
Setelah mereka berdua menonton dan berjalan-jalan di Moll, Aiden mengajak ke tempat lainnya yang membuat Anna bahagia.
" Ini indah banget Kak." ucap Anna sambil memandangi tempat yang banyak payung-payung bergelantungan dan taman yang penuh dengan bunga-bunga itu.
" Anna suka?." tanya Aiden sambil merangkul pinggang ramping Anna.
" Suka banget Kak." jawab Anna yang berbinar.
Anna mengelilingi tempat itu dengan senyum bahagianya, Ia ingin berteriak bahwa hari ini Ia sangat bahagia mendapatkan kejutan demi kejutan.
Setelah puas mengelilingi taman itu, Aiden menuju ke tempat berikutnya yang membuat perjalanan mereka cukup lama. Sehingga mereka tiba di tempat itu setelah mentari tenggelam dan sudah terlihat gelap.
" Kak, kita ngapain di sini?." tanya Anna yang melihat sekelilingnya begitu gelap.
" Ayo turun dulu." ajak Aiden sambil mengulurkan tangannya membantu Anna untuk turun dari mobil.
" Kak!!." panggil Anna yang dalam kegugupan karena takut gelap.
" Tenang sayang, ada Kak Ai di sini." ucap Aiden.
" Tapi_."
Kliikh
Anna begitu terkejut di saat lampu di taman itu menyala, dengan memberikan keindahan dengan lampion-lampion cantik.
" Kak!." ucapan Anna terhenti karena bahagia melihat pemandangan ini.
" Ayo ikut kakak." ajak Aiden memasuki taman itu.
" I_ini indah banget." ucap Anna matanya mengelilingi semua arah yang penuh dengan lampion yang bergelantungan.
" Akhirnya kita sampai." ucap Aiden.
" Kita kok ke sini kak? Di sini lebih gelap lagi." ucap Anna.
Aiden mendekati Anna dan menggenggam kedua tangannya membuat Anna menatap Aiden.
" Anna, aku sangat mencintaimu melebihi seisi dunia ini, melebihi nyawaku sendiri. Maukah kau menikah denganku?." ucap Aiden yang sudah menumpukan salah satu lututnya ke lantai menghadap ke arah Anna yang sudah begitu terharu dengan tingkah Aiden.
Anna sudah tidak bisa berkata apa-apa, Ia hanya bisa menganggukan kepalanya ke arah Aiden sambil berkata" Anna mau Kak!!." ucap Anna di sela-sela tangis harunya. Aiden begitu bahagia mendapatkan jawaban dari Anna.
Kliikh
Anna menoleh melihat ke taman yang penuh dengan banyak lampu." I_ini?." ucap Anna menoleh ke arah Aiden yang sudah bangkit.
" Sayang, apapun yang terjadi, Anna percaya sama kak Ai?." ucap Aiden meyakinkan Anna.
Anna menganggukan kepalanya ke arah Aiden." Kita duduk di sana." ajak Aiden ke tengah-tengah taman itu.
" Apa kakak yang membuat ini semua?." tanya Anna setelah mereka tiba di taman itu.
__ADS_1
" Iya sayang, buat kamu agar Anna selalu tersenyum bahagia." ucap Aiden.
" Anna tersenyum bahagia karena kak Ai." ucap Anna sambil memeluk Aiden.
" Maafkan Kak Ai, akan membuatmu beberapa hari akan menangis." batin Aiden yang tidak kunjung membalas pelukan Anna membuatnya menoleh ke arah wajah Aiden yang sedang melamun.
" Kak Ai kenapa?." tanya Anna membuat Aiden tersadar kembali.
" Hhmm.. nggak apa-apa sayang, ayo kita duduk menikmati keindahan taman ini." ajak Aiden membuat Anna melepaskan rangkulannya.
Mereka berdua menghabiskan waktu bersama di taman itu dengan keromantisan yang seperti di lakukan anak muda lainnya.
Di tempat lain, seorang pria mondar-mandir sambil menghubungi seseorang yang begitu kesal karena nomor ponselnya tidak kunjung aktif.
" Sial!! Kemana dia?." tanya pria itu yang sudah berumur.
Tak tak tak" suara sepatu wanita yang sedang melangkah mendekatinya.
" Lihat Mah!! Aiden akan mempermalukan kita." ucap Prabu dengan amarahnya.
" Ini bukan salah Aiden, tapi salah Papa." jawab Vina yang membela Aiden.
" Ini demi kebahagiaan Aiden, Mama lupa dengan penderitaan kita yang pernah kita alami karena ulah Leo?." tanya Prabu ke arah istrinya.
" Mama tidak lupa, tapi dalam hati Mama, Leo tidak mungkin melakukan ini, pasti dia di jebak dan papa di pengaruhi oleh orang lain." ucap Vina.
" Cukup Mah!! Kenapa Mama masih saja membela Leo?." tanya Prabu yang sudah memendam amarah melihat istrinya membela musuhnya.
" Cukup Pah!." teriak seseorang mencoba menghentikan pertengkaran kedua orang tuanya.
Mereka berdua menoleh ke asal suara itu, yang terlihat tidak jauh dari mereka." Ai!!." panggil Vina.
" Yang terpenting aku sudah datang." jawab Aiden singkat.
" Ayo kita pergi!." ucap Prabu dengan melewati putranya.
" Ai!." panggil Vina mendekati putranya.
Aiden menoleh ke arah Ibunya yang sedang menatapnya." Mama tenang ya!." ucap Aiden.
Sengah jam yang lalu,Aiden menoleh ke arah jam tangannya melihat jarum yang hampir menunjukkan pukul 7 malam, Aiden mengajak Anna untuk kembali ke rumah. Setelah mengantar Anna, Aiden menuju kekediamannya menemui orang tuanya.
🌳🌳🌳
" Wah!! Papa rapih banget, mau kemana? Pasti mau kencan kan ya ya?." tanya Anna mencoba menggoda Ayahnya.
" Tidak sayang, Papa mau ke acara teman relasi bisnis, Anna tidak ikut sama papa?." tanya Leo ke arah putrinya.
" Memangnya Anna bisa ikut?." tanya Anna ke arah Ayahnya yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil memasang sepatunya.
" Bisa sayang, malah papa tambah senang, biar kamu mengenal teman-teman bisnis papa. Apalagi kamu adalah calon penerus perusahaan!!." ucap Leo.
" Tapi Anna nggak tahu gimana caranya mengelola bisnis papa!." jawab Anna.
" Nanti papa ajarin, sana ganti baju. Ntar kita telat nanti." ucap Leo.
" Ya Pah!." ucap Anna sambil berlalu pergi menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Anna keluar dari kamarnya dengan memakai gaun malam yang begitu cantik,rambutnya di biarkan terurai menambah kecantikannya.
Leo tersigap melihat kecantikan putrinya itu yang seperti melihat wajah mantan istrinya. Anna tersenyum ke arah Ayahnya yang sedang menatapnya.
" Pah!." panggil Anna.
" Kau sangat cantik sayang." ucap Leo memuni kecantikan putrinya itu.
" Terimakasih Pah!." ucap Anna.
" Ayo, kita pergi!." ajak Leo.
" Oh iya, Kak Eris sama Reya kemana?." tanya Anna yang belum melihat keduanya.
" Eris masih di rumah sakit, kalau Reya, katanya mau kencan sama pacarnya." jawab Leo.
" Aish!! Kemana sih jodoh Kak Eris? Aku sama Reya punya pacar, kalah dong sama adik-adiknya." ucap Anna.
" Itu namanya belum jodoh sayang."ucap Leo sambil membukakan pintu mobilnya untuk Anna.
Setelah itu Leo masuk kedalam mobil dan mengemudinya meninggalkan halaman kediamannya.
🌳🌳🌳
Terlihat di gedung itu, banyak tamu-tamu berdatangan ke acara itu yang juga terlihat Dian dan putranya yaitu Bram.
" Malam semua." ucap MC yang mulai menyapa tamu-tamu yang berada di ruangan itu.
Semua orang menoleh dan membalas sapaan MC yang berada di atas panggung. Bram ikut menoleh juga yang sedang meminum-minumannya. Tiba-tiba Ia di kagetkan dengan tepukkan seseorang di pundaknya, Ia membalikkan tubuhnya ke arah gadis itu.
" Anna!!." sapa Bram.
" Kakak juga di sini?." tanya Anna.
" Iya, sama Papa. Anna ke sini dengan siapa? Aiden kah?." tanya Bram.
" Bukan, sama Papa Leo, mana Papa Dian?." tanya Anna yang merindukan ayah angkatnya.
" Papa, lagi mengobrol sama teman-temannya." ucap Bram.
Mereka berdua sedang mengobrol tanpa mendengar MC yang sedang berkata di atas panggung. Hingga tanpa mereka sadari mereka melewatkan mendengar tuan rumah acara itu berbicara.
Tidak lama kemudian, MC mengumumkan acara inti hari ini adalah pertunangan seseorang yang telah di jodohkan. MC memanggil gadis itu yaitu Nena, setelah itu memanggil nama Pria itu membuat Anna berhenti mengobrol dengan Bram.
Anna menoleh ke atas panggung, namun Ia tidak bisa melihat pria itu karena orang-orang sudah mengerumuni panggung itu. Anna melangkah pergi meninggalkan Bram, dengan degup jantungnya yang berdetak melangkah mendekati panggung itu.
Satu demi satu melewati orang-orang itu, begitu terkejutnya Ia melihat pria yang berdiri di atas panggung dengan gagahnya. Beberapa jam yang lalu menyatakan isi hatinya dan mengajaknya menikah kini berada di atas panggung bersama gadis lain yang akan menjadi tunangannya.
Kakinya terlihat lemas, Ia berpegangan ke salah satu kursi di sampingnya untuk menompang tubuhnya yang hampir saja terjatuh.
Anna melihat proses pemasangan cincin itu, matanya sudah berembun. Ia ingin sekali berteriak menghentikan acara ini, namun tenggorokannya terasa tercekik. Bila Ia sedang bermimpi, Ia ingin sekali bangun dari mimpi itu. Tapi semua terlihat begitu nyata, pria yang selama ini dia sangat cintai bertunangan dengan gadis lain. Anna mencoba mengangkat tangannya melihat jari manisnya yang masih terselip cincin pertunangan mereka berdua.
Prok prok prok." suara tepukan para tamu-tamu.
" Aideeenn!!." teriak seseorang.
__ADS_1
Buughh