Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Kabar


__ADS_3

Kabar begitu cepat tersebar semenjak hari di mana Ana di lamar. Berita tentang lamaran memang tersebar di mana-mana namun, mereka belum tahu siapa sosok wanita yang di lamar Aiden. Sampai Rissa yang berada di luar daerah cepat kembali untuk memastikan kabar yang di dengarnya, apakah benar atau tidak?.


Terlihat sebuah mobil memasuki kediaman keluarga Pramudita dan memasuki ruang garasi yang biasanya mereka memakirkan kenderaan mereka. Seseorang keluar dari mobil itu dengan terburu-buru meninggalkan seorang pria di dalam mobil yang masih saja menatapnya.


"Sampai kapan Kau sadar Rissa, cintamu hanya bertepuk sebelah tangan? Di sini ada Aku yang selalu menunggumu untuk membuka hatimu untukku" batin Pria itu.


Tak tak tak


" Mah, Pah, Aku pulang" teriak Rissa yang baru saja memasuki rumah kediamannya.


" Sayang Kau sudah pulang?" ucap Jenie yang begitu senang melihat kedatangan putrinya.


" Terus yang Mama lihat siapa?" ucap Rissa.


" Mama senang Kau sudah pulang" ucap Jenie sambil memeluk putrinya.


" Sa, biasakan kalau masuk rumah mengucapkan salam dulu, bukan teriak-teriak seperti orang gila saja" ucap Dian yang menghampiri keduanyan.


" Maaf Pah, Rissa lupa" ucap Rissa yang menghampiri Ayahnya yang di balas anggukan Ayahnya.


" Iya sayang, sudah lah. Kamu pasti capek?" ucap Jenie.


" Iya Ma, tapi rasa capek Rissa hilang disaat melihat Papa sama Mama. Apalagi, Rissa mendengar kabar yang saat ini menjadi halaman utama berita di mana-mana" ucap Rissa.


"Astaga, gimana kalau Rissa tahu Aiden melamar Ana? Aku nggak mau Anakku frustasi nanti" batin Jenie.


" Kamu pasti senang kalau mendengar kabar ini?" ucap Dian ke arah putrinya.


" Kabar apa Pah?" tanya Rissa yang menoleh ke arah Ayahnya.


" Mm Sayang, Rissa mandi dulu ya? Nanti obrolan kita lanjutkan setelah Kamu sudah mandi. Ya kan pah?" ucap Jenie.


" Tapi Mah?_" ucap Rissa yang langsung terpotong oleh Ayahnya.

__ADS_1


" Benar kata Mama, Jenie mandi dulu. Setelah itu Papa kasih tau kabar bahagia ini" ucap Dian.


" Ya sudah, tapi benar ya Pah?" Ucap Rissa.


" Iya sayang pasti Papa kasih tahu tapi nanti Anak Papa yang cantik ini sudah harum" ucap Dian sambil mencolek hidung Rissa.


" Ya Pah, Rissa pamit ke atas dulu ya Ma, Pa?" ucap Rissa yang bangkit dari duduknya.


" Iya sayang" ucap Mereka bersama. Rissa melangkah menaiki anak tangga menuju arah kamarnya.


" Syukurlah, tapi gimana nantinya?" batin Jenie melihat kepergian Anaknya.


" Ma, Papa mau ke ruang kerja dulu" ucap Dian yang bangkit dari duduknya.


" Iya Pah" balas Jenie. Dian meninggalkan Istrinya yang sedang memikirkan ide untuk mengatakan sesuatu kepada Rissa.


" Ah iya, hanya ini satu-satunya" batin Jenie yang mendapatkan sebuah rencana. Jenie bangit dari duduknya dan pergi untuk menjalankan rencananya.


🌳🌳🌳


kring


kring" bunyi handope Rissa.


" Siapa yang menghubungiku? Baru saja kembali sekarang dapat telfon lagi" ucap Rissa yang baru saja kembali dari bathroom.


" Klik, Hallo" ucap Rissa.


" Nona Rissa anda harus berangkat ke Kota C, malam ini jadwal syuting anda Nona" ucap seorang menejer.


" Apaa? Kok mendadak s'kali?" ucap Rissa.


" *Loh bukannya Nona sudah tahu?" tanyanya.

__ADS_1


" Astaga, kenapa aku bisa lupa sih?" batin Rissa yang mengingat kembali jadwalnya. " Mungkin karena memikirkan Aiden aku bisa lupa dengan jadwalku" batinnya.


" Nona" panggil seseorang dari sebrang. Rissa kembali sadar dari lamunannya*.


" Iya Aku bakal berangkat sekarang juga" ucap Rissa.


"Iya Nona, kami bakal menunggu kedatangan Nona, kalau begitu sampai di sini dulu Nona sampai bertemu kembali" ucapnya.


" Iya terimakasih" ucap Rissa.


" Sama-sama Nona, Kliik" ucapnya setelah itu mematikan handponenya.


Rissa kembali bersiap-siap, semua perlekapannya kembali di isi dalam kopernya. Setelah beberapa menit berlalu Rissa menemui kedua orang tuanya untuk pamit kembali bekerja.


" Sayang kok rapi banget dan bawa koper lagi, mau kemana?" tanya Jenie yang melihat Anak kesayangannya terlihat begitu cantik.


" Aku mau berangkat syuting di kota C Ma, Rissa lupa ternyata ada jadwal di sana" ucap Rissa yang nampak tak semangat.


" Kapan Rissa balik?" tanya Jenie.


" Minggu depan Ma" ucap Rissa.


" Kok lama sayang?" tanya Jenie.


" Nggak kok Ma, kalau gitu Rissa pergi dulu ya Ma?" ucap Rissa.


" Iya sayang hati-hati ya!" ucap Jenie.


" Ya Ma, salam buat Papa juga. Rissa nggak sempat pamit sama Papa soalnya Rissa buru-buru" ucap Rissa.


" Iya sayang, nggak apa-apa nanti Mama kasih tahu sama Papa." ucap Jenie.


" Papay Ma" pamit Rissa sambil melambaikan tangannya sebelum memasuki mobilnya.

__ADS_1


" Papay juga sayang" ucap Jenie membalas lambaian tangan Anaknya.


" Bagaimana ini? Gimana nanti Rissa balik pasti dia sok banget?" gumam jenie sambil menatap mobil yang di naiki Rissa meninggalkan pekarangan kediaman mereka.


__ADS_2