Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
89


__ADS_3

" Mama tidak setuju, yang mama tau menantu mama adalah Anna. Selain Anna tidak ada yang bisa menikah dengan Aiden." ucap Vina dengan amarahnya.


Setelah mengetahui Nena adalah calon menantu untuk Aiden yang di jodohkan oleh suaminya. Vina sangat marah, Ia meninggalkan mereka sampai Prabu menyusul ke dalam kamar. Sudah di bujuknya tetap saja Vina menolak untuk makan bersama dengan mereka sampai akhirnya mereka berpamitan, Vina tetap saja tidak keluar dari kamarnya.


Prabu kembali kekamar menghampiri istrinya yang sedang menahan amarah." Mah! Percaya sama Papa, Aiden akan bahagia menikah dengan Nena." ucap Prabu membujuk istrinya agar menerima Nena.


Vina menoleh ke arah suaminya" Apa Papa tidak salah ngomong? Apa Papa lupa saat Aiden kehilangan Anna? Aiden sangat terpuruk, kita sudah mencoba berbagai hal sampai menjodohkannya dengan dokter Eris, akan tetapi hasilnya tetap sama. Apalagi ini Pah! Papa memaksanya lagii??." ucap Vina dengan meluap-luap ke marahannya.


" Bukan begitu Mah! Anna tidak ada asal usulnya, Papa takut ini akan membuat perusahaan kita terpuruk." ucap Prabu yang belum mengetahui Anna adalah putri Leo seorang pengusaha besar di Australia yang termasuk sepuluh besar orang terkaya.


" Apaa? Papa takut miskin? Papa mengingatkan masa lalu Mama." ucap Vina yang mulai terlihat linangan air matanya yang teringat dengan masa lalunya.


" Bukan maksud Papa_." Vina pergi meninggalkan Prabu yang masih berusaha membujuknya.


Vina pergi ke kamarnya, setelah itu terdengar suara pintu yang di banting keras dan di kuncinya. Prabu hanya bisa menghela nafasnya karena mengingatkan masa lalu istrinya, padahal Ia tidak bermaksud mengungkit masa lalu istrinya.


" Permisi Tuan besar." ucap seseorang ,salah satu kepercayaannya yang baru saja menemuinya. Padahal beberapa hari yang lalu dia di tugaskan untuk mencari ayah kandung Anna.


" Apa kau sudah mendapatkan yang telah aku tugaskan padamu?." tanya Prabu tanpa menoleh ke arah pengawalnya.


" Sudah Tuan." jawab pengawal.


" Katakan!." ucap Prabu membalikkan tubuhnya ke arah pengawalnya.


" Namanya Liora anak dari Leo_."


" Apaa?? Leo??." ucap Prabu yang terkejut.


" Ya Tuan, sahabat Tuan."


" Dia bukan sahabatku, tapi musuhku. Hmm ternyata putrimu adalah Anna." ucap Prabu sambil tersenyum licik.


🌳🌳🌳


Di tempat kediaman Leo, terdengar suara dering ponsel Anna. Membuat mereka menoleh ke arah nakas itu, yang di mana ponsel Anna tergeletak. Anna meraih ponselnya dan melihat nama seseorang yang sangat di rindukannya. Dengan hati berdebar-debar, Anna berlari ke arah balkon membuat Reya dan Eris tersenyum ke arah sepupunya.


" Pasti dari Kak Aiden." ucap Reya ke arah Kakaknya.


" De'!!." ucap Eris mengingatkan membuat Reya tersenyum ke arah Kakaknya.


Dari balkon terlihat Anna menerima panggilan dari Aiden." Assalamu alaikum." ucap Anna.


" Waalaikum salam, sayang turun ke bawah." pinta Aiden.


" Kak! Anna, tidak di rumah Papa Dian, sekarang Anna_." Aiden langsung memotong ucapan Anna.

__ADS_1


" Kakak tahu! Sekarang Anna turun, kakak di bawah, di sini banyak perawan-perawan." ucap Aiden.


" Perawan?." ucap Anna yang terlihat bingung.


" Ayo turun sayang." ucap Aiden.


" Iya, iya Kak, bentar." ucap Anna membuatnya melangkah mencari anak tangga.


Anna menuruni anak tangga membuat Leo melirik ke arah putrinya yang sedang berlari." Anna kemana sayang?." tanya Leo melihat Anna yang hanya melewatinya.


" Mau ke depan Pah!." teriak Anna yang berlalu.


" Hati-hati sayang." teriak Leo yang masih di dengar Anna.


" Ya Pah!." jawab Anna dari kejauhan.


Aiden yang sedang berdiri di depan pintu gerbang melihat Anna yang sedang berlari ke arahnya. Membuatnya merenggangkan tangannya menyambut sang pujaan hatinya.


" Kak Aiden." pekik Anna yang langsung masuk kepelukannya. Aiden memberikan sebuah kecupan di kening Anna untuk mengobati kerinduan di antara mereka berdua.


" Anna kangen sama Kakak, kenapa nggak kasih tahu Anna, kalau mau pulang sekarang sih?." tanya Anna mendongakkan wajahnya menatap wajah Aiden.


" Kalau kasih tahu Anna, namanya nggak supraise sayang. Oh iya! Bentar." ucap Aiden melepaskan pelukannya mengambil sebuket bunga yang di bawanya dari singapur.


" Ini untukmu sayang." ucap Aiden memberikan sebuket bunga ke sukaan Anna membuatnya begitu takjub.


" Sama-sama sayang." balas Aiden sambil tersenyum.


" Ini bunga harum banget kak!." ucap Anna sambil menatap kedua mata Aiden.


" Iya sayang, ini dari singapur, kakak bawa khusus untuk cinta sejati kakak." ucap Aiden.


" Makasih banyak banyak banyak kaakk!." ucap Anna dengan hati berbunga-bunga.


" Sama-sama sayang, sudah berapa kali sih bilang makasih mulu sama kakak?." tanya Aiden.


" Hehehe, oh iya mana kata kakak perawan?." tanya Anna.


" Oh itu sayang, nyamuk-nyamuk." ucap Aiden.


" Ish! emang kakak tahu mereka perawan?." tanya Anna.


" Ekheem..jadi obat nyamuk di sini." ucap Stave yang berada di dalam mobil membuat Anna dan Aiden menoleh ke arahnya.


" Kak Stave apa kabar?." tanya Anna melangkah menghampiri Stave membuat Aiden menjadi kesal kepada Stave.

__ADS_1


" Baik Anna, kalau kamu gimana?." tanya Stave mengembangkan senyumnya ke arah Anna membuat Aiden tambah kesal saja.


" Baik juga Kak_." Aiden menarik lengan Anna membuat ucapannya terhenti.


" Cih! Posesif banget." gumam Stave.


" Kak Aiden, Anna masih mengobrol sama Kak Stave, kenapa main narik aja sih?." tanya Anna menyamakan langkahnya bersama Aiden.


Aiden menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Anna." Anna tunangan siapa?." tanya Aiden.


" Kak Aiden." jawab Anna.


" Yang jadi calon imam dan calon hidup Anna siapa?." tanya Aiden lagi.


" Kak Aiden." jawab Anna.


" Nah itu dia! Anna tidak boleh mengobrol sama orang sembarangan." ucap Aiden membuat kening Anna mengerit.


" Hhmm.. Apaan sih? Kak Stave kan sahabat kakak. Kenapa sih di cemburuin?." tanya Anna.


" Pokoknya tidak bisa sayang." jawab Aiden sambil mencubit pipi Anna yang terlihat gemesin di matanya.


" Ekheem." batuk seseorang dari belakang Aiden.


" Stave, jangan ganggu kami." ucap Aiden tanpa menoleh ke orang itu.


" Stave siapa?." tanya pria paruh baya itu, membuat mereka seketika menoleh ke oramg itu yang ternyata Leo, ayahnya Anna.


" Papa!." ucap Anna ke arah Ayahnya, Aiden yang mendengar Anna menyebut Papa seketika tubuh Aiden membeku.


" Kalau mau ngobrol, di dalam saja. Tidak bagus pacaran di luar rumah, apalagi kalian orang terpandang." ucap Leo.


" Ya Pah!." ucap Anna sambil menyenggol lengan Aiden.


" I_iya Om." ucap Aiden yang terbata-bata.


Anna hanya tersenyum melihat tingkah Aiden, Leo berbalik meninggalkan mereka." Ayo Kak!." ajak Anna ke arah Aiden untuk masuk ke dalam rumah.


Di saat memasuki ruangan tamu, terlihat Leo sedang duduk menunggu Anna dan Aiden." Silahkan duduk, hhmm siapa namamu?." tanya Leo.


" Aiden, Om Le_." ucap Aiden terhenti karena belum terlalu banyak mengetahui nama ayah kandung Anna sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami Leo. Waktu masih di rumah sakit, Aiden sempat berpapasan dengan Leo. Karena Aiden hanya memikirkan Anna membuatnya tidak bertanya lebih jauh. Di saat Aiden ke rumah Anna, Dian sempat menceritakan asal usul Anna dan mengetahui ayah kandung Anna yang sebenarnya.


" Leo, ayah kandung Anna." ucap Leo sambil membalas salaman Leo.


" Silahkan duduk Aiden, Anna ambilkan minuman dan cemilan untuk Aiden." ucap Leo.

__ADS_1


" Ya Pah!." jawab Anna, setelah itu pergi ke belakang mengambil minuman dan cemilan untuk mereka.


__ADS_2