucap Suaminya.
" Oh, oya Pah! Ini Mei yang pernah Mama ngomong sama Papa. Mei sini sayang." ucap Sandra.
" Kenalin, ini Papanya Leo, Herman." ucap Sandra ke arah Mei.
" Mei, om." ucap Mei menyalami tangan Herman yang ikut di balasnya namun cepat di lepaskan.
" Ya sudah Papa ke kamar dulu." ucap Herman dingin.
" Pah! Ngobrol dulu sama Mei." ucal Sandra.
" Papa capek Mah!." ucap Herman sambil menaiki anak tangga menuju kamar mereka.
" Tante, kayaknya om Herman nggak suka sama Mei." ucap Mei.
__ADS_1
" Nggak mungkin sayang, mungkin om lagi kecapean. Nanti kapan-kapan kita ngobrol bersama." ucap Sandra.
" Iya tante, kalau begitu Mei pamit ya Tante." ucap Mei.
" Iya sayang, kamu hati-hati ya?." ucap Sandra.
" Ya tante." ucap Mei setelah itu pergi meninggalkan Sandra.
Setelah kepergia Mei, Sandra menyusul suaminya ke kamar.
🍁🍁🍁
Kadang banyak orang kalau punya masalah pasti melampiaskannya ke tempat yang mereka benci.
" Leo, cukup." ucap pria itu yang sedang menghentikan sahabatnya minum lagi.
" Dian, jangan hentikan aku. Aku sudah nggak punya apa-apa biarkan aku mati dengan minuman ini." ucap Leo.
" Leo, seharusnya kamu mencari Clara. Aku yakin mereka tidak jauh darimu, Clara sangat mencintaimu Leo." ucap Dian mengingatkan.
" Cinta? Hahaha...Dian kau tau gadis itu tidur dengan pria lain dan nggak mungkin dia cinta sama aku." ucap Leo yang kembali meneguk minumannya.
" Apa kamu yakin Leo? Setahu aku Clara gadis baik-baik dan nggak mungkin dia selingkuh darimu." ucap Dian.
" Kau tidak percaya sama sahabatmu sendiri kah?." tanya Leo ke arah Dian yang mulai tidak sadar karena mabuk.
" Leo, bukan begitu tapi_." ucapan Dian terhenti karena Leo mengangkat tangannya untuk menghentikan Dian berbicara.
" Aku tahu kau mencintai Clara, apa kamu pernah tidur dengannya sampai kau gigih membelanya?." tanya Leo bangkit dari duduknya.
Dian yang emosi mendengar ucapan Leo membuatnya melayangkan tinjuan ke arah wajah Leo.
Buugghh
Leo terjatuh karena tinjuan Dian begitu keras, Leo terduduk di lantai sambil mengusap bibirnya yang berdarah akibat pukulan Dian yang mendadak.
Dian mendekati Leo dan menarik kedua sisi kerahnya membuat Leo bangkit sejajar dengan Dian.
" Aku memang mencintai Clara, tapi aku bukan pria bodoh seperti kamu yang menyia-nyiakan gadis baik seperti Clara. Kau harus buka matamu untuk melihat penderitaan istrimu, seharusnya kau mempercayainya bukan percaya pada ibumu yang tidak merestui kalian berdua." ucap Dian menghempaskan cekramannya dari kerah Leo.Dian yang masih emosi pergi meninggalkan Leo yang masih terdiam.
Leo yang terkena tinjuan Dian membuatnya tersadar kembali, sehingga ucapan Dian membuatnya kembali berpikir. Sahabatnya dari kecil yang selalu mendengar cerita hidupnya dan tidak pernah membuat mereka bersalah pahaman. Namun, ini yang pertama kali Ia melihat Dian begitu marah hanya karena gadis yang di anggapnya pelacur.
__ADS_1
Leo tahu Dian mencintai Clara akan tetapi Dian lebih memilih mengalah dan menikah dengan gadis yang sudah mengandung anak orang lain. Seharusnya Ia mencari tahu kejadian semula, malah lebih percaya ucapan ibunya dari pada Istrinya sendiri.
" Maafkan aku Clara." ucap Leo menitikan air matanya.