Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Aku Mencintaimu Bram


__ADS_3

Abi menghubungi asisten kakaknya yang bernama Stave, setelah memutuskan panggilannya bersama Anna. Dalam pikiran Abi masih memikirkan sikap Ayahnya yang kini berubah terhadap Anna. Padahal Ia tahu ayahnya sangat mendukung hubungan kakaknya bersama Anna, dan menjauhkan Abi agar tidak mengganggu hubungan mereka.


*Tut tut tu_


" Hallo, assalamu alaikum." ucap seseorang menerima panggilan dari Abi.


" Waalaikum salam, sepertinya aku mengganggu kesibukanmu!." ucap Abi.


" Hahaha.. aku baru bangun , ada apa tuan muda?." tanya Stave tanpa basa basi.


" Ternyata aku mengganggu mimpi indahmu, aku hanya ingin tahu kabar abang Ai? kita bersahabat kan? Jangan panggil aku tuan muda." ucap Abi.


" Tuan muda adalah majikanku."jawab Stave.


" Dasar Kau! Abang Ai kemana?." tanya Abi.


" Oh Abangmu? Tuh lagi mimpi bidadari." ucap Stave.


" Cih! Katakan pada abang, kalau calon istrinya sedang mencari keberadaannya." ucap Abi sedang kesal.


" Anna?." ucap Stave suaranya di tinggikan agar Aiden bisa mendengar*.


Ternyata Aiden mendengarnya membuat Ia bangun seketika, Stave terkejut dengan keberadaan Aiden yang sudah berdiri di sampingnya.


" *Berikan kepadaku ponselnya Stave." ucap Aiden yang bersuara parau suara khas yang baru saja bangun dari tidurnya yang terdengar dari seberang.


" Hallo Anna." ucap Aiden setelah merampas ponsel dari tangan Stave.


" Astaga Bang!." ucap Abi membuat Aiden terkejut dan melirik nomor kontak di layar ponsel Stave.


" Abii?." pekik Aiden membuat Abi menjauhkan ponsel dari telinganya karena teriakan kakaknya*.


Stave menahan tawanya melihat majikannya yang menyangka Anna menelfonnya." Stave, kau mengerjai aku?." tanya Aiden menoleh ke arah Stave yang seketika merubah mimik wajahnya menjadi datar.


" Tidak Tuan." jawab Stave.


" Bang! Stave nggak bersalah. Oh ya! Anna mencoba menghubungimu beberapa kali akan tetapi ponselmu nggak aktif-aktif." ucap Abi.


" Benarkah?." ucap Aiden yang terkejut.


" Iya, lekas hubungi Anna. Kalau nggak ponselku bakal kembali berdering karena Anna selalu menghubungiku hanya untuk bertaya kabar Aba_" ucap Abi yang terpotong karena Aiden memutuskan panggilannya karena tidak sabaran untuk menghubungi Anna.


" Eh di matiin!!." ucap Abi menoleh ke arah ponsel sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah Aiden memutuskan panggilan bersama Adiknya, Ia menghubungi Anna dengan memakai ponsel asistennya yang juga sebagai sahabat dari kecil.


" Nomor siapa ini?." tanya Anna yang menatap layar ponselnya dengan ragu-ragu Anna mengangkat panggilan itu.


" Hallo, assalamu alaikum." ucap Anna.

__ADS_1


" Waalaikum salam." balas Aiden membuat Anna terkejut bahagia.


" Kak Aiii!!." pekik Anna membuat Aiden menjauhkan ponsel dari telinganya karena mendengar teriakan Anna dari sebrang.


" Astaga sayang, kenapa teriak-teriak? Kupingku hampir saja keluar dari tempatnya." ucap Aiden.


" Maaf-maaf, Kak Ai kemana saja? Kenapa nggak bisa di hubungi? Ke_." tanya Anna bertubi-tubi, namun terpotong karena ucapan Aiden.


" Satu-satu sayang, Kak Ai nggak bisa jawab satu-satu nanti karena pertanyaanmu banyak sekali." balas Aiden dengan tersenyum hangat.


" Hihihi." tawa Anna terdengar.


" Kakak baik-baik saja, ponsel kakak nggak bisa di hubungi karena ponselnya sudah mati. Kakak lupa bawa carnger, kakak juga berada di Singapur, insya allah kakak cepat balik. Kakak sudah jawab semua yang ada di pikiran Anna, jadi jangan cemas lagi. Calon istri kakak jangan sampai sakit hanya gara-gara memikirkanku." ucap Aiden.


" Kok tahu? Kakak kapan pergi ke singapur? Kenapa nggak pamit sama Anna?." tanya Anna yang terkejut dengan keberadaan Aiden yang berada di luar daerah tanpa sepengatahuannya.


" Maaf sayang, bukan maksud kakak nggak pamitan sama Anna. Semua terlalu mendadak jadi nggak sempat mengabari Anna." ucap Aiden yang merasa bersalah.


" Iya Kak, tapi di sana hati-hati dan jangan genit-genit." ucap Anna mengingatkan.


" Hahaha..ternyata calon istriku posesif ya! Apa merindukanku?." ucap Aiden yang tertawa kecil.


" Nggak!!." ucap Anna yang membohongi Aiden, padahal dalam hatinya sangat merindukan Aiden yang selalu berada di dekatnya.


" Oh iya sayang, Anna janji ya sama kakak, apapun yang terjadi jangan mengatakan untuk berpisah dari kakak." ucap Aiden yang teringat sikap Ayahnya yang ingin memisahkan mereka.


" Maksud kakak apa?." tanya Anna yang membuatnya nampak bingung atas ucapan kekasihnya itu.


" Iya Kak, Anna janji. Tapi ada apa?." tanya Anna lagi yang merasa Aiden menyimpan sesuatu darinya.


" Nggak apa-apa." jawab Aiden singkat.


" Ya udah, oh iya! Kakak pulang kapan?." tanya Anna.


" Insya Allah secepatnya." ucap Aiden.


" Ya udah, Anna tunggu." ucap Anna.


" Iya sayang, Anna! Kak Ai mau mandi dulu, nanti kakak hubungi kembali." ucap Aiden yang menoleh ke arah jam dinding.


" Iya Kak, assalamu alaikum." ucap Anna.


" Wa'alaikum salam sayang." ucap Aiden mengakhiri percakapan mereka.


" Stave!!." panggil Aiden.


" Ya Tuan." jawab Stave yang tidak jauh dari sana.


" Ini ponselmu, kau mendengar percakapan kami?." tanya Aiden menoleh ke arah Stave.

__ADS_1


" Ya Tuan." ucap Stave.


" Stave!! Kau lupa apa? Aku sudah bilang sama kamu, kalau kita hanya berdua jangan panggil aku Tuan." ucap Aiden.


" Hehehe..dari tadi aku seperti nyamuk di pojokan mendengar percakapan kalian." ucap Stave.


" Sudah ku bilang cari pacar sana? Jangan jadi jomblo mulu." ucap Aiden berlalu melangkah ke bathroom.


" Cih! Mentang-mentang sudah punya calon istri main ledek aja sama sahabat sendiri." ucap Stave.


" Hahaha." tawa Aiden di dalam bathroom setelah mendengar ucapan Stave kepadanya. Membuat Stave makin kesal dengan Aiden yang selalu meledeknya. Padahal dulu sebelum bertemu dengan Anna mereka sama-sama jomblo dan saling bepergian bersama. Kadang beberapa wanita mengira mereka homo yang selalu bersama.


🌳🌳🌳


Di sebuah Restoran, seorang wanita sedang duduk sambil memainkan ponselnya yang sedang tersenyum menatap layar benda pipih itu.


" Eris!." panggil seseorang dari arah belakang membuatnya terkejut dan menoleh ke arah suara pria yang sangat di kenalinya itu.


" Eh Bram!!." ucap Eris dengan gugupnya mematikan ponselnya.


" Apa aku boleh duduk satu meja bersamamu?." tanya Bram yang melihat beberapa kursi kosong.


" Astaga, duduk saja, tidak perlu bertanya seperti itu." jawab gadis itu yang bernama Eris.


Bram meraih salah satu kursi yang berada di samping Eris yang sedang menunggu pesanannya.


" Kau sendiri?." tanya Bram setelah mendudukkan pantatnya di atas kursi.


" Hmm, kenapa?." tanya Anna yang mengangguk sesaat ke arah Bram.


" Nggak apa-apa, takutnya aku mengganggu kencanmu." ucap Bram.


" Dasar kau!!" sambil memukul lengan Bram." Kencan sama siapa? Kau tahu kan Bram, aku hanya mencintainya." ucap Eris.


" Masih dengan cinta dalam diam?." tanya Bram ke arah Eris yang membuatnya mengangguk." Ya ampun Eris!! Buat apa? Meningan kau cari pria lain yang bisa membalas cintamu itu." ucap Bram.


" Nggak bisa Bram, aku sudah berusaha melupakannya, akan tetapi cinta itu semakin besar terhadapmu Bram. Andai saja kau tahu pria yang sangat aku cintai adalah kamu Bram. Entah bagaimana nanti reaksimu setelah mengetahuinya?." batin Anna yang sedang memandang Bram yang sedang memanggil-manggilnya.


" Eris! Heii Eriiiss." panggil Bram membuyarkan lamunan Eris.


" Maaf." ucap Eris singkat sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, Ia takut Bram mengetahui air mata yang keluar di kedua sudut matanya.


" Astaga Ris!! Aku bukannya membuat kamu sakit hati, tapi aku berusaha menjauhi kamu dari pria itu yang nantinya membuat kamu tersakiti. Kenapa kau tidak mencoba mengungkapkan isi hatimu kepadanya?." ucap Bram yang begitu lebar.


" Aku mencintaimu Bram." ucap Eris sesaat membuat Bram membulatkan matanya ke arah Eris yang terkejut dengan ungkapannya.


🌹🌹🌹


Di kediaman Hardian, Anna sedang menuruni anak tangga melihat keberadaan ayah kandungnya yang sedang duduk di hadapan Dian. Setelah bercakap bersama Aiden, Ayahnya memberi tahu kalau ayah kandungnya yang bernama Leo datang ingin berbicara sesuatu dengannya.

__ADS_1


" Pagi Papa." sapa Anna melangkah mendekati Ayah kandungnya setelah itu menyalami dan mencium punggung tangan Ayahnya itu.


" Pagi juga sayang." balas Leo.


__ADS_2