Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Jangan Amnesia Lagi Ya!


__ADS_3

Di ruangan yang bercat putih yang tercium bau obat-obatan di ruangan rawat yang berada seorang gadis yang nampak sedang kesal dengan pria di hadapannya.


" Sayang, makan dulu ya?." tanya pria itu yang sedang berusaha menyuapinya. Tapi lagi-lagi gadis itu menolak dengan merapatkan mulutnya.


" Ya sudah tapi Anna makan dulu baru kita jalan-jalan." ucap Pria itu lagi membuat gadis di hadapannya tersenyum bahagia.


Ia mengangguk dan membuka mulutnya menerima suapan dari pria itu. Pria di hadapannya begitu senang, melihat gadis yang amat di cintainya begitu menggemaskan.


" Anna." panggil pria itu.


Gadis yang mendengar namanya menoleh ke arah pria itu." Ada apa Kak Aiden?." tanya Anna.


" Jangan amnesia lagi ya? Kakak sudah cukup menderita di saat Anna di nyatakan meninggal." ucap Aiden sambil menatap Anna.


Anna yang mendengar penuturan Aiden membuat hatinya ikut sedih." Maafkan Anna membuat kak Aiden sedih." ucap Anna.


" Iya sayang, nggak apa-apa. Sekarang di pertemukan kembali, jodoh takkan kemana." ucap Aiden.


" Eheemm." batuk seseorang dari arah pintu kamar rawat Anna, membuat mereka terkejut.


" Pah! Sepertinya kita sedang mengganggu orang bermesraan." ucap Vina ke arah suaminya.


Leo terkejut dengan kedatangan orang tuanya, Anna terlihat nampak merona di kedua pipinya karena malu di hadapan orang tua Leo.


" Eh! Apa kabar Tante, Om?." tanya Anna mencoba mengalihkan.


" Baik sayang." jawab Vina mendekati calon menantunya." Bagaimana masih terasa sakit?." tanya Vina menyentuh kepala Anna.


" Sudah tidak lagi tante." jawab Anna sambil menggelengkan kepalanya.


" Loh! Kok panggil Tante? Panggil Mama sayang, Anna kan sudah calon menantu Mama." ucap Vina ke arah Anna.


Aiden menoleh ke arah Ayahnya yang sedang melamun, Ia merasa Ayahnya menyembunyikan sesuatu darinya. Aiden mendekati Ayahnya untuk memberikan kesempatan Anna dan ibunya mengobrol.


" Pah!." sapa Aiden.


Prabu menoleh ke arah putranya yang sudah berada di sampingnya yang sedang menatapnya." Son, Papa ingin bicara, hanya kita berdua saja." ucap Prabu.


" Baik Pah!." jawab Aiden.


" Ma! Anna! Kami berdua ke kantin dulu." ucap Prabu.


" Ya O_ Papa." jawab Anna yang hampir memanggil "om" membuat Prabu tersenyum Anna memanggilnya" Papa".


" Ya Pah! Tapi jangan lama-lama ya?." ucap Vina ke arah suaminya.


" Ya Mah!." jawab Prabu ke arah istrinya.


" Aku ikut Papa dulu." ucap Aiden ke arah Anna.

__ADS_1


" Ya Kak." jawab Anna.


" Eheem, sekarang mau pamit sama calon istri, bukan sama Mama." ucap Vina.


" Mama apaan sih!." ucap Aiden setelah itu beranjak meninggalkan mereka berdua.


🌳🌳🌳


Cetaarr


Suara petir di sertai hujan turun, membuat seorang pria paruh baya itu tetap setia duduk di samping makam mantan istrinya. Pria itu masih tetap tidak beranjak pergi walaupun hujan lebat mengguyur tubuhnya. Dari kejauhan pria yang sedari tadi memperhatikannya keluar dari dalam mobil sambil membawa 2 payung di tangannya. Satu untuk dirinya pakai dan satu untuk sahabatnya.


Setelah sampai di samping pria itu, Ia membuka payung yang satunya dan memayungi pria yang tidak mengetahui kedatangannya.


Pria itu terkejut merasakan hujan tidak lagi mengguyurnya, dengan rasa penasaran Ia mendongakkan wajahnya ke atas. Ia melihat seseorang memayunginya, Ia menoleh ke arah orang yang berdiri di belakangnya. Ternyata sahabatnya sendiri sedang berdiri menatapnya sambil memegang payung.


" Lebih baik biarkan aku di guyur hujan, ini tidak sepadan dengan penderitaan Clara selama bersamaku." ucap Leo.


" Masih saja seperti dulu, kau tau? Kalau kau menunggu sampai dia bangun? Dia takkan kembali Leo, Clara sudah tenang." ucap Pria itu.


" Bukan itu Dian, aku menghukum diriku sendiri karena kesalahanku pada Clara." jawab Leo.


" Nanti kamu sakit Leo, kalau kau ingin membayar kesalahanmu, lebih baik kau menjaga Anna dengan baik dan menyayanginya."ucap Dian.


" Putriku?." gumam Leo teringat Anna.


Dian pun ikut menyusul Leo, memasuki mobilnya. Leo mengemudikan mobilnya dengan tergesa-gesa meninggalkan Dian yang masih menatapnya.


" Kemana sih bodoh ini?." tanya Dian mengemudikan mobilnya menyusul Leo yang sudah mulai tidak nampak mobilnya.


🌲🌲🌲


" Papa ada apa?." tanya Aiden ke arah Ayahnya yang sedang duduk menyesap minumannya.


" Ini tentang Anna." jawab Prabu ke arah putranya.


" Anna? Kenapa Pah?." tanya Aiden.


" Anna bukan putri kandung Om Dian." ucap Prabu.


" Apaa?."Aiden begitu terkejut mengetahui tentang Anna.


" Papa juga baru mengetahuinya, Papa ingin pernikahan kalian di tunda dulu sebelum menemukan ayah kandung Anna." ucap Prabu.


" Apa maksud Papa?." tanya Aiden bangkit dari duduknya.


" Son, dengerin Papa dulu." jawab Prabu mencoba menjelaskan.


" Aku tau maksud Papa, Papa ingin memisahkan aku dengan Anna kan?." tanya Aiden yang mulai tersulut emosi.

__ADS_1


" Bukan begitu." jawab Prabu yang juga bangkit dari duduknya.


" Maaf Pah! Aku tetap mencintai Anna dan segera menikahinya. Terserah Papa melakukan apa untuk memisahkan aku dan Anna. Yang pasti aku hanya ingin Anna." ucap Aiden tegas. Setelah itu beranjak pergi meninggalkan Prabu yang tidak berkata apa-apa.


" Astaga, seharusnya di dengerin dulu, cinta memang membutakan orang." gumam Prabu sambil menggelengkan kepalanya sesaat.


Brraaakkhh


Suara pintu yang di buka paksa oleh seseorang membuat dua orang wanita berada di kamar itu begitu terkejut.


" Aiden!." ucap Ibunya yang bangkit dari duduknya.


" Kak!." ucap Anna yang juga begitu terkejut.


" Ada apa Ai?." tanya Vina melihat raut wajah putranya yang tersulut emosi.


" Mama lebih baik pulang saja." ucap Aiden menahan amarahnya.


" Ai mengusir Mama? Ada apa?." tanya Vina yang begitu terkejut atas penuturan putranya itu sambil melangkah mendekati anaknya.


Prabu yang baru saja sampai melihat Istri dan Anna menoleh ke arahnya. Seakan mengerti melihat raut wajah istrinya yang sedang menatapnya


" Mah! kita pulang dulu ya?." ucap Prabu.


" Ada apa Pah?." tanya Vina ke arah suaminya meminta penjelasan.


" Nanti kita bicara dalam mobil." ucap Prabu.


" Anna, Mama sama Papa pamit dulu ya?." ucap Vina berpamitan.


" Ya Ma." jawab Anna.


" Ai, Mama sama Papa pamit dulu." ucap Vina ke arah putranya yang sedang menunggunginya.


Aiden hanya mengangguk tanpa berkata apapun, Ia begitu kesal dengan Ayahnya yang ingin memisahkannya dengan Anna.


Setelah kepergian mereka, Ai melangkah medekati Anna yang sedang duduk di ranjang sambil menatapnya.


Aiden memeluk Anna dengan erat membuat Anna begitu terkejut." Kak_." ucap Anna yang langsung terpotong oleh ucapan Aiden.


" Biarkan seperti ini." ucap Aiden sambil memejamkan matanya.


Anna pasrah di pelukan Aiden tanpa berucap sekata apapun, pelukan Anna membuat emosinya kembali hilang.


Tidak lama kemudian suara dengkuran halus terdengar dari Aiden, nampak Aiden tertidur di pelukannya. Anna memperbaiki posisi Aiden yang sedang tertidur, kepala Aiden yang di pundaknya di letakan ke bantal yang berada di sampingnya.


Ana memperhatikan wajah pria yang selalu membuatnya kesal dengan godaannya. Anna tersenyum melihat wajah Aiden yang nampak kelelahan .


" Makasih ya Kak, sudah menunggu Anna." ucap Anna.

__ADS_1


__ADS_2