Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Perjodohan PC 1


__ADS_3

4 hari berlalu Leo belum juga menemukan keberadaan Clara, Leo menghentikan mobilnya di tepi jalan. Ia keluar dari dalam mobilnya dan melihat kedai kopi itu,lalu melangkah pergi ke tempat itu.


Setelah mendudukan pantatnya di salah satu kursi yang berada di kedai itu, Ia mencari salah satu pelayan untuk melayaninya.


" Permisi." ucap Abi ke salah satu pria yang membelakanginya sambil melayani para pembeli.


Pria itu berbalik dan alangkah terkejutnya Leo melihat wajah pria yang tidak asing baginya.


" Kak Libi?." gumam Leo menatap wajah Kakaknya yang juga terkejut dengan kedatangan Leo.


🍁🍁🍁


Beberapa menit kemudian Libi mendekati adiknya yang sedang meminum kopinya.


" Apa kabar Le?." tanya Kakaknya sambil meraih salah satu kursi di hadapan adiknya.


" Baik bang, kalau Abang gimana?." ucap Leo berbalik bertanya.


" Seperti yang kau lihat aku bahagia bersama keluarga kecilku." ucap Libi.


" Eris, kemari sayang." panggil Libi ke arah putrinya yang tidak jauh dari mereka yang sedang bermain.


Eris yang mendengar panggilan Ayahnya, Ia berlarian ke arah Ayahnya meninggalkan mainannya yang berhamburan.


" Ada apa Papa?." tanya Eris yang berumur 5 tahun.


" Kenalin sayang, ini pamanmu." ucap Libi ke arah putrinya.


" Paman?." tanya Eris ke arah Ayahnya yang juga menatapanya.


" Iya sayang." balas Ayahnya sambil menoel hidung putrinya.


" Leo, ini putriku dan berdiri di sana adalah istriku." ucap Libi ke arah Leo.


Leo menatap wajah Eris dengan mengembangkan senyumnya, berganti menoleh ke arah istri Kakaknya yang sibuk melayani para pembeli.


" Aku dengar kau sudah menikah, tapi tidak mengundang abangmu ini?." ucap Libi terkekeh ke arah adiknya.


" Panjang ceritanya Bang." balas Leo.


" Abang nggak tahu apa masalahmu, yang pasti abang hanya bisa mengatakan ikuti saja isi hatimu, mana yang benar dan mana yang salah." ucap Libi.


" Iya Bang." ucap Leo.


Setelah berjam-jam Leo menemani Eris bermain, akhirnya Leo pulang kembali ke apartemennya.


Di dalam kamarnya Leo sedang menatap wajah mantan istrinya yang tersenyum di foto yang sempat ia simpan.


Kring kring kring


Terdengar dering ponsel Leo,suatu panggilan seseorang sedang menelfonnya. Leo menoleh ke arah layar ponselnya yang tertera nama Ibunya. Namun, Leo hanya mengacuhkannya.


🍁🍁🍁


" Bagaimana Tan? Apa Leo sudah mengangkatnya?." tanya Mei yang menatap wajah calon mertuanya.


" Belum Mei." balas Sandra kembali menghubungi putranya.

__ADS_1


" T'rus gimana Tan, kalau Kak Leo menolak menikah dengan Mei?." tanya Mei.


" Tante yakin Leo bakal menikah dengan Me." ucap Sandra meyakinkan Mei.


" Kalau Kak Leo tetap menolak gimana?." tanya Mei lagi.


Sandra terdiam tak kunjung menjawab pertanyaan, Ia melangkah duduk di samping Mei yang masih saja memperhatikannya.


" Sekarang Mei telfon Leo." ucap Sandra sambil mengarahkan ponselnya ke arah Mei.


" Gimana kalau tidak di angkat Tan?." tanya Mei ke arah Sandra.


" Mei telfon terus dan katakan pada Leo kalau Tante sakit." ucap Sandra.


" Tapi_ Mei berpikir kembali _kalau begitu pake ponsel Mei saja." ucap Mei.


" Ya sudah telfon sekarang." balas Sandra.


" Ya Tan." ucap Mei sambil mengotak-ngatik ponselnya menghubungi Leo.


Tut tuut tut


" Bagaimana?." tanya Sandra.


" Tidak di angkat Tan." balas Mei kembali menghubungi Leo.


*Tut tuut tu_."


" Ada apa*?." suara seseorang dari seberang.


Sandra dan Mei terkejut dengan suara Leo yang dingin." Kak_." ucapan Mei terhenti karena di potong Leo.


" Tante sakit Kak." ucap Mei.


Klikh


" Gimana?." tanya Sandra.


" Kak Leo nggak ngomong apa-apa, langsung di matikan begitu saja." ucap Mei.


" Ya ampun." ucap Sandra.


" Kalau begitu Mei pulang saja ya Tan?." ucap Mei yang mau pamit.


" Jangan dulu sayang, temani Tante dulu." balas Sandra.


" Aku sedih Tan, kalau berada di sini." ucap Mei.


" Kenapa sayang?." tanya Sandra.


" Rumah ini mengingatkan Kak Leo." balas Mei.


" Sini sayang, tante peluk." ucap Sandra meraih tubuh Mei kepelukannya.


Brruumm" suara mobil.


Mei mendongakkan wajahnya ke arah Sandra yang juga di ikuti Sandra menatap wajah Mei." Tan, suara mobil Kak Leo." ucap Mei.

__ADS_1


" Iya benar, cepat naik ke atas." ucap Sandra dengan terburu-buru bangkit dan berlari ke lantai atas yang di ikuti Mei.


Setelah di dalam kamar Sandra membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang di bantu oleh Mei." Semoga Leo nggak curiga." ucap Sandra.


" Semoga Tan." Mei yang juga ikut cemas.


" Mei, perlihatkan kesedihanmu,biar Leo meyakinkan kalau Tante sedang sakit." ucap Sandra.


" Iya Tan." balas Mei.


Ceklek


Terdengar pintu kamar Sandra terbuka memperlihatkan wajah putranya dan juga di susul oleh suaminya membuat raut wajah Sandra terkejut. Mei pun ikut terkejut melihat Herman yang tidak menyukainya.


" Mama sakit apa?." tanya Herman yang nampak khawatir sambil mendekati istrinya yang terbaring.


" Pa_papa kok cepat pulang?." tanya Sandra terbata-bata, Ia takut sandirawanya terbongkar.


" Leo menelfon Papa katanya Mama sakit, jadi Papa tunda dulu pekerjaannya yang terpenting kondisi Mama yang saat ini Papa khawatirkan." ucap Herman.


Leo dan Mei hanya menyimak obrolan mereka, terdengar pintu kamar Sandra di buka yang ternyata asisten mereka dan seorang dokter pribadi mereka. Sandra dan Mei nampak begitu cemas, keringat dingin terlihat dari wajah mereka.


" Pa, Ma, Leo dan Mei keluar dulu, biar tidak mengganggu dokter yang sedang memeriksa kondisi Mama." ucap Leo pamit.


" Ya Leo." ucap Herman dan Sandra menganggukan kepalanya sesaat.


Leo dan Mei keluar dari kamar Sandra, Mei terlihat canggung berdekatan dengan Leo.


" Mei." panggil Leo membuat Mei berbalik menghadap Leo.


" Ada apa Kak?." tanya Mei.


" Bisa kita bicara empat mata? tapi tidak di sini." balas Leo.


" Bisa Kak, di mana?." tanya Mei.


" Di halaman belakang, ikuti aku." balas Leo setelah itu melangkah ke arah tempat yang di katakan Leo yang di ikuti Mei.


Setelah beberapa menit mereka berdua berada di taman sedang duduk di kursi yang sudah tersedia di sana.


" Aku tahu kalian berdua hanya bersandiwara." ucap Leo seketika, membuat Mei terkejut.


" Kau tahu, kau itu cantik, kaya dan baik. Lalu kenapa kau hanya mau di jodohkan?." tanya Leo menoleh ke arah Mei.


" Karena aku sangat mencintai Kak Leo." jawab Mei.


" Apa ada yang suka sama kamu?." tanya Leo ke arah Mei.


" Ada." jawab Mei.


" Lalu?." tanya Leo lagi.


" Karena Mei tidak cinta sama dia." jawab Mei.


" Apa Mei di kejar-kejar olehnya?." tanya Leo lagi.


" Hmm..Mei sudah katakan kalau Mei nggak suka sama dia." balas Mei.

__ADS_1


" Trus, perjodohan yang di paksa seperti ini apa namanya?." tanya Leo ke arah Mei yang terdiam.


" Mei, kamu cantik, kaya dan baik. Di luar sana pasti banyak laki-laki yang sayang dan cinta sama Mei. Cinta yang di paksa ujung-ujungnya tidak bahagia dan tentram." ucap Leo.


__ADS_2