Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Jijik


__ADS_3

" Apaa? Kamu nabrak orang?." kagetnya.


" Iya Kak, cepetan kesini kalau nggak dia bisa mati. Aku nggak mau masuk penjara Kak hiks hiks hiks.." Ucap Reya.


" Baiklah kirim lokasi ke ponsel Kakak, tunggu 5 menit lagi." ucap Kakaknya.


Klik


" Jangan mati dulu ya? Tunggu 5 menit Kakakku bakal menolongmu." ucapnya di sela-sela air hujan mengguyurnya. Saking gugupnya tak perduli tubuh Reya di basahi hujan, apalagi hujan itu begitu lebat dan dingin.


Terdengar sebuah mobil sirene Almbulance mendekati lokasinya, hatinya mulai lega karena sedari tadi masih begitu khawatir." Akhirnya Kak Eris datang juga." ucap Reya.


" Reyaaa." panggil seorang gadis yang berbaju putih lengkap seperti seorang dokter keluar dari dalam mobil Ambulance.


" Kakak." panggil Reya menyambut Kakaknya.


" Cepat, tolong Dia Kak!." ucap Reya dengan wajah panik.


" Tolong cepat sus!." ucap Eris ke arah kedua perawat yang datang bersamanya.


Gadis yang terkulai di jalan raya pun itu di angkat di bawa ke mobil Ambulance. Baju yang telah basah karena hujan dan darah kini telah bercampur.


" Pak, cepat ya!." ucap Reya.


" Ayo kita ke rumah sakit. Kamu nggak apa-apa kan De?." tanya Eris kearah Adiknya.


" Aku nggak apa-apa Kak." Ucap Reya.


Mereka berdua memasuki mobil dan mengemudi mobil Reya ke arah Rumah sakit meninggalkan lokasi itu. Mobil yang membawa gadis itu pun pergi meninggalkan lokasi itu melaju ke arah Rumah Sakit.


Beberapa saat kemudian, mobil itu pun telah tiba di halaman Rumah sakit. Gadis itu pun di bawa ke ruang UGD. Eris melangkah dengan tergesa-gesa ke ruangan di mana wanita itu di rawat. Tetapi sebelum menganangi gadis itu ,Eris dan Reya yang sudah basah kuyup pergi ke ruang ganti untuk berganti pakaian, sebelum mobil yang membawa gadis itu datang.


" Kak, selamatkan Dia ya?." ucap Reya yang begitu cemas dengan keadaan gadis yang di tabraknya. Setelah mereka berdua sampai di pintu ruangan UGD.

__ADS_1


" Insya Allah De, Doain saja yang terbaik. Tunggu Kakak di sini." ucap Eris.


" Iya Kak." ucap Reya.Eris memasuki ruangan itu, beberapa perawat pun masuk.


Beberapa menit kemudian, Eris keluar bersama Dokter lainnya. Reya melihat wajah Kakaknya seperti tak biasa. Setelah Dokter meninggalkan Dokter Eris, Reya mendekati Kakaknya.


" Kak gimana keadaannya?." tanya Reya.


Eris yang belum sempat menjawab pertanyaan Adiknya tiba-tiba pintu ruangan UGD terbuka. Terlihat sosok wanita yang sedang terbaring di sebuah brangkas yang di bawa oleh para perawat keluar dari ruangan UGD. Reya kaget dengan wajah gadis itu yang ada bekas luka di mana-mana dan bekas luka yang sudah lama tapi masih membekas.


" Kak, apa dia baik-baik saja?." tanya Reya yang penasaran. Karena Brangkas yang membawa gadis itu mengarah ke ruang operasi.


" Dia tidak baik-baik saja De'. Akibat terkena benturan beberapa kali di kepalanya sangat parah, sehingga para Dokter yang lainnya memutuskan untuk mengoperasi Dia." ucap Eris yang terlihat sedih.


" Ya Allah Kak, trus gimana? Apa dia akan selamat Kak?." tanya Reya yang begitu shok dan cemas.


" Kamu tenang ya? Kakak akan berusaha menyelamatkannya. Kakak pergi dulu." ucap Eris meninggalkan Adiknya yang masih terlihat begitu sedih.


Dua jam berlalu, akhirnya operasi pun telah usai. Para Dokter alih telah keluar satu persatu, namun Eris belum juga keluar. Reya semakin khawatir sedang duduk menunggu Kakaknya tapi dalam pikirannya khawatir tentang keadaan di dalam sana, hatinya tak bisa tenang sebelum mendapatkan kabar gadis itu. Beberapa menit kemudian terbuka pintu ruangan itu, terlihat Kakaknya sedang melangkah ke arahnya yang terlihat begitu lelah.


" Kak, bagaimana?." Tanya Reya yang penasaran keadaan gadis itu. Eris mendudukan pantatnya di kursi tunggu. Reya pun ikut mendudukan pantatnya di samping Kakaknya.


" Gadis itu banyak kehilangan darah De'." balas Eris.


" Apaa? Trus gimana? Dia selamat kan?." Tanya Reya bertubi-tubi yang begitu panik.


" Satu-satu De', Alhamdulillah di Bank Darah masih ada stok darah langka itu. Tapi_." ucap Eris yang terhenti karena Reya yang panik kembali bertanya.


" Tapi kenapa Kak?." tanya Reya.


" De' kenapa nggak sabaran sih? Kakak tuh belum selesai ngomong udah di sambar dengan pertanyaanmu." ucap Eris yang kesal.


" Abis Kakak kelamaan sih ngomongnya." ucap Reya yang ikut kesal.

__ADS_1


" Ya udah, Dia mengalami koma De'." ucap Eris akhirnya dengan wajah sedih.


" Apaa? Tapi tetap hidup kan?." tanya Reya.


*Jlet*aakkkhh


" Aduh, sakit lo kak!." ngadu kesakitan Reya yang di jitak Kakaknya.


" Dia hanya mengalami koma, tapi doain yang terbaik De', kalau Dia sadar nanti kita akan kembali ke Amerika." ucap Eris.


" Balik? Bukannya Kakak mau cari seseorang di sini?." tanya Reya.


" Hhmm, Kakak sudah suruh orang untuk mencari. Kita balik ke Amrik biar kamu nggak nakal lagi." ucap Eris yang bangkit dari duduknya.


" Is Kakak nggak modern banget sih." ucap Reya yang kesal.


" Biarin, Oh iya ayo makan malam dulu De'" ajak Eris ke arah Adiknya.


" Hhmm, Ayo tumben Kakak tahu perut Reya belum di isi?." ucap Reya.


" Sehati kita." goda Eris kearah Adiknya.


" Is jijik Kak."


" Hahaha." tawa Eris. Mereka berdua meninggalkan Rumah sakit itu dan menuju ke Restoran untuk makan malam


Namaku Eriska Erlangga yang sering di panggil Eris, Aku seorang wanita berprofesi seorang Dokter. Umurku sudah terbilang 26 Tahun dan mempunyai Adik yang lucu dan ceria. Nama Adikku Freya Erlangga umurnya masih di bawag 4 tahun dariku. Adikku sekarang masih kuliah di salah satu Universitas di Amrik. Kami berdua ke sini mencari seseorang yang begitu dekat dengan orang tua kami. Orang Tua kami sudah meninggal semenjak Aku masih umur 15 tahun jadi aku sendiri yang menjaga Adikku sampai sekarang.


...****************...


Tambah tokoh cerita ya buat seseorang..biar si bambang relain Anna buat Aiden..yang penasaran kelanjutannya..jangan lupa like komennya ya😉


Like komennya ku tunggu ya😉

__ADS_1


__ADS_2