Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Anna!


__ADS_3

Setelah memasuki Apartemen, Gladis melihat Eris dan Reya yang nampak mengkhawatirkan sesuatu. " Assalamu Alaikum." Ucapnya saat memasuki ruangan yang terdapat kedua orang itu.


" Waalaikum salam." ucap mereka bersama dengan spontan mereka menoleh ke orang yang sempat mereka khawatirkan.


" Dari mana Kak? Kami cemas banget lo nyari Kakak kesana kemari tapi nggak kunjung kami temukan. Ponsel pun tak di bawa semakin membuat kami sangat cemas Kak!." ucap Reya yang mengomel saat melihat Gladis menghampirinya.


" Seharusnya kasih tau Mba, kalau kau mau keluar. Biar Mba sama De' nggak cemas tentang keberadanmu. Mba takut kalau nanti terjadi apa-apa sama kamu." ucap Eris yang juga sangat cemas mengkhawatirkan keberadaan Gladis. Apalagi Gladis tidak sempat membawa ponselnya semakin membuat mereka sangat khawatir kalau nanti terjadi apa-apa sama Gladis. Apalagi sakit kepala Gladis kadang menyerangnya di saat muncul bayangan masa lalunya. Dan mereka masih baru di tempat itu, tidak ada yang mengenali mereka.


" Maaf ya Mba! Maaf Reya!.Sudah membuat kalian panik. Aku hanya ketaman sebentar, nggak taunya aku pingsan di sana. Untung ada warga menolong dan membawaku ke rumahnya Mba!. Mereka juga nggak kenal Aku, trus di saat sadar aku langsung pamit pulang." ucap Gladis.


" Apaa?." ucap mereka terkejut.


" Kakak terluka kah atau?." tanya Reya panik sambil memperhatikan tubuh Gladis yang lainnya.


" Kakak nggak apa-apa Ya!." ucap Gladis menenangkan kepanikan Reya.


" Syukurlah." Ucap Reya.


" Kalau mau keluar pamit dulu sama Mba atau Reya ya?." ucap Eris.


" Iya Mba." ucap Gladis.


" Mba mau berangkat dulu. De' jadi nggak mau ikut Mba?." ucap Eris ke arah Adiknya.


" Jadi dong Mba. Kak, ayo ikut kita aja ya! Sepi di sini." Ucap Reya mengajak Gladis.


" Boleh ya Mba? Aku ikut sama kalian?." Tanya Gladis ke arah Eris.


" Boleh. Mba juga mau memeriksakan kesehatanmu sama Dokter teman Mba, Dia ahli saraf. Siapa tau ada jalan pengobatan lainnya biar hilang ingatanmu bakal balik!." ucap Eris.


" Oke Mba, Aku siap-siap dulu." ucap Gladis.

__ADS_1


" Yeee, akhirnya Kak Gladis ikut juga." ucap Reya.


Mereka pun siap-siap berangkat ke rumah sakit di tempat kerja Eris yang baru. Di rumah sakit itu juga sepasang suami istri sedang bergandeng tangan sedang berjalan ke ruangan Dokter yang sudah menghubunginya untuk memeriksa kesehatannya.


" Papa jangan sering pikirkan Aiden, lihatkan kesehatan Papa menurun sekarang." ucap Istrinya yaitu Vina.


" Gimana nggak di pikirkan Mah! Papa takut nanti dia seperti Papa dulu yang hampir kehilangan Mama." ucap Suami Vina yaitu Prabu.


" Tapi Mama yakin Aiden orangnya kuat Pah! Nggak seperti Papa." ucap Istrinya mengejek suaminya.


" Hhmm Mama bandingin Papa lagi sama Anak sendiri ya? Mama kan tau biar Papa gini-gini bikin Mama mendesah di atas tempat tidur." ucap Suaminya menggoda Vina yang sudah bersemu merah.


" Is Papa jangan ngomong yang gituan di tempat umum." bisik Istrinya yang malu karena perkataan Suaminya.


" Hahaha Mama malu ya?." ucap Prabu yang kembali menggoda Istrinya.


" Papa mau tidur di luar?." tanya Vina yang sudah malu karena ulah suaminya.


" Biarin. Abis Papa ngomong yang gituan sih di sini!." ucap Vina.


" Hahaha, eh sudah sampai Ma! Semoga Dokter Eris sudah balik dari Amrik." ucap Prabu.


" Semoga Pah! Andai saja Aiden suka sama Dokter Eris kan bagus lo Pah, punya mantu Dokter." ucap Vina.


" Walaupun Aiden kita jodohin sama Dokter cantik itu, Dokter itu nggak bakal terima Mah!." ucap Prabu.


" Kenapa Pah? Emang Aiden nggak tampan ya? Dan setahu Mama Dokter Eris itu jomblo lo Pah! Cocok sama Aiden, wanita mana nggak terpesona sama ke tampanan anak kita lo pah!." ucap Vina memuji ketampanan putranya di hadapan suaminya yang posesif.


" Ekhem.. Aiden sama Papa tampan yang mana Mah?." tanya Suaminya.


" Is, Anak sendiri lo pah!." ucap Vina.

__ADS_1


" Biarin Mah! Papa nggak mau di mata Mama, orang lain lebih tampan dari Papa." ucap Prabu.


" Aduh mah sakit!." adu kesakitan Prabu karena Vina mencubit perut suaminya.


" Rasain." ucap Vina.


" Hehehe, Istri Papa makin cantik." goda Prabu ke arah Istrinya.


" Is Papa, lanjutin obrolan tadi. Kenapa Dokter cantik itu tidak suka sama Putra kita?." Tanya Vina.


" Oh itu, Dokter Eris sangat mencintai seseorang dari masa lalunya. Dan di hatinya hanya untuk pria itu sampai kapanpun." ucap Prabu.


" Wah, cinta mati dong lo Pah!." ucap Vina.


" Hhmm."


" Permisi, Apa Dokter Eris sudah ada di ruangannya?." tanya Prabu ke salah satu perawat yang lewat di hadapan mereka.


" Oh Dokter Eris! Dokter Eris baru saja tiba di ruangannya Pak." ucap sang perawat.


" Baiklah,Terimakasih." ucap Prabu.


" Sama-sama Pak." ucap sang perawat kembali melanjutkan langkahnya.


" Pah! itu ruangannya, ayo!." ucap Vina ke arah suaminya.


Tok tok tok


Vina mengetuk ruangan Dokter Eris, pintu pun terbuka dan terlihat seorang gadis yang begitu cantik. Mereka berdua nampak terkejut dengan sosok wanita itu, wanita yang hampir menjadi menantu mereka. Tapi ada yang ganjil dalam pikiran mereka, tak terlihat lagi sebuah topeng yang selalu nampak di sana. Kini pipi gadis itu begitu mulus dan cantik, Apa mereka salah mengenali orang? Atau gadis ini kembaran calon menantu mereka yang sudah tiada? Tanpa sengaja Vina memanggil nama yang pernah gadis itu dengar.


" Anaa!."

__ADS_1


__ADS_2