Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
61


__ADS_3

"Bayangan? Hmm.. jangan di pikirin, meningan kamu istirahat. Kalau kamu nggak mau? Mba bakal marah sama kamu." ucap Eris dengan tegas.


" Iya Mba." ucap Anna yang akhirnya menyerah.


" Nah! Ini baru Adik Mba."ucap Eris membantu Anna kembali membaringkan tubuhnya kembali.


" Terimakasih Mba." ucap Anna dengan mengembangkan senyumannya ke arah Eris.


Setelah itu Eris menemani Anna tidur, Eris keluar di saat Anna sudah tidur pulas.Di saat menutup pintu ruang inap Anna Aiden muncul di hadapannya sambil membawakan bunga untuk Anna.


" Dok, Anna maksudku Gladis sudah tidur?." tanya Aiden.


" Sudah, biarkan dulu dia istirahat dan kamu juga harus istirahat." ucap Eris. Aiden menganggukan kepalanya setelah itu Ia berlalu memasuki ruang inap Anna. Ia melangkah mendekati ranjang Anna, terlihat Anna yang sedang tertidur pulas.


Aiden meraih kursi dan di dekatkan di ranjang Anna, setelah itu Ia duduk sambil membelai rambut Anna. Aiden tersenyum melihat wajah Anna yang sudah terlihat begitu cantik.


" Anna, aku lebih suka wajahmu yang dulu sayang." ucap Aiden sambil mengecup kening Anna karena Ia tidak tahan karena kerinduannya.


Di saat rapat penting, pikirannya hanya terbayang tentang Anna. Walaupun itu Ia menyelesaikan rapat itu dengan sempurna dan langsung mendatangani kontrak yang sudah di sepakati. Setelah itu Ia berpamitan menuju ke rumah sakit untuk menemani pujaannya. Setelah lama melamun, Akhirnya Aiden pun tertidur di samping Anna sambil duduk.


🌳🌳🌳


Di keramaian malam di hotel, seorang pemuda dari acara pertemuan mendadak kini sedang melangkah ke arah parkiran mobilnya. Terlihat dari jauh seorang gadis sedang merengek dan mengomel ke arah mobilnya. Pemuda itu pun mengerit keningnya, merasa aneh melihat gadis itu yang sedang berbicara dengan mobil.


Pemuda itu hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan gadis itu, di saat itu mobilAbi berada di samping mobil gadis itu. Di saat Abi ingin meraih hendle pintu mobilnya, gadis itu memanggilnya.


" Hei." panggilnya.


Pria itu melirik ke arah kanan kiri, namun tidak ada seorang pun sehingga Ia menoleh ke gadis itu kembali.


" Kamu lah, emang ada yang lain di sini?." ucap gadis itu.


" Ada apa?." tanya Pria itu.


Gadis itu mendekati pria itu dengan senang." Boleh minta tolong nggak?." tanya gadis itu di hadapan pemuda yang nampak cuek kepadanya.

__ADS_1


" Minta tolong apa?." tanya pria itu.


" Kenalin dulu, namaku Reya." ucap gadis itu sambil mengulurkan tangannya di hadapan Pria itu.


" Abi." ucap Pria itu tapi tidak membalas uluran tangan Reya. Reya yang begitu malu dan kecewa kembali menurunkan tangannya walaupun hatinya begitu kesal dengan pria dihadapannya itu.


" Minta tolong apa? Cepetan." ucap Abi.


" Hhmm... itu si cantik nggak bisa jalan. Aku boleh numpang kagak?." tanya Reya.


" Si cantik? Siapa itu?." Tanya Abi yang melirik ke arah belakang gadis itu." Cari sono yang lain buat numpang."ucap Abi kembali.


" I_itu si cantik itu nama mobilku." ucap Reya yang kesal.


" Pphh buhahaha, mobil jelek gitu di kasih nama." ucap Abi meledek.


" Ih apaan yang jelek? Mobilmu yang jelek." ucap Reya yang balik meledek mobil Abi.


" Eh, mobilku tampan gini di bilang jelek. Mobilmu kali ya!." ucap Abi.


Reya mengambil botol itu dan kembali mendekati Abi yang masih saja menertawainya. Dengan kesalnya, botol itu di buka penutupnya dan di tumpahkan sisa saos yang ada di dalam botol itu kearah mobil Abi.


Abi yang melihat pun langsung mendekati Reya untuk menghentikan Reya yang sedang mengotori mobilnya. Namun, Ia terlambat menghalangi Reya mobilnya kini sudah banyak saos yang di tumpahkan Reya di atas mobilnya.


" Hei mobil guee, gila lo ya!." bentak Abi dengan marahnya.


" Kenapa? Ini baru namanya tampan, dasar cowok sombong." ucap Reya.


" Heeii gadis bar-bar, kenapa lo ngotorin mobil mahal gue?." tanya Abi masih kesal dan penuh amarah karena mobil kesayangannya kini kotor akibat ulah Reya.


" Itu pelajaran buat kamu dasar cowok sombong. Hmm.." ucap Reya sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


" Kamuu!." ucap Abi dengan suara meninggi sambil menunjuk Reya.


Di saat Abi ingin menyerang Reya, beberapa orang melihat ke arah mereka sehingga membuat Abi tidak melanjutkan aksinya. Namun, Reya yang melihat itu mengambil kesempatan untuk menangis agar orang-orang simpati padanya.

__ADS_1


" Haa huuu huu, kau jahat. Kau sudah membuat aku di usir sama Kakak, sekarang kau tinggalkan aku di sini." ucap Reya sambil pura-pura menangis.


Abi pun terkejut dengan sikap Reya yang tiba-tiba menangis dan menuduhnya meninggalkannya. Orang-orang yang melihatpun mendatangi Reya yang sedang pura-pura menangis.


" De, kenapa?." tanya seorang gadis yang mendekati Reya salah satu pengujung hotel .


" Aku mau di tinggalkan di sini oleh dia." ucap Reya sambil menunjuk ke arah Abi.


Abi yang melihatpun terkejut dengan ucapan Reya ke arahnya." Aku mana mungkin? Kenal sama kamu saja nggak!." ucap Abi.


" Emang siapa gadis ini?." tanya wanita itu ke arah Abi.


" Namanya Reya." ucap Abi.


" Lah, tuh kan kamu kenal? Pria nggak tau malu, gini nih kalau sudah di dapat madunya udah pura-pura nggak kenal." ucap wanita itu, yang lain pun ikut menghujat Abi walaupun semua tidak benar.


Dengan terpaksa Abi mengajak Reya masuk mobilnya, walaupun dalam hatinya begitu kesal dan marah. Karena, di fitnah oleh Reya gadis yang baru saja bertemu dengannya.


Reya begitu senang, akhirnya mendapatkan tumpangan walaupun dengan cara menfitnah laki-laki yang baru saja di kenalnya. Mereka berdua di dalam mobil nampak begitu hening, Reya yang begitu canggung karena hanya mereka berdua di dalam mobil itu.


Mobil Abi melewati terowongan yang hanya beberapa lampu menyala dan begitu sepi. Reya terlihat dari wajahnya begitu gugup dan cemas, takutnya pria ini melakukan yang tidak dia inginkan. Abi menoleh ke arah Reya, menyadari raut wajah Reya yang nampak gugup membuat Abi ingin membalas perbuatan Reya padanya.


Ia mendapatkan ide untuk menjahili gadis kecil di sampingnya. Ia tersenyum kecil, mobilnya di buat berjalan pelan-pelan dan tiba-tiba mati. Reya yang nampak begitu gugup menoleh ke arah Abi. Abi yang menyadari itu membuat ekspresi wajahnya terlihat biasa saja agar tidak membuat Reya curiga padanya.


" Kok berhenti?." tanya Reya.


" Entah, bensinnya masih banyak kok, mungkin ada masalah di mensinnya. Tunggu di sini, aku periksa dulu." ucap Abi sambil membuka sabuknya.


Abi keluar dari dalam mobilnya dengan senyum liciknya, ia membuka bagian mesin di depan mobilnya. Reya yang berada dalam mobil masih gugup dan cemas, Kakaknya pasti sedang mengkhawatirkannya karena belum juga pulang. Ponselnya telah mati akibat kehabisan batrei sehingga Ia tidak bisa memberi kabar kepada Kakaknya.


Beberapa menit kemudian, Reya baru menyadari kalau Abi tidak kunjung kembali. Hingga membuatnya keluar dari dalam mobil, di saat menuju ke depan mobil terlihat tidak ada siapapun di sana. Reya semakin ketakutan hingga Ia memanggil-manggil Abi.


" Abii, Abii, Abii." panggil Reya.


Reya mengelilingi mobil itu tetapi tidak menemukan keberadaan Abi, Reya semakin ketakutan dan air matanya mulai berlinang di pelupuk matanya. Di saat Ia berbalik kembali kedalam mobil tiba-tiba.

__ADS_1


" Doorr."


__ADS_2