
" Seharusnya kamu tuh berusaha deketin Aiden Sa!." ucap Jenie yang sedang memandang Putrinya yang sedang mengunyah makanannya.
" Mah, Aku tuh udah berusaha. Tapi Mama nggak tau sifat Aiden itu seperti apa? Dingin banget sama semua orang kecuali sama Keluarganya dan Anak cacat itu." ucap Rissa.
" Sia-sia Mama nyingkirin An_." ucap Jenie yang hampir kecoplosan.
" Nyingkirin siapa Ma?." Tanya Rissa yang mulai curiga.
" Mmm nyingkirin apa? Maksud Mama tuh sia-sia Mama udah berusaha kamu dekat sama Aiden." ucap Jenie yang gugup takut ketahuan.
Rissa yang mulai curiga tingkah Ibunya semakin yakin kejadian yang menimpa Anna ada keterlibatannya dengan Ibunya." Mama jangan mengelak, pasti Mama kan yang berusaha nyingkirin Anna?." tanya Rissa yang semakin curiga.
" Ssstt..jangan keras-keras nanti orang lain bisa dengar." bisik-bisik Jenie ke arah Anaknya.
" Berarti benar ya Ma?." tanya Rissa.
" Kamu tuh_."ucapan Jenie terhenti melihat Rissa.
Uwek uweek uw_.
Rissa berlari ke arah toilet sambil membekap mulutnya yang pingin muntah. Jenie pun menyusul Rissa yang berlari ke arah kamar mandi.
Uweek uwek uwek.
" Ris, Kamu nggak apa-apa kan?." tanya Jenie yang khawatir melihat Putrinya yang sedang muntah-muntah.
__ADS_1
"Aku nggak apa-apa Ma! Mama keluar dari sini, Aku tuh nggak suka lihat Mama di sini." ucap Rissa.
" Kamu ngusir Mama?." tanya Jenie yang kaget dengan tingkah putrinya.
" Iya Ma! Cepet keluar uwek uweek."ucap Rissa yang kembali muntah.
Jenie keluar dari toilet karena Rissa yang mengusirnya.Tapi masih saja khawatir dengan keadaan Putrinya yang masih saja memuntahkan isi perutnya.
Rissa keluar dari dalam toilet setelah Ia merasa enakkan kembali. Jenie yang melihat putrinya keluar dari toilet Ia menghampiri Anaknya. Namun, langsung di hentikan Rissa saat melihat Mamanya yang sedang melangkah ke arahnya.
" Stoop Ma!." Ucap Rissa menghentikan langkah Ibunya." Mama jangan kesini, ntar Rissa muntah-muntah lagi." ucap Rissa yang mendekap hidungnya.
Jenie menghentikan langkahnya melihat putrinya yang sudah mendekap hidungnya. Ia merasa aneh dengan tingkah putrinya itu.
" Sayang kamu kenapa?." tanya Jenie.
Jenie mengikuti putrinya yang masih berjarak darinya karena permintaan Rissa. Rissa yang mendudukan tubuhnya di salah satu kursi kembali ingin muntah melihat makanannya yang belum habis di makannya.
" Maaa, singkirin makanan ini di depanku." teriak Rissa. Jenie pun dengan spontan mengambil piring itu dari hadapan putrinya.
" Kenapa dengan Rissa ya? Padahal makanan itu yang baru saja di makannya." gumam Jenie sambil melihat tingkah Anaknya.
" Mah, Rissa pingin makan salad. Tapi malas untuk beli, Mama belikan ya?." ucap Rissa.
" Ya udah tunggu di sini, Mama pergi dulu untuk membelinya." ucap Jenie.
__ADS_1
" Baik Ma, makasih." ucap Rissa yang bahagia.
Jenie meninggalkan Rissa yang masih duduk. Beberapa menit kemudian, Jenie belum kembali sehingga membuat Rissa bosan menunggu. Rissa bangkit dari duduknya, Ia melangkah keluar ke halaman belakang. Tiba-tiba matanya tak sengaja melihat buah mangga tetangga yang berbuah lebat.
Rissa yang melihatnya menelan salivanya di saat Ia membayangkan rasa buah mangga itu. Rissa yang sudah tidak tahan lagi, Ia menghampiri rumah tetangga itu untuk meminta buah mangga.
Rissa berhasil mendapatkan 10 buah mangga dengan bantuan seorang satpam untuk memanjatnya. Rissa membawanya ke dapur sambil tersenyum bahagia karena keinginannya terpenuhi.
" Bii, tolong kupas ya! dan bawa ke meja makan. Saya tunggu sekarang." ucap Rissa ke arah Bibi yang sedang sibuk membersihkan barang-barang yang kotor.
" Baik Non." ucap Bibi sambil meraih beberapa buah dari tangan Rissa.
Rissa menyerahkan buah itu dan kembali dudyk sambil menunggu buah mangganya. Setelah mangga itu bersih Bibi memberikannya di meja di depan Rissa. Melihat kedatangan buah mangganya Rissa dengan cepat mengambil sepotong dan di lahapnya ke dalam mulut.
Jenie yang baru saja tiba sambil membawa salad atas permintaan Rissa begitu kaget. Rissa sedang melahap buah mangga yang masih asam tanpa mempedulikan Ibunya yang baru saja tiba. Jenie heran dengan tingkah putrinya.
" Sa, nggak asem buah mangganya?." tanya Jenie.
" Nggak kok Ma, enak banget lo! Mama mau?." ucap Rissa menyodorkan sepenggal buah mangga ke arah Ibunya.
" Nggak sayang, Kamu tuh seperti orang ngidam aja." ucap Jenie.
Uhuk uhuk uhuk
...****************...
__ADS_1
Heloooo..gimana nih?Siapa yang bisa tebak? Hehehe mmm makin seru kan..pastilah..tunggu aja kelanjutannya ya.
kasih bunga dong kalau ikhlas(Malak author hehehe) Like komennya jangan lupaaaa