Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Kesalapahaman


__ADS_3

" Annaa? Kau sedang apa di sini?." tanya Ayahnya yang terkejut dengan kedatangan putrinya itu.


Aiden yang mendengar nama panggilan pujaannya itu pun sedikit melirik ke arah gadis yang juga sedang menatapnya. Anna melangkah mendekati Aiden tanpa menjawab pertanyaan ayahnya.


" Kak Aiden nggak apa-apa kan?." tanya Anna yang mencemaskan keadaan Aiden.


Sebelum tangan Anna menyentuh wajah Aiden, reflek tangan Aiden mencegahnya." Aku tidak apa-apa." jawabnya mencoba tubuhnya bangkit dari tersungkur akibat Leo yang membabi buta memberi pukulan kepadanya.


Tangan yang melayang itu pun perlahan turun, Anna menoleh ke arah ayahnya yang sedang memperhatikan mereka berdua.


" Pah!." panggil Anna.


" Seharusnya kamu biarin papa membunuh pria brengsek ini." ucap Leo yang masih nampak emosi.


" Papa." ucap Anna lagi membuat Leo terdiam dan berusaha mengendalikan emosinya.


" Lebih baik kak Aiden pulang." ucap Anna ke arah Aiden.


" Aku tidak bisa balik, aku ada urusan sangat penting dengan ayahmu." ucap Aiden menoleh ke arah Anna.


Tanpa sengaja tatapan mereka pun bertemu. Namun, hanya sekilas karena Aiden menoleh ke arah lain berusaha menghindari tatapan Anna yang sedang menyelidik. Ia tidak ingin Anna mengetahui kebenarannya dulu, sebelum bukti semua ada di tangannya untuk membongkar kejahatan Rudi yang menyebabkan kesalahpahaman antar keduanya.


" Pah! Anna akan pulang, ini bekal makan siangnya dan Anna mohon jangan lakukan hal yang seperti tadi. Anna nggak mau papa masuk penjara hanya gara-gara pria yang ini." ucap Anna setelah itu melangkah meninggalkan ruangan itu. Di saat Anna melangkah pergi, Aiden menatapnya tanpa mengedipkan matanya sampai tubuh gadis itu tidak terlihat lagi.


" Cepat katakan apa yang kau inginkan? Aku tidak ingin berlama-lama melihat wajahmu yang brengsek itu." ucap Leo yang kesal.


Tok tok tok


" Siapa?" tanya Leo.


" Saya Tuan, ada Asisten Tuan Aiden." jawab Sekertaris Leo yang berada di luar bersama Stave.


Leo melirik sejenak ke arah Aiden," suru masuk." jawab Leo melangkah ke arah sofa dan mendudukkan bokongnya.


" Apa kau masih betah berdiri di sana?." tanya Leo ke arah Aiden.


Aiden nampak tersenyum ke arah ayah mantan pacarnya, walaupun Leo terlihat menyeramkan tapi dia orangnya begitu baik kepada semua orang.


" Pak Aiden, maaf saya terlambat. Tuan tidak apa-apa kah?." tanya Stave yang melangkah mendekati Aiden.


" Untung kamu terlambat, kalau nggak, kamu jadi korban seperti diriku." ucap Aiden yang memperlihatkan wajahnya kebiru-biruan akibat bogeman Leo.


" Hehehe." cengir Stave tanpa dosa.


" Kalian kesini mau apa?." tanya Leo langsung ke intinya yang tidak ingin berlama-lama dengan mereka.

__ADS_1


" Tawarin minum dulu om." ucap Stave bercanda dan langsung di tatap tajam oleh Aiden.


" Baiklah." ucap Leo bangkit dari duduknya melangkah. Walaupun Ia marah sama Aiden tetapi sebagai tamu di kantornya, Ia melayani tamunya dengan baik.


" Antar 2 minuman ke ruanganku." ucap Leo melalui telepon yang berada di atas meja.


" Baik Pak." jawab seseorang di seberang sana.


Beberapa menit kemudian, ketukan pintu oleh seseorang dari luar." Masuk!." ucap Leo yang sedang duduk santai menatap ke arah mereka berdua yang nampak canggung.


" Ini minumannya Pak." ucap seseorang sambil membawa mampan.


" Terimakasih." ucap Leo dan di ikuti oleh Stave dan Aiden ke arah pelayan itu.


" Sama-sama." ucap pelayan itu dengan senyum ramah.


Setelah kepergian pelayan itu, mereka meneguk minuman yang sudah di sajikan kepada mereka, nampak Leo sedang memperhatikan mereka.


" Bisakah ke intinya? Aku tidak ingin lama-lama di sini. Banyak pekerjaan yang harus keselesaikan sebelum pernikahan putriku." ucap Leo membuat Stave dan Aiden meneguk salivanya.


Aiden menoleh ke arah Stave, memberikan tatapan untuk memulai percakapan mereka. Stave yang mengerti tatapan Aiden, Ia pun menoleh ke arah pria yang menatap tajam ke arah mereka.


" Begini_."


" Hhmm, pria yang sudah mencuci otak ayahmu." ucap Leo yang mengetahui kelicikan Rudi.


" Jadi?."


" Kalian ingin bukti?." tanya Leo.


" Om, apa boleh kami mengetahui kesalapahaman ini?." tanya Aiden yang penasaran.


Leo bangkit dari duduknya mengingat masalalu mereka." Dulu kami 3 sahabat sebelum Rudi datang mengacaukannya." ucap Leo menerawang masalalunya.


Flasback


" Bagaimana?." Tanya seorang pria yang nampak tersenyum bahagia ke arah kedua sahabatnya yang melangkah ke arahnya.


" Kau tau, kita mendapatkan tendernya." ucap salah satu pria.


" Kau akan berhasil dengan kinerjamu, bisnis ini akan berkembang." ucap pria yang berada di sampingnya.


" Prabu, bagaimana kalau proyek ini kau yang kerjakan?." tanya pria itu.


" Leo, itu adalah proyekmu. Kenapa kau berikan padaku?." tanya Prabu.

__ADS_1


" Aku tidak ingin sendiri, aku ingin kita berdua yang mengerjakannya. Kau adalah sahabatku, kita membangun bersama, jadi kita berdua saling berbagi kebahagiaan." ucap Leo panjang lebar.


" Benar kata Leo, ambil saja." ucap Dian.


" Baiklah kalau begitu." ucap Prabu menerima dengan senang hati.


Tahun demi tahun berlalu, persahabatan dan perusahaan terjalin dengan baik. Masalah datang di keluarga Leo, membuat Dian tidak suka sifat Leo. Dian pun semakin lama menghindari mereka berdua, Ia pindah ke kota ayahnya meneruskan perusahaannya di sana tanpa bantuan kedua sahabatnya.


Beberapa tahun tanpa kabar Dian, tiba-tiba sesuatu terjadi di perusahaan Prabu. Proyek besar mereka telah hilang, dan akibatnya perusahaan Prabu di ambang kebangkrutan. Prabu datang ke perusahaan Leo, saat tiba di sana. Leo nampak tidak berada di ruangannya.


Prabu memperhatikan ruangan Leo, tanpa sengaja matanya melihat berkas yang tidak asing di matanya. Ia meraih berkas itu dan membukanya. Ia begitu terkejut, berkas yang hilang itu ternyata berada di ruangan Leo.


Pintu pun terbuka, terlihat Leo memasuki ruangannya sambil tersenyum ke arahnya. Dengan amarah Prabu menuju ke arah Leo dan memberikan bogeman ke arah wajahnya membuat Leo terpelanting.


" Prabu, kau kenapa memukulku?." tanya Leo yang begitu terkejut.


" Kau memang brengsek Leo, aku akan balas semua atas pengkhinatanmu." ucap Prabu dengan nada tinggi.


" Prabu tenang, ada apa?." tanya pria yang di samping Leo, yang baru beberapa bulan menjadi mitra perusahaan mereka.


" Rudi, kau jangan membantu pria brengsek ini." ucap Prabu dengan amarah.


" Sampai di sini persahabatan kita, aku akan balas semua." ucap Prabu melangkah pergi meninggalkan ruangan Leo.


" Leo, aku pergi menyusul Prabu dulu, nanti aku telpon balik." ucap Rudi.


Setelah insiden itu, Leo tidak mendengar kabar Prabu lagi. Di siaran televisi terdengar perusahaan Prabu bangkrut dan prabu hilang tanpa kabar. Setelah beberapa minggu, Rudi menemui Leo, mengatakan Ia tidak mengetahui keberadaan Prabu dan keluarganya.


Leo yang kehilangan sahabatnya yang tanpa Ia tahu penyebabnya membuat Ia frustasi dan sibuk mencari sahabatnya itu. Sehingga, perusahaannya terbengkalai membuat seseorang mendapatkan kesempatan mendapatkan perusahaannya.


Continu


" Jadii?." tanya Stave begitu terkejut mendengar cerita Leo.


" Setelah kebangkrutan itu, aku pergi keluar negri dan memulai di sana. Selain itu mencari pelaku dan penyebab kebangkrutan ayahmu." ucap Leo membalikkan tubuhnya ke arah Aiden.


" Apakah om menemukannya?." tanya Stave.


" Iya." jawab Leo.


" Siapa?." tanya Aiden.


" Rudi." jawab Leo.


" Apaa??."

__ADS_1


__ADS_2