Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Ana Nggak Kuat Ma!


__ADS_3

" Tungguu" teriak seseorang dari jauh.


Mata mereka menoleh ke arah teriakan itu yang ternyata adalah Rissa.


" Rissa" ucap Jenie dan Dian serentak.


" Rissa, mau apa dia? Kenapa ada wartawan di sini?" gumam Bram yang penasaran.


" Aduh nih cewek mau apa?" gumam Abian sambil mengusap wajahnya.


" Pah, kenapa ada wartawan?" tanya Vina ke arah suaminya.


" Nggak tau Mah, Papa juga mau tanya sama Mama tapi keburu Mama yang nanya duluan." balas Prabu.


" Is Papa nih" ucap Vina.


Rissa melangkah ke tempat di mana ada Aiden dan Ana berada. Beberapa wartawan mengikuti Rissa dari belakang, Aiden makin menatap Rissa dengan tatapan begitu tajam.Namun, yang di tatapnya tidak mempedulikannya. Rissa semakin dekat dan mengembangkan senyum liciknya ke arah Aiden.


" Maaf, Aku mengganggu acara kalian. Tetapi kalian harus tahu dan semua ada di sini harus mengetahuinya. Bahwa wanita ini tidak bisa menjadi Istri seorang Aiden yang kalian tahu adalah seorang CEO daru Perusahaan terbesar di negri ini." ucap Rissa.


" Apa maksudmu Rissa?" tanya Aiden.


" Pak Aiden, anda ingin melihat wajah asli wanita ini?" tanya Rissa dan langsung menarik topeng di wajah Ana.


" Aakhh" rintih Anna di saat topeng terlepas.


" Haa" semua orang kaget melihat wajah Anna.


" Cekleek" beberapa wartawan mengambil wajah Anna melalui kamera mereka.


" Rissa, apa yang kamu lakukan?" bentak Bram.

__ADS_1


Anna semakin gugup dan mulai mengeluarkan air mata. Ia begitu malu karena wajahnya sudah di lihat oleh banyak orang. Terutama oleh Aiden dan keluarganya. Dengan cepat Anna melangkah pergi sambil berlari meninggalkan kerumunan orang-orang yang memandanginya.


" Annaaa" teriak Dian ke arah Ana yang makin menjauh.


Abia dan Bram pun mengejar Anna yang semakin jauh menghilang dari kerumunan tamu-tamu berada di ruangan itu.


Aiden sadar dari keterkejurannya mendengar teriakan Dian yang memanggil Ana.


" Pah, Anna?" ucap Vina yang masih belum percaya dengan yang di lihatnya.


" Apa yang kamu lakukan Rissa?" bentak Dian terhadap Rissa.


" Papa kenapa membentak Aku? Yang Rissa lakukan sudah benar Pah. Harusnya Ana sadar diri menerima lamaran Aiden. Dia itu tidak pantas bersanding dengan Aiden Pah. Rissa yang pantas di samping Aiden bukan wanita jelek itu!" ucap Rissa.


" Papa nggak nyangka ternyata Papa mempunyai Anak yang tidak punya perasaan" ucap Dian meninggalkan Rissa.


" Pah" panggil Jenie ke arah suaminya yang melangkah pergi mendekati keluarga Prabu. Jenie menoleh ke arah Rissa yang tidak mengeluarkan sekatapun hingga melewati Rissa yang masih berdiri acuh tak acuh.


Aiden melangkah mendekati Rissa dengan tatapan membunuh. Prabu dan Vina hanya terbungkam melihat kejadian ini.


" Pak Aiden sudah melihat dengan sendiri siapa yang pantas menjadi istri anda?" tanya Rissa yang tersenyum melihat kedatangan Aiden di hadapannya.


" Iya, dan saya sadar sekali ternyata kamu benar-benar wanita men-ji-ji-kan. Ternayata hati saya tidak salah memilih ternyata Anna lebih baik dari kamu. Dan harus kamu tahu melihat tingkahmu ini semakin saya membencimu." ucap Aiden yang berbalik arah meninggalkan Rissa yang terdiam.


Hati Rissa begitu sakit mendengar ucapan Aiden yang begitu menyakiti hatinya. Air mata Rissa mulai keluar melihat langkah Aiden yang makin menjauh meninggalkannya.


" Nggak mungkin Aiden menolak Aku? Ini nggak mungkin." gumam Rissa yang melangkah pergi menuju ke arah anak tangga untuk menuju ke lantai atas.


" Prabu, maaf ini_" ucap Dian yang menunduk karena merasa bersalah. Jenie melihat Rissa pergi, Ia pun melangkah menyusul Rissa meninggalkan keluarga Prabu dan tamu-tamu yang lainnya.


"Iya nggak apa- apa Dian" ucap Prabu.

__ADS_1


" Tuan" sapa seorang asisten Prabu.


" Tamu-tamu suruh persilahkan menikmati hidangan dulu. Nanti selanjutnya menunggu Aiden kembali." ucap Prabu.


" Baik Tuan." ucap sang Asisten dan kembali berbalik meninggalkan mereka.


🍁🍁🍁


" Anaaa" teriak Bram mencari Ana sambil memanggil-manggil nama Anna.


" Bagaimana, ketemu nggak?" tanya Abi mendekati Bram.


" Hosh hosh hosh, Nggak. Cepat banget larinya" ucap Bram yang kelelahan mengejar Anna.


" Mana Anna?" tanya Aiden yang baru saja menghampiri mereka.


" Kami kehilangan jejaknya" balas Abi.


" Kalau begitu kita berpencar, biar cepat ketemu" ucap Aiden.


" Ok".Mereka pun berpisah kembali mencari Anna.


🍁🍁🍁


" Hiks..hiks..hiks..Ma" gumam Anna yang masih bersedih sambil melangkah tanpa tujuan.


" Anna nggak kuat Ma!" ucapnya.


Anna berlari sempoyongan tanpa arah sehingga, para pengendara sering berteriak ke arahnya untuk menepi. Namun, Anna tidak mengubrisnya hingga mobil yang sedang melaju tidak terkendali menabraknya.


" *Brraakhh"

__ADS_1


"Anaaaaaa*"


__ADS_2