Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Perjodohan 2


__ADS_3

" Siapa yang di jodohkan?." tanya Bram.


" Nanti juga kamu tahu." jawab Dian.


" Papa dan Om Leo main rahasia dariku." ucap Bram.


" Rahasia apa kak?." tanya Anna yang baru saja tiba di ruangan itu dan juga sempat mendengar ucapan kakaknya.


" Anna, ayo duduk di dekat kakak!." ajak Bram setelah melihat kedatangan Anna.


" Iya Kak." balas Anna melangkah mendekati Bram.


Setelah Anna duduk, Eris dan Reya juga baru saja bergabung bersama mereka. Sebelum kedatangan Anna dan Bram, Eris dan Reya sudah tiba duluan di kediaman Hardian karena permintaan Leo untuk makan malam bersama-sama.


" Anna, Papa dan Papa Leo sangat menyayangimu demi kebahagiaanmu dan melupakan Aiden kami berdua memutuskan menjodohkanmu sayang." ucap Dian membuat Bram dan Anna terkejut.


" Me_menjodohkan aku?." tanya Anna terbata-bata.


" Apaa??." ucap Bram yang terkejut.


" Kenapa pah?." tanya Anna.


" Pah! Papa tidak bisa main menjodohkan Anna." ucap Bram yang sangat keberatan.

__ADS_1


" Bram, Anna, dengarkan omongan papa dulu sampai selesai, baru itu kalian berhak bicara." ucap Dian membuat Anna dan Bram terdiam.


" Sangat terlihat kau begitu peduli terhadap Anna bukan karena sebagai kakak, tapi sebagai orang yang sangat kau cintai." batin Eris yang sedang menatap Bram.


" Kak Eris pasti sangat terluka melihat pria yang sangat di cintainya lebih peduli sama kak Anna. Seharusnya, kak Eris mengungkapkan perasaannya terhadap kak Bram. Atau jangan-jangan kak Eris malu? Kalau begitu, aku yang ungkapin perasaan kakak kepada kak Bram biar kakakku bahagia." batin Reya.


" Papa dan Papa Leo ingin menjodohkan kalian berdua." ucap Dian yang membuat keduanya terkejut.


Praannkk" suara gelas jatuh yang di genggam Eris.


" Eris??."


" Kakak!!."


" Kak! Reya ikut!." ucap Reya yang juga menyusul kakaknya


" Apaa??." ucap Bram yang begitu terkejut, ada rasa bahagia di dalam hatinya mendengar Ia di jodohkan dengan Anna.


" Aku di jodohkan dengan kak Abra? Ke_kenapa?." tanya Anna.


" Papa tidak ingin kehilangan Anna, Anna sudah seperti anak kandung Papa. Dan kalian berdua tidak bersaudara kandung, jadi kami berdua sepakat ingin menjodohkan kalian." ucap Dian panjang lebar.


" Anna, bagaimana denganmu nak?." tanya Leo ke arah putrinya.

__ADS_1


Anna masih terdiam, dalam lubuk hatinya masih sangat mencintai Aiden. Baginya Bram hanya sebagai kakaknya, Ia tidak punya perasaan apa-apa, kasih sayangnya hanya seperti adik kakak saja.


" Anna!!." panggil Ayah Dian membuat Anna tersadar dari lamunannya.


" Boleh kah Anna di berikan waktu untuk memikirkannya?." tanya Anna.


" Boleh." jawab mereka bersamaan dengan mengembangkan senyuman ke arah Anna.


Anna bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka yang hanya memandangi kepergiaannya.


" Apa ini tandanya kau menolak kak Abra Anna?." batin Bram sambil memandangi kepergian Adiknya itu.


" Bram, bagaimana denganmu?." tanya Leo ke arah Bram.


Bram menoleh ke arah Leo yang sedang menunggu jawabannya." Kalau Anna setuju, aku juga setuju om." jawab Bram membuat keduanya lega mendengar jawaban Bram.


🌳🌳🌳


Masih di kediaman Hardian, namun di tempat berbeda di kamar mandi belakang seorang gadis sedang menangis tersedu-sedu di pelukan Adiknya.


" Sudah ya Kak? Reya juga ikutan nangis lo!." ucap Reya sambil mengusap pundak kakaknya.


" Sakit De'." jawab Eris di sela-sela tangisannya.

__ADS_1


" Aku juga merasakannya kak!." ucap Reya sambil berpikir sesuatu untuk kebahagiaan kakaknya.


__ADS_2