Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Jadi Gladis Adalah Anna?


__ADS_3

Setelah mendengar Gladis masuk ke ruang UGD mereka segera pergi ke ruangan itu. Terlihat seorang dokter keluar dari ruangan UGD yang di kenal oleh dokter Eris sebagai dokter Irwan yang selalu merawat Gladis.


Tanpa menunggu Eris mendekati dokter itu untuk bertanya tentang keadaan Gladis yang di ikuti Aiden di belakangnya. Aiden ingin tahu apa yang terjadi kepada Gladis yang membuat dokter Eris begitu khawatir.


" Bagaimana keadaannya Dok?." tanya Eris yang terlihat dari wajahnya begitu khawatir.


" Kita bicarakan di ruanganku karena ini begitu mengkhawatirkan." ucap dokter itu yang nampak terlihat dari wajahnya yang sepertinya keadaan Gladis tidak baik-baik saja.


" Baik." balas Eris sambil mengangguk kecil.


Eris mengikuti dokter itu menuju ke ruangannya, namun Aiden menarik lengan Eris hingga langkahnya terhenti. Eris yang mengerti ingin tahuan Aiden terpaksa mengajak Aiden ikut dengannya. Aiden pun mengikuti Eris menuju ke ruangan Dokter itu.


Setelah mereka di persilahkan duduk, tanpa basa basi dokter itu mengatakan keadaan Gladis yang memang tidak baik-baik saja. Mendengar ucapan dokter itu membuat Eris menetes air matanya dan Aiden pun ikut terkejut.


" Maksudnya apa ini? Apa ada yang bisa menjelaskan pada saya?." tanya Aiden ke arah mereka berdua.


" Ris, siapa dia?." tanya dokter itu.


" Pria ini adalah tunangannya, dan gadis itu adalah Anna." ucap Eris.


" Apaa?." ucap Dokter yang terkejut.


" A_apaa? A_anaa?." ucap Aiden yang begitu terkejut mendengar kenyataan bahwa gadis yang baru saja bertemu dengannya adalah Ana.


" Jadi Gladis adalah Anna?." ucap Aiden.


" Iya." balas Eris.


" Dok, tolong berikan perawatan yang terbaik kepada Gladis, maksudku Anna." ucap Eris ke arah dokter Irwan.


" Tentu, ini sudah menjadi kewajibanku sebagai dokter. Tapi aku butuh doa kalian untuk mendoakan Anna, takutnya aku tidak bisa_." ucap Dokter yang ucapannya langsung terpotong oleh Aiden.


" Tidak bisa apa?." tanya Aiden.


" Den, begini Anna mengalami benturan yang begitu keras di kepalanya hingga membuat Ia kehilangan ingatan dan_." ucap Eris yang terdiam.


" Dan apa Dok?." tanya Aiden.

__ADS_1


" Begitu sulit mengembalikan daya ingatannya apabila sakit kepalanya sering menyerangnya atau pun selamanya Ia tidak bisa mengingat apapun tentang masa lalunya." ucap Dokter yang menjelaskannya.


" Apaa?." ucap Aiden yang sangat terkejut tentang keadaan Anna semenjak kecelakaan yang menimpanya.


" Satu-satunya, kita hanya bisa berdoa dan menahan Anna untuk tidak memaksanya kembali mengingat masa lalunya. Takutnya, Ia kembali di serang sakit kepala hingga membuatnya tidak bisa mengingat apapun." ucap Dokter itu.


Setelah mendengar ucapan Dokter Irwan itu mereka keluar dari ruangannya, nampak wajah Aiden terlihat begitu menyedihkan setelah mendengar cerita Eris yang menemukan Anna sampai sekarang.


Eris yang melihat Aiden yang begitu sedih setelah mendapatkan kenyataan tentang keadaan tunangannya itu. Dokter Eris begitu iba melihat Aiden yang begitu sedih, seseorang yang sangat dia cintai sedang sakit.


Akibat hilang ingatannya Aiden takut Anna menjauhinya? Ia pun juga takut Anna tidak bisa mengingat tentang dirinya. Dokter Eris mendekatinya dengan rasa bersalah juga karena benturan itu juga akibat Reya yang tidak sengaja menabrak Anna.


" Den, kau bisa membuat Anna kembali mengingat masa lalunya." ucap Eris.


" Caranya?." tanya Aiden mendongakkan kepalanya menatap wajah Eris. Eris yang di tatap oleh Aiden merasa canggung karena tatapan pria kepadanya membuatnya ia begitu gugup.


" Caranya, kau harus dekatin Anna dengan pelan-pelan. Aku yakin ingatannya kembali semula." ucap Eris.


" Lalu apa sakit itu tidak menyerangnya kembali?." tanya Aiden.


" Semoga saja nggak, kita harus bekerja sama demi kesembuhan Anna." ucap Eris.


" Apa ini berhasil Dok?." tanya Aiden.


" Semoga saja, kita harus mencobanya dulu." ucap Eris." Apalagi Om dan Tante juga sudah menyusun rencana." ucap Eris lagi.


" Apa? Jadi, Papa dan Mama tahu tentang Anna?." ucap Aiden terkejut ternyata kedua orang tuanya mengetahui tentang Gladis. Kenapa kedua orang tuanya menyembunyikan tentang Anna darinya?." pikir Aiden.


" Iya, mereka baru tahu kemarin." ucap Eris.


Aiden pergi meninggalkan dokter Eris melangkah menuju keruang inap Anna yang masih terbaring lemah akibat obat yang di suntikan oleh dokter kepadanya. Aiden melihat wajah Anna yang sedang tertidur, terlihat bayangan wajah Anna yang dulu masih memakai topengnya. Kini topeng itu sudah tidak ada lagi, wajah yang terlihat buruk kini tergantikan oleh wajah yang begitu cantik.


Aiden mengangkat tangannya dan membelai wajah Anna yang masih nampak pulas dalam tidurnya. Kini orang yang begitu dia rindukan sudah di hadapannya. Ingin rasanya memeluk dan menciumnya, mengeluarkan isi hatinya yang selama ini dia pendam.


" Anna, Aku sangat merindukanmu." ucapnya sambil menggenggam tangan Anna. Aiden mengecup tangan Anna yang begitu dingin dan lembut. Aiden mengingat cincin tuangan mereka yang di pakai Anna.


" Apa yang terjadi Anna sehingga terjadi seperti ini?." tanya Aiden.

__ADS_1


" Aku bakal selalu menunggumu sampai kapan pun, semoga ingatanmu bakal kembali lagi." ucap Aiden.


Beberapa menit kemudian Aiden berpamitan kepada Eris untuk pergi ke kantor karena ada rapat yang sangat penting yang tidak bisa di wakili oleh orang lain. Dengan berat hati Ia meninggalkan Anna yang masih belum siuman dan pada saat pintu di tutup Aiden, akhirnya Anna tersadar dari siumannya.


" Aku dimana?." ucap Anna. Tiba-tiba terbuka pintu kamarnya terlihat seorang perawat masuk menuju ke arahnya.


" Nona sudah sadar?." tanya perawat yang sempat menolongnya di saat ia kesakitan.


" Ia sus, Mba Eris di mana?." tanya Anna.


" Dokter Eris masih menangani salah satu pasiennya yang sempat Ia operasi tadi." Ucap perawat itu.


" Terimakasih sus." ucap Anna yang mulai bangun.


" Nona mau kemana?." tanya perawat itu saat melihat Gladis ingin bangun.


" Mau pergi ke ruangan Mba Eris, aku sudah nggak apa-apa sus." ucap Gladis.


" Maaf Nona, dokter Irwan ingin anda menginap beberapa hari di rumah sakit sampai nona benar-benar pulih." ucap perawat itu.


" Sus, saya sudah pulih dan sudah tidak merasakan sakit lagi." ucap Gladis yang masih kekeh ingin turun dari ranjang.


" Tapi Nona_." ucapan perawat itu terhenti saat mendengar pintu kamar terbuka.


Cekleek


Mereka menoleh ke arah pintu yang di buka oleh seseorang, yang ternyata adalah dokter Eris. Melihat Anna yang sudah bangun membuat hati Eris lega, sebelumnya Ia begitu mengkhawatirkan keadaan Anna.


" Gimana keadaanmu sayang?." tanya Eris di samping Anna.


" Aku sudah sehat Mba, sudah bisa pulang. Kenapa musti di rawat beberapa hari di sini sih?." ucap Gladis.


" Gladis, memang kamu terlihat sehat tapi Mba takut nanti sakit itu akan menyerangmu kembali." ucap Eris.


Anna kembali terdiam mengingat bayangan yang sempat terlihat di ingatannya sehingga membuatnya tiba-tiba sakit kepala.


" Pria itu?." gumam Anna.

__ADS_1


" Pria? Siapa?." tanya Eris.


" Entah Mba, bayangan itu lagi." ucap Anna.


__ADS_2