Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
68


__ADS_3

" Gadis bar-bar?." ucap Vina.


" Ya Mom." ucap Abi.


" Jangan jadi pria play boy." ucap Ayahnya.


" Ayah, Abi bukan pria untuk mengejar wanita justru wanita yang mengejar Abi. Itu baru bagus kan?." ucap Abi.


" Sehati berarti kita boy." ucap Prabu ke arah putranya yang kedua.


" Pah! Kok anak sendiri di ajarin seperti itu? Tapi apa Papa nggak salah ngomong? Bukan kah Papa yang ngejar Mama kan waktu masih kuliah?." ucap Vina.


" Mah_." ucap Prabu.


" Phhuuttt." Aiden menahan tawanya mendengar ucapan Ibunya.


" Ciihh." umpat Prabu yang kesal melihat Aiden.


" Bi, hati-hati yang kau ucapkan. Ntar yang kejadian kamu yang ngejar." ucap Vina ke arah putranya.


" Iya Ma! Mama nggak tau apa? Gadis bar-bar itu sudah mempermalukanku waktu di restoran. Saat itu_."


Flasback


Saat itu Abian ingin pulang dari bertemu klien penting yang meminta pertemuan mereka di restoran dekat kantor Abi. Di saat sedang menuju ke parkiran mobilnya, tiba-tiba di kagetkan dengan seorang gadis menepuk bahunya. Yang ternyata gadis yang telah mencuri ciumannya waktu pertama pertemuan mereka.


" Kau? Sedang apa di sini?." tanya Abi.


" Kok gitu sih ngomong sama gadis secantik aku?." ucap gadis itu.


" Pphuuttt..cantik? Cantik dari mana Reya?." ucap Abi.


" Hmmm.. bilang aja iri bos!." ucap Reya kesal.


" Iri? Nggak ya! Aku kan tampan, gadis-gadis banyak yang ngejar aku karena ketampananku ini." ucap Abi.


" Tampan apaan? Tampan kayak orang hutan gitu!." ucap Reya.


" Is, emang dunia tahu aku ini tampan. Aku tau pasti kau modus hanya pingin dekat aku kan?." ucap Abi.


" Mana ada? Kan Kak Abi tau mobil aku rusak, jadi mau numpang lah!." ucap Reya.


" Bohong kan ya? atau kau datang kemari mau nyuri ciuman lagi ya?." tanya Abi.


" Eh! Nggak kok Kak Abi, Reya mau kesini mau numpang, hehehe." ucap Reya.


Abi menepuk jidatnya." Nggak boleh." ucap Abi merogoh kunci mobilnya di dalam saku celana.


" Kok gitu? Kenapa nggak boleh?." tanya Reya.


" Nggak sadar apa? Kau ngatai aku jelek!." ucap Abi.


" Lah! Kan Kak Abi yang duluan ngatain aku." ucap Reya.


" Pokoknya nggak boleh, ya nggak boleh." ucal Abi membuk pintu mobilnya.


Reya yang melihatpun dengan cepat memasuki mobil Abi, Abi yang melihat sempat terkejut dengan keberadaan Reya di dalam mobilnya.


" Eh! Keluar!." pekik Abi.


" Nggak mau!." yang tak kalah histeris.


" Astaga, kenapa sih ketemu sama kamu bikin aku kesal saja?." ucap Abi keluar dari mobilnya menuju ke pintu yang ada Reya.

__ADS_1


Abi membuka pintu mobilnya, menarik lengab Reya untuk keluar dari mobilnya." Keluar!." ucap Abi.


" Nggak mau." ucap Reya yang memegang kuat sabuknya.


" Kalau kamu nggak mau keluar, aku bakal perkosa kamu di sini!." ucap Abi.


Reya yang mendengar pun terkejut atas ucapan Abi, Reya membuka sabuknya dan keluar dari mobil Abi. Abi menutup pintu mobilnya setelah Reya keluar.


" Huaaa huu huu huu." Reya menangis dengan histeris sehingga orang-orang yang berada di sana menoleh ke arah mereka. Abi terkejut dengan tingkah Reya yang menangis seperti Abis di pukuli.


" Eh?." ucap Abi, tiba-tiba seorang wanita mendekati Reya yang membuat Abi terdiam.


" Kenapa Nak?." tanya salah satu pengunjung wanita.


" Nyonya, Aku mau di buang di sini hiks.. hiks..." ucap Reya sambil pura-pura menangis.


Abi yang mendengarpun terasa tak percaya." Huh, dasar tukang akting, modus mulu." gumam Abi.


" Hei Nak, dia seorang perempuan, kenapa kau kejam sih?." tanya wanita itu.


" Bu_bukan, ais harus mengalah lagi,dasar nih cewek bar-bar." gumam Abi yang tidak dapat di dengar oleh mereka.


" Maaf ya! ayo pulang kerumah." ucap Abi yang pasrah takutnya Ia kembali di hujat oleh orang-orang berada di sana.


" Awas kamu kalau lagi membuangnya di tempat lain." ucap wanita itu ke arah Abi.


" Nggak akan Nyonya." ucap Abi membuka pintu mobilnya untuk Reya.


Dalam hati Reya kembali merasa menang karena aktingnya." Terimakasih Nyonya." ucap Reya ke arah wanita itu.


" Sama-sama." ucap Wanita itu.


Mobil Abi meninggalkan halaman Restoran itu membelah jalan ke ramaian yang banyak lalu-lalang kenderaan.


" Hehehe..habis Kak Abi nyebelin." ucap Reya tersenyum ke arah Abi.


" Cih." umpat Abi.Setelah mengantar Reya, Abi kembali ke rumahnya.


" Gitu Mah!." ucap Abi menceritakan pertemuannya dengan Reya.


" Abi anggak Mama seperti apa?." tanya Vina.


" Malaikat yang tak bersayap." ucap Abi.


" Kalau gadis di luar di anggap apa?." tanya Ibunya.


" Mai_." ucap Abi yang hampir saja kecoplosan.


" Abiii!." pekik Vina mendengar putranya yang hampir kecoplosan. Vina bangkit dari duduknya dan menjewer telinga putranya itu.


" Aduh Ma, sakiitt!." ucap Abi yang meringis kesakitan.


" Kamu sudah nakal mainin hati wanita." ucap Vina yang kesal.


" Pphhuuatt.." Prabu yang menahan tawanya dan juga Aiden melihat Abi yang di jewer.


" Ampun Mah! Abi hanya bercanda." ucap Abi.


" Jujur sama Mama!." ucap Vina.


" Abi hanya bercanda kok Mah!." ucap Abi melembut.


Vina yang mendengar suara putranya yang lembut, Ia melepaskan jewerannya.

__ADS_1


" Awas ya! Kalau ketahuan Mama nggak akan maafin Abi." ucap Vina.


" Iya Mah!." ucap Abi.


" Maa, Abi sudah minta maaf kan? Jadi maafin saja." ucap Prabu.


" Tumben Papa belain?." ucap Vina melirik ke arah suaminya.


" Papa cuma kasihan sama Mama, apa hubungannya?." ucap Prabu.


" Awas kalau Mama tau Papa juga mainin perempuan, Mama bakal tinggalin Papa!." ucap Vina.


" Loh Ma! Papa cuma khawatir sama Mama yang marah-marah, ntar sakit lagi." ucap Prabu.


" Hhmm.."


" Ai mau ke atas ya!." ucap Aiden.


" Eh, tunggu bang!." ucap Abi menghentikan Kakaknya.


" Ada apa?." tanya Aiden.


" Apa benar Anna masih hidup Bang?." tanya Abi.


" Iya, Anna masih hidup." ucap Aiden.


" Benarkah? Lalu di mana keberadaannya?." tanya Abi lagi.


" Anna tinggal sama dokter Eris, sayangnya Anna nggak ingat sama kita dan keluarganya" ucap Aiden.


" Apaa?." ucap Abi.


" Bentar, Reya bukannya adik dokter Eris ya?." tanya Ibu mereka.


" Iya benar Ma." ucap Prabu.


" Cocok kalau gitu." ucap Vina menoleh ke arah Abi, melihat lirikan Ibunya membuat Abi bingung.


" Cocok apa? Kenapa kalian lirik ke Abi?." tanya Abi.


" Bener cocok Mah!." ucap Prabu.


" Ya sudah, Ai mau ke atas ingin istirahat." ucap Aiden yang kembali melanjutkan langkahnya.


" Sayang tunggu, di minum dulu obatnya." ucap Vina sambil mengambilkan obat dan air minum ke arah Aiden.


" Makasih Ma! Ai ke atas dulu Pah, Bi!." ucap Aiden dan dianggukin oleh Prabu dan adiknya.


" Ya sayang." ucap Vina.


Aiden meninggalkan mereka yang masih mengajak Abi mengobrol, Aiden yang sudah masuk ke dalam kamarnya. Sedang mengamati bingkai foto yang terlihat sepasang kekasih yang ternyata Aiden dan Anna yang saat itu bertunangan.


" Anna,kapan ingatanmu kembali?." tanya Aiden mengusap foto besar itu.


Kring kring kring


Aiden yang mendengar ponselnya berdering yang berada di saku celana, ia mengambil dan mengangkat orang yang menghubunginya itu.


" Halo." ucap Aiden.


" Aiden, cepet datang ke rumah sekarang juga." suara seseorang yang begitu ketakutan.


" Apa yang terjadi Eris?." tanya Aiden yang terkejut.

__ADS_1


" Hiks.. Anna_."


__ADS_2