
Di saat Dokter Irwan keluar dari ruang rawat Anna, beberapa orang sudah berdiri di depan pintu menyambutnya.
" Dok, bagaimana keadaan anak saya?." tanya 2 orang pria bersamaan mengkhawatirkan keadaan Anaknya.
Irwan mengerit keningnya sambil melirik kedua pria yang bertanya padanya, Ia menjadi bingung. Dan Irwan juga terkejut dengan Leo pamannya Eris yang mengatakan Anna juga anaknya.
" Dok, bagaimana keadaan adik saya?." tanya Bram membuat Irwan menoleh ke arahnya.
" Alhamdulillah, keadaan adik anda sudah membaik." balas Irwan.
" Alhamdulillah." ucap mereka bersamaan dengan hati lega mendengar kondisi Anna.
" Saya pamit dulu." pamit Irwan.
" Ya Dok, terimakasih." ucap Bram.
" Sama-sama." ucap Irwan beranjak pergi.
" Dian!." panggil Leo membuat Dian menoleh kearahnya.
" Apa aku bisa mengungkap kalau aku adalah ayahnya?." tanya Leo membuat Dian terdiam. Ada rasa tidak rela kalau Anna mengetahui bahwa Ia bukan Ayah kandungnya. Memang benar, dulu Ia mengaku sebagai Ayahnya namun, Anna mengira kalau dian adalah Ayah kandungnya selama ini.
Hati Bram tak karuan mengetahui Anna bukan Adik kandung seayah dengannya.
" Aku_." ucapan Dian terhenti saat mendengar pintu kamar rawat Anna terbuka.
Ceklek
Mereka menoleh bersamaan melihat Eris keluar dari kamar Anna.
" Eris." panggil Leo mendekati Eris.
" Bagaimana keadaan Anna?." tanya Leo di hadapan Eris.
" Alhamdulillah paman, Anna sudah balik ingatannya dan sembuh." ucap Eris.
" Alhamdulillah." ucap mereka bersamaan merasa senang mendengar ingatan Anna telah kembali.
" Apa om bisa menemui Anna?." tanya Dian mendekati Eris.
" Bisa om, Anna menunggu om untuk menemuinya." balas Eris.
" Kalau begitu om masuk dulu." ucap Dian yang ingin memasuki ruangan Anna namun, lengannya di tahan oleh seseorang membuatnya menoleh ke arah orang itu.
" Dian, aku mohon, aku sudah lama berpisah dengan anakku." pinta Leo membuat Dian terdiam.
Leo melepaskan genggaman tangannya di lengan Dian, tanpa berkata Dian memasuki ruangan itu.
__ADS_1
" Paman, aku mau pergi ke ruanganku dulu." pamit Eris di balas dengan anggukan pamannya.
" Kak!." panggil Reya melihat Kakaknya yang akan pergi.
" Kakak ada jadwal operasi malam ini, jadi De' mau pulang atau tidur di sini?." tanya Eris ke arah Adiknya.
" Pulang Kak!." ucap Reya.
" Ya sudah, nanti pamitan sama Kakak kalau mau balik, kakak pergi dulu." ucap Eris.
" Ya Kak." jawab Reya ke arah Kakaknya.
" Terimakasih Eris." ucap Bram membuat Etis menoleh ke sosok yang di dambakannya.
Deg deg deg
"Is, di dengar kagak ya? Malu nanti aku kalau di dengar oleh Bram." batin Eris tersenyum ke arah Bram sambil menganggukkan kepalanya sesaat.
Eris pun melangkah meninggalkan mereka yang masih menunggu.
🍁🍁🍁
Ceklek
Terdengar pintu ruang rawat Anna terbuka, membuat mereka menoleh ke arah pintu itu.
" Papa." panggil Anna yang begitu senang melihat Ayahnya.
Air mata kerinduan di antara mereka tumpah, Dian seakan tidak percaya Anna masih hidup. Anna yang hidup dengannya sedari kecil membuat Dian sangat menyayangi Anna dan di anggap seperti anak kandungnya sendiri. Tapi rasa itu berubah tak merelakan Anna pergi semenjak Ia tahu Leo ingin anaknya kembali.
Sebulir air mata terlihat dari kedua sudut mata Dian, membuat Aiden iba melihat pemandangan ini. Anna mengendurkan pelukannya menatap wajah Ayahnya. Dengan cepat Dian mengusap kedua matanya untuk menghapus air mata Ia takut Anna melihatnya.
" Pa! Apa kabar? Kemana yang lainnya?." tanya Anna.
" Baik sayang,Kak Bram berada di luar." ucap Ayahnya.
" Mama dan kak Rissa mana?." tanya Anna kembali.
" Mama.."ucapan Dian terhenti karena Ia tak tahu harus menjawab apa.
" Ada apa Pah? Mama masih benci sama Anna?." tanya Anna.
Dian yang tak kunjung menjawab membuat Aiden tahu harus berbuat apa demi Anna untuk tidak memberikan pertanyaan demi pertanyaan lagi tentang Ibunya.
" Anna harus istirahat dulu ya?." ucap Aiden mendekati Anna.
" Kak, tapi_." ucapan Anna terhenti karena Dian berkata.
__ADS_1
" Sayang, kamu harus benar-benar sembuh dulu. Nanti, Papa bawa kamu ketemu Mama." ucap Dian.
" Benarkah?." tanya Anna.
" Hmm.."
" Ya sudah Anna istirahat dulu." ucap Anna setelah itu Ia memejamkan kedua matanya.
"Iya sayang, tidur yang nyenyak. Aiden, om keluar dulu ya? Jaga Anna baik-baik." ucap Dian.
" Ya om." jawab Aiden.
Dian pun pergi meninggalkan kamar rawat Anna.Anna yang sudah tertidur pulas membuat Aiden tersenyum menatap wajah cantiknya Anna. Ia mendekati ranjang Anna dan mendudukan bokongnya di kursi di samping ranjang itu.
🌳🌳🌳
Di luar ruangan nampak 2 orang pria yang masih duduk terdiam. Abian yang mendapatkan urusan mendadak membuatnya berpamitan meninggalkan rumah sakit yang di ikuti Reya. Reya sebenarnya ingin menemani Anna dan kakaknya di rumah sakit, namun melihat Abi yang berpamitan membuatnya Ia ikut pergi dan ingin berbicara sesuatu dengan Abi.
" Om." panggil Bram ke arah pria yang mengaku Ayah kandung Anna.
Leo menoleh ke arah pria yang memanggilnya." Ada apa?." tanya Leo.
" Apa benar Anna adalah anak kandung om?." tanya Bram.
" Benar." jawab Leo singkat.
" Kemana saja om selama ini? Di saat Anna butuh pelukan dan kasih sayang dari Ayahnya sendiri?." tanya Bram yang tidak bisa menahan pertanyaan-pertanyaan yang di benaknya.
Deg
Membuat hati Leo begitu sakit atas pertanyaan Bram kepadanya. Kemana dia selama ini sebagai seorang Ayah? Kemana dia di saat Anna butuh pelukan dari seorang Ayah saat Ia kehilangan Ibunya?." pikir Leo yang banyak pertanyaan yang timbul di pikiran dan hatinya.
Leo bangkit dari duduknya tanpa menjawab sekata dari pertanyaan Bram. Bram melihat Leo yang bangkit berdiri, dan juga terlihat dari raut wajah Leo begitu menyesal dan merasa bersalah tentang kelakuannya di masa lalu. Andaikan waktu bisa berputar kembali, Ia bakal mempertahankan istri dan anaknya. Mungkin, saat ini mereka bersama-sama membangun keluarga bahagia. Dulu,Anna masih di dalam gendongannya bernama Liora kecil kini nama itu berubah menjadi Anna.
Anna juga takkan mengalami penderitaan tanpa kasih sayang seorang Ibu. Semuanya hanya tinggal berandai saja, waktu tidak akan berputar kembali.
Leo melangkah ingin meninggalkan tempat itu, Ia ingin menemui makam istrinya untuk memohon maaf padanya. Tiba-tiba terdengar pintu kamar rawat Anna di buka membuat Leo mengurungkan niatnya. Leo menoleh ke arah pintu itu yang terlihat Dian keluar dari ruangan Anna.
" Pah! Bagaimana keadaan Anna?." tanya Bram bangkit dari duduknya mendekati Ayahnya.
" Anna sudah baikan Bram, biarkan adikmu istirahat dulu." ucap Dian ke arah putranya itu.
" Ya Pah!." jawab Bram.
Dian menoleh ke arah Leo membuat tatapan mereka bertemu, Dian melihat dari raut wajah Leo yang terlihat begitu menyesal. Dian tahu perasaan Leo, Ia juga merasa bersalah menyembunyikan anaknya darinya. Ia pernah di hubungi Leo, namun karena permintaan dan janjinya kepada Clara membuatnya berbohong kepada Leo.
" Aku akan berusaha mengatakan pada Anna tentang dirimu Leo." ucap Dian.
__ADS_1
Leo yang mendengar ucapan Dian merasa senang sedikit namun ada rasa juga rasa takut nanti Anna menolak keberadaannya.
" Terimakasih Dian, aku pergi dulu." ucap Leo yang melangkah pergi meninggalkan mereka yang sedang menatap kepergiannya.