
" Iya De', Kakak punya tugas sangat penting di sana dan juga Gladis bisa mengingat kembali tentang keluarganya." ucap Eris.
" Oke Kak, ayo Kak Gladis kita siap-siap." ucap Reya mengajak Gladis.
Setelah kepergian Reya dan Gladis, Eris melangkah menuju ke arah kamarnya. Eris juga merapikan barang-barangnya untuk di bawa ke Indonesia.
๐ณ๐ณ๐ณ
Di kediaman Pramudita seseorang nampak masih meratapi kesedihannya. Karena, dia sekarang sudah berbadan dua karena ulah temannya. Rissa ingin sekali membalas kelakuan Mega kepadanya namun, Mega sudah kabur keluar negeri di saat Ia mendatangi rumahnya.
" Aku harus bagaimana? Aku nggak mau hamil." ucap Rissa. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Tok tok tok.
" Siapa?." ucapnya yang gugup.
" Non, ini saya Alex." ucap Alex dengan pelan takutnya Ibu Rissa mendengarnya. Jenie sangat marah kalau Alex dekat dengan Rissa.
" Alex." ucap Rissa dengan segera bangkit dan melangkah ke arah pintu kamarnya.
Ceklek.
Pintu pun terbuka dan di tariknya Alex ke dalam kamarnya." Lex, Aku nggak mau hamil Anak kamu." bentaknya ke arah Alex.
__ADS_1
Alex kaget dengan ucapan Rissa yang kini statusnya berubah jadi calon Ayah. Tapi yang mengandungnya tidak terima dengan keberadaan benih di dalam perutnya. Hatinya bahagia dan sedih, bahagia karena mendengar ke hamilan Rissa. Sedih karena Rissa tidak menerima benih di perutnya.
" Lex, Aku ingin gugurin Anak ini." ucap Rissa kembali. Alex sontak kaget karena ucapan Rissa untuk menggugurkan calon buah hatinya.
" Non, jangan Non, saya mohon." ucap Alex dengan cara memohon.
" Nggak Lex, Aku itu seorang model. Dan hati Aku hanya ada Aiden dan Aku mau rahim Aku hanya tumbuh benih cintaku bersama Aiden." bentaknya lagi ke arah Alex.
" Non saya mohon jangan, saya akan lakukan apapun tapi jangan gugurkan anak itu." ucap Alex memohon di depan Rissa dengan iba yang tak ingin kehilangan buah hatinya di rahim Rissa.
Rissa nampak berpikir, Ia sebenarnya masih ada rasa baik hati di hatinya semenjak mengandung. Sifat Rissa yang dulu begitu baik kepada siapa saja tetapi semenjak kedatangan Anna Ibunya sering mencuci otak Rissa sehingga timbullah Ia bersifat jahat kepada Anna.
" Baiklah, tapi Aku nggak mau kalau mereka tahu Aku hamil Lex." ucap Rissa. Alex akhirnya lega karena Rissa tidak akan menggugurkannya.
" Oke, Kalau Non mau kita berangkat ke Bali dan Non tinggal di sana beberapa bulan." ucap Alex.
" Tenang Non, saya bakal menafkahi Non sampai melahirkan atau selamanya bisa." ucap Alex.
" Cih, sok kaya Lu!." ucap Rissa meremehkan Alex.
" Hehehe Non nggak percaya?." ucap Alex yang percaya diri.
" Nggak, sekarang lo keluar. Siapkan keperluanku semua di sana jangan sampai ada yang terlewati." ucap Rissa.
__ADS_1
" Baik Non, babay sayang. Ayah keluar dulu ya!." ucap Alex ke arah perut Rissa yang belum nampak buncit.
" Mana ada dia dengar?." ucap Rissa.
" Di dengar kok Non." ucap Alex sambil nyengir ke arah Rissa.
" Ah sudah lah, sana keluar." ucap Rissa sambil mendorong Alex keluar dari kamarnya.
Setelah kepergian Alex, Rissa pun sudag tenang. Akhirnya, Ia membaringkan tubuhnya di ranjang yang nampak kelelahan. Rissa pun tertidur dengan pulas tanpa ada beban pikiran lagi.
๐ณ๐ณ๐ณ
Di tempat lain seseorang memasuki ruangan yang begitu gelap hanya nampak cahaya kecil yang berada di samping seseorang yang duduk santai di kursinya.
" Bagaimana? Apa kau sudah menemukannya?." tanya Pria itu melihat bawahannya yang baru saja datang menghampirinya.
" Sudah Tuan, ternyata Nyonya Jenie terlibat dengan kejadian 3 bulan lalu." ucapnya.
Praaang
...****************...
Bakal semakin tegang ya? pasti makin kesini semua bakal terkuak..
__ADS_1
jangan lupa kasih aku likenya am komeeeengg๐๐
ok