Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
5 Menit Saja


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu pun sudah tiba, di mana hari yang sudah di tentukan seminggu yang lalu. Di hari lamaran, mereka juga langsung menentukan hari untuk acara pertunangan mereka dulu sebelum menjadi suami istri yang sah. Dan hari itu pun telah tiba untuk acara pertunangan mereka.


Di kediaman Keluarga Prabu terlihat seseorang duduk di tepi ranjang sedang meratapi kesedihan karena sakit hati. Bagaimana tidak sakit? Wanita yang sudah Ia idam-idamkan akan menjadi Kakak iparnya nanti.


" Andai saja hari itu Aku cepat kembali dan mengatakan isi hatiku. Mungkin Ana yang akan menjadi calon Istriku." ucap Abian sambil mengusap foto seorang wanita yang sedang tersenyum bahagia. Abi pernah diam-diam mengambil foto Ana yang sedang tersenyum dengan teman-temannya.


" Ah sial!, kenapa kita menyukai wanita yang sama?" ucapnya lagi dalam kegelisahan.


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan seseorang dari pintu kamarnya. Abi menoleh ke arah pintu itu, tatapannya begitu sayu. Dia ingin sendiri, ingin menerima kenyataan ini. Tapi sampai kapan Dia berada di kamar ini?. Kembali ketukan itu terdengar, Abi dengan lemahnya bangkit dari posisi duduknya dan meraih handle pintu itu.


cekleekh


" Abi" ucap suara seseorang yang begitu lembut menyapanya.


Abi mendongakan wajahnya melihat wajah seseorang yang begitu dia sayang.


" Mah, ada apa?" tanya Abi yang tanpa basa basi lagi. Abi tak ingin Ibunya mengetahui kesedihan nya. Namun, Ia salah dengan pemikirannya. Mana ada seorang Ibu yang tidak mengetahui Anaknya sedang sedih atau memiliki masalah.


" Apa Mama boleh masuk?" tanya Vina dengan hati-hati.


" Abi_".


" 5 menit saja sayang" ucap Vina yang langsung memotong ucapan Anaknya. Karena Ia tahu Abi ingin sendiri dan tak ingin di ganggu kalau punya masalah. Abi memang dekat dengan ibunya tapi sifatnya bila ada masalah ataupun yang membuatnya sedih, Ia tak ingin melibatkan orang lain. Abi selalu menyimpannya sendiri dan menyelesaikan masalahnya.


Abi membiarkan Ibunya masuk kedalam kamar, Abi melihat langkah Ibunya menuju ke meja nakas yang terlihat foto seseorang. Abi lupa memasukan kembali ke dalam laci. Vina semakin dekat ke arah foto itu sehingga, tangannya mulai meraih foto itu. Namun, tangan seseorang lebih cepat merampas foto itu sebelum Vina meraihnya.

__ADS_1


" Abi, foto siapa itu?" tanya Vina yang penasaran. Abi secepatnya menyimpan foto itu kedalam sakunya.


" Bukan siapa-siapa Mah" balas Abi yang mendudukan tubuhnya di sofa.


" Mama tau, pasti foto seorang wanita yang membuat kamu seperti ini kan?" tanya Vina.


" Waktu Mama semakin sedikit, katakan Mah" ucapnya tanpa membalas pertanyaan Vina kepadanya.


" Ya sudah, Mama sudah menemukan jawabannya.Tapi sayang, hari ini acara kebahagiaan Kakak kamu. Kasihan Kakak kamu pasti sedih melihat Adiknya, gara-gara patah hati mengabaikan acara Kakaknya yang istimewa ini." ucap Vina mendekati Abi.


" Mah, Abi_" ucap Abi namun ucapannya kembali di potong Ibunya.


" Mama tunggu di bawah, nggak boleh ada kata menolak." Ucap Vina yang melangkah pergi. Namun, beberapa langkah Vina kembali berhenti dan menoleh ke arah Abi yang masih tunduk.


" Sayang, kalau dia adalah jodohmu pasti kembali padamu." ucap Vina kembali melangkah meninggalkan Abi seorang. Abi menoleh ke arah Ibunya yang sedang melangkah meninggalkannya.


" Mama benar, sebelum ada janur kuning yang menggantung Abi akan membuat Ana jatuh cinta sama Aku." Ucap Abi yang kembali semangat 45.


🌳🌳🌳


Di kediaman Prabu keluarga begitu bahagia dengan pertunangan Anak pertama Prabu yang sudah lama mereka tunggu-tunggu. Lain lagi di Kediaman Pramudita yang begitu sibuk mempersiapkan dekorasi acara pertunangan yang tinggal beberapa jam akan di laksanakan. Di salah satu kamar seorang wanita sedang di dandani begitu cantik seperti seorang Ratu. Mata seseorang selalu menatapnya dan tak ingin meninggalkan ruangan itu walaupun Ayahnya sering memanggilnya( seperti bodygard yang tak ingin meninggalkan majikannya hehehe). Siapa lagi kalau bukan Bram. Bram tak ingin Mamanya ataupun Rissa mendekati Ana, Ia tahu sifat licik mereka yang ingin Ana menolak pertunangan ini.


Ana yang selalu menampilkan senyumannya, lain lagi di sebuah kamar yang sudah terlihat seperti kapal pecah. Kamar yang selalu terlihat rapih kini menjadi berantakan karena ulahnya yang Frustasi. Frustasi gara-gara pria yang selalu di idam-idamkan malah melamar Adiknya siapa lagi kalau bukan Rissa.Sehari yang lalu Rissa telah kembali dari luar daerah walaupun tugasnya di sana belum selesai, Ia tetep kekeh meminta ijin pulang kembali ke kotanya.Rissa penasaran sosok wanita yang di lamar Aiden. Untung saja sang Sutradaranya sedang sakit sehingga Ia di perbolehkan untuk kembali.


Namun, Ia begitu kaget setelah sampai di kediamannya yang terlihat beberapa orang begitu sibuk. Tidak sampai di situ saja rasa kagetnya bertambah setelah melihat ukiran nama yang terpampang jelas di depan rumahnya. Nama yang tidak asing baginya, nama seorang pria yang membuatnya selalu tersenyum setiap hari. Ia melihat kembali tulisan lanjutannya. Dia begitu kaget dengan nama setelah membacanya.


"Ada acara apa di rumah ini?" tanya Alex yang melihat sekeliling rumah Rissa yang penuh dengan orang-orang sibuk bekerja. Rissa tak menghiraukan pertanyaan Alex.

__ADS_1


Rissa berlari masuk kedalam rumahnya dan menarik lengan Jenie yang sedang mengobrol dengan keluarga jauh mereka yang baru tiba di kediaman mereka.


" Rissa, kau sudah pulang Nak?" tanya Jenie yang kaget bercampur bahagia.


" Mama jelasin sama Aku, apa ini Ma?." tanya Rissa yang di liputi dengan kemarahan.


" Sayang tenang dulu yah! kamu baru sampe, nanti Mama jelasin setelah kamu tenang." Ucap Jenie untuk menenangkan Anaknya.


" Mama ingin Aku tenang? Ma, gimana Aku mau tenang laki-laki yang Aku suka bakal menikah dengan si buruk rupa!." bentak Rissa.


" Ayo kita ke kamar ya!." ucap Jenie menarik tangan Rissa menuju ke arah kamarnya. Ia tak ingin keluarga lainnya mendengar perdebatan mereka.


Rissa mengikuti langkah Ibunya menuju ke arah kamar. Namun, Ia melihat sosok Ana yang sedang melihat-melihat gaun. Dengan cepat ia melepaskan genggaman Ibunya dan menuju ke arah Ana. Rissa yang terlihat sudah begitu geram melihat Ana, Ia mempercepat langkahnya. Tapi seseorang menghadangnya sebelum memasuki ruangan yang di mana Ana berada.


" Rissa" panggil Jenie melihat Rissa yang semakin jauh melangkah. Jenie menyusul Rissa di saat Ia melihat Bram menghadang langkah Rissa.


" Kak Bram, minggir" ucap Rissa yang sudah diliputi dengan kemarahan.


Bram langsung menarik lengan Rissa menjauh dari tempat ruangan itu. Bram tidak ingin Ana mendengar percakapan mereka yang membuat Ana menolak lamaran ini. Bram ingin Ana bahagia dengan cara Ana menikah dengan orang yang menerima Ana apa adanya.


" Kak lepaskan Rissa" berontak Rissa yang berusaha melepaskan genggaman erat tangan Bram kepadanya.


" Diam Sa" bentak Bram.


" Bram lepaskan Rissa" ucap Jenie yang menghampiri mereka.


" Aku bakal lepasin Ma tapi Rissa harus jauhi Ana atau nggak?." ucap Bram dengan penuh emosi.

__ADS_1


" Atau nggak apa Kak? Kenapa Kakak kandung Rissa sendiri lebih membela Anak sialan itu dari pada adik kandungnya?." bentak Rissa ke arah Bram.


Plaakkhh" suara tamparan.


__ADS_2