
" Maafin Kakak ya? hiks hiks hiks."
*πππ
Duaaarr*
Suara petir terdengar di mana-mana, hujan lebat yang di sertai dengan petir sedang mengguyur kota C. Seseorang yang terduduk diam di dekat jendela sedang termenung. Di pikirannya dan di hati hanya ada Anna, mengingat masa-masa kedekatan mereka yang menjadi kenangan terindah dan terakhir bagi Aiden. Sudah 2 jam Ia masih dalam posisinya semenjak dari pemakaman kekasih hatinya.
" Anna, hiks hiks hiks." gumam Aiden yang masih terisak dalam tangisannya.
" Ana, langit saja menangis karena kepergianmu apalagi Aku Anna." gumamnya kembali di sela-sela tangisan.
" Anna, Kakak nggak bisa hidup tanpa dirimu. Anna, Anna, Aku nggak bisa hidup."
" Anaaaaaaaa." Teriak Aiden.
" Aiden Pah." ucap Vina yang mendengar teriakan Anaknya yang berasal dari kamar putranya.
" Biarkan Aiden untuk sendiri dulu Ma." ucap Prabu.
" Tapi Pah, Mama khawatir Aiden akan melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan." Ucap Vina.
" Papa yakin sama Aiden Mah, Aiden bisa menerima kenyataan pahit ini. Dia harus mengikhlaskan kepergian Anna, Ayo kita istirahat Mah!." ucap Prabu.
" Iya Pa." ucap Vina yang pasrah tapi dalam hatinya masih cemas dengan keadaan Aiden.
__ADS_1
Mereka berdua melangkah menuju kekamarnya untuk beristirahat. Di tempat lain tapi masih satu atap dengan mereka. Terlihat seseorang sedang menggenggam bingkai foto yang terlihat seorang wanita yaitu Anna. Pria itu memandangi foto Anna dan kedua matanya mengalir air mata.
" Anna, walaupun kita tidak berjodoh di dunia. Aku harap di kelahiran suatu saat nanti, aku ingin kau menjadi jodohku. Yang tenang di sana ya Ana, I LOVE YOU Anna. Mmuuaacchh." ucap Abian.
πππ
"Aaaaaaaaaaaahhh, Kenapa Tuhan kau ambil Adikkuu? Kenapa Kau mengambilnya?." teriak seseorang di taman yang sedang di guyur hujan.
" Ini tidak adil Tuhan, apa salah Anna sama kamu?." teriaknya.
" Hiks hiks hiks.. Anaaaaaaaaaaaaa."
π³π³π³
Darah yang mengalir dari tubuhnya seakan di bersihkan oleh air hujan yang lebat. Ia berjalan perlahan-lahan karena menahan sakit di sekujur tubuhnya. Hujan yang semakin lebat tidak membuatnya berhenti untuk berjalan mencari bantuan. Dia melihat jalan raya itu, Ia semakin melaju langkahnya walaupun kesadarannya mulai menghilang. Disaat Ia sampai di jalan raya sebuah mobil sedang melaju, tangannya mulai di lambaikan. Namun, mobil itu tidak mau mengurangi kecepatannya. Tanpa aba-aba, Ia melangkah ke tengah jalan sehingga Ia tertabrak oleh mobil itu.
*Brruugghh
Chiiiiittthh
" Aakh.."
" Astaga*." pekik seseorang dari dalam mobil.
" Aku nabrak apa?." ucapnya yang menyadari sesuatu yang di tabraknya. Ia keluar dari dalam mobil dan melihat tubuh seseorang yang terpental di pinggir jalan.
__ADS_1
" Aaakkhh, Aku bunuh orang? Gimana nih? Aku nggak mau masuk penjara. Lebih baik lari saja, dari pada aku harus mendekam di dalam penjara." ucapnya yang kembali masuk ke dalam mobil. Namun, kembali berhenti karena memikirkan kembali apa yang akan terjadi kalau dia meninggalkan orang itu.
" Gimana kalau dia mati? Pasti Aku yang di hantuin rohnya. Astaga Reya, Reya, aku nggak mau ntar aku mati ketakutan dong!." sambil mengacak-ngacak rambutnya.
" Tenang Reya, kamu harus tenang dulu. Pikirkan gimana caranya memecahkan masalahmu sendiri yang kau perbuat sendiri." gumamnya yang sedang menasehati dirinya sendiri sambil memikirkan sesuatu.
" Kak Eris! Hooh Kak Eris yang bisa bantu Aku. Sekarang Aku telfon Kakak dulu." ucapnya sambil mengotak-ngatik ponselnya.
Tut tut tut
" Hallo."
" Kak, tolongin Reya."
" Ada apa? Apa terjadi sesuatu sama kamu De'?. tanya seseorang.
" Kak, Re_Reya nabrak orang." ucapnya dengan pelan.
" *Apaa? Kamu nabrak orang?." kagetnya.
...****************...
Aku update dikit ya..masih meloowww akuπ’..ntar lanjuut lagi..
Kasih dong semangatnya kasih like dan komennya yaππseikhlaaaaasss ajaaaπππ*
__ADS_1