Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 11


__ADS_3

Apa? " lirih Ana tercengan dengan ucapan terakhir Rey, diawal kalimat seolah Rey sangat memperhatikan karyawanya namun di akhir kata-katanya sangat kejam


"intinya, kau terima saja! lagi pula dokter juga mengatakan kalau kakimu itu tidak boleh banyak bergerak"


“Baik” Ana tidak punya pilihan lain selian menerima tongkat pemberian Rey


selesai pemeriksaan Ana di antar kemabli ke hotel oleh Rey, saat diperjalanaan Ana dibuat malu untuk kedua kalinya, perutnya berbunyi sangat keras meminta untuk di isi. wajar saja perut Ana berbunyi karena ia belum makan dari tadi siang dan tadi Ana juga belum sempat makan malam. Rey terpaksa singgah ke restoran terdekat sebelum mereka kembali ke hotel


"sangat memalukan sekali! kenapa aku selalu membuat malu diri sendiri di hadapan Tuan Rey" batin Ana


"kenapa kau diam saja? apa kau tidak suka makanannya? " tanya Rey, melihat Ana hanya menundukan kepalanya


"tidak, aku suka.. terimakasih atas makanannya"


"tidak masalah, aku juga belum sempat makan malam. kau juga makan yang banyak agar cepat pulih"


hati Ana meleh mendengar itu, sebagai wanita normal diperhatikan seperti itu pasti akan langsung jatuh cinta


*


*


*


Pagi harinya Rey dan Jay sudah berada di lobi hotel mereka akan kemabli ke Jakarta hari ini. Rey dan Jay menunggu staf hotel yang sedang mengambilkan mobil mereka


“bagaimana dengan Ana?” tanya Rey


“Dia sebentar lagi akan turun, Tuan”


“barang-barangnya bagaimana?”


“dia sudah meminta staf hotel untuk membantu membawakannya kita tinggal menunggu nona turun”


“baiklah”


Drt Drt


Ponsel Rey berbunyi menampilkan pesan dari seseorang, terlihat raut wajah Rey nampak terkejut


“Ada apa Tuan?” Tanya Jay melihat perbedaan raut wajah Rey


“Tidak ada apa-apa. kau kembali ke Jakarta sendirian saja, aku ada urusan sebentar” Rey berjalan kembali masuk ke dalam hotel, namun baru beberapa langkah ia membalikkan badannya kembali “Kau bawakan semua barang-barang ku juga!” teriak Rey kemudian berlari masuk kedalam hotel

__ADS_1


“Dasar Tuan menyebalkan!” gerutu Jay. Impian untuk bersantai di hari minggu harus hilang


*


*


Di kamar Hotel


Ana sedang mengemasi semua barang –barangnya di bantu dengan staf hotel wanita. cedera kakinya sangat menyulitkannya untuk bergerak, apa lagi dirinya tidak enak hati menyuruh staf memberesakan pakaian dalamnya


Sekitar sepuluh menit Ana sudah selesai mengemasi semua barangg-barangnya


“bisa minta tolong bawakan kopeku ke lobi?” pinta Ana dengan senyum tidak enak hati


“tentu nona” jawab staf wanita itu dengan senyun ramah


Ana dan staf hotel bersiap untuk keluar kamar, saat Ana membuka pintu ia di kejutkan dengan Rey yang tiba-tiba berada tepat didepan pintu kamarnya


“Kau?! Kau mengagetkan saja!” Ana mengelus-elus dadanya yang hampir loncat keluar karena terkejut


“Apa kau sudah selesai?” tanya Rey to the point, tidak menghiraukan rasa terkejutnya Ana


“Aku sebentar lagi akann trun, kenapa kau menyusulku kemari?”


“A-apa? Kau khawatir pada ku?” Ana sudah GR duluan, baru pertama dalah seumur hidupnya ada seorang pria yang mengkhawatirkannya selain Ayahnya


“Iya, aku khawatir kau tidak bisa membawa kopermu. kakimu kan sedang cedera bagaimana bisa membawa barang berat seperti ini?” Rey mengambil alih koper yang tadi di bawa staf hotel


“ti-tidak perlu! Anda tidak perlu khawatir berlebihan seperti itu, aku sudah meminta staf hotel untuk membawakannya kelobi”


“Apa kau punya uang tips?” bisik Rey


“A-Apa?”


“jika kau meminta staf hotel untuk melakukan yang bukan pekerjaannya, kau harus memberinya uang tips”


“Be-benar juga ya?” Ana melihat ke arah staf hotel tersebut dan langusng bersalah karena tidak bisa memberinya uang tips


Ana memiliki uang dari mana? Gajinya yang kemarin saja langusng habis untuk mentraktir ibunya sang Bos, sedangkan gaji yang sekarang saja belum turun, Baru juga dua hari bekerja sebagai sekertaris masak mau minta gaji di muka?


“terima kasih atas bantuan mu, aku akan membawa koper ini turun” Ucap Rey merogoh saku celanya, mengambil dompet dan memberikan staf hotel itu beberapa lembar uang lima pulu ribuan


“Iya sama-sama Tuan, kalau begitu saya permisi dulu” pamit staf hotel

__ADS_1


“Terima kasih sudah memberinya uang tips, aku akan mengantikan uang Anda jika saya sudah gajian” ucap Ana tulus, ingin mengatikan uang Rey


“tentu saja kau harus mengantinya” ucap Rey berjalan ke arah lift membawa koper, meninggalkan Ana di belakang


“Apa? Aku kira kali ini dia juga akan mengratiskannya, kalau dia menyuruh aku mengantinya kenapa dia memberinya uang tips banyak sekali? lima puluh ribu saja sudah cukup” batin Ana berharap jika uang tips tadi gratis


“sebenarnya Anda ingin membanatuku atau memukulku dari belakang?” sebal Ana memasuk ke dalam lift


“Apa maksudmu?” tanya balik Rey bingung


“Jika Anda ingin membantuku kenapa Anda memberinya uang tiga ratus ribu sebagai tips?!” sebal Ana tapi tidak bisa ia utarakan “jika Anda ingin membantu saya kenapa Anda meningglkan saya? Sudah tahu saya tidak bisa jalan seperti biasannya”


Ting


Bunyi notif pintu lift tertutup


“aku sudah membantu membawakan koper mu, apa lagi yang kau mau? Jangan bilang kau ingin aku mengendong mu?” tebak Rey asal


“Bu-bukan seperti itu” jantung Ana berdebar sangat keras sekali, dirinya tidak bisa membedakan antara rasa takut karena terjebak dengan kata-katanya sendiri atau jantungnya berdebar karena Ana terpesona dengan ke tampanan Rey dari dekat, terlebih mereka hanya berdua di dalamm lift itu


“Lalu apa?” goda Rey mendekat ke arah Ana, lebih dekat, semakin dekat dan sangat dekat


Ana sendiri sudah mundur dan terpojok di salah satu sudut raunagan lift namun Rey semakin senang mengodanya Ana


“katakan! sebenarnya apa yang kau ingin kan?” Rey berusaha menahan tawanya melihat pipi Ana yang sudah memerah


“ee..ee.. itu..itu...” Ana sangat gugup sekali, jika terus seperti ini Ana rasanya bisa pingsan


Ting


Notif suara pintu lift terbuka


Ada sekitar enam pasangan muda mudi memasuki lift, karena hari ini adalah hari weekend jadi mereka ingin beribur bersama pasanganya masing-masing


Lift yang awalnya sepi kini menjadi sangat ramai, tiba-tiba ruangan itu menjadi sempit karena banyaknya orang, mereka harus saling berdesaak desakan


Ana hampir saja terjatuh, sangat sulit menyeimbangan tubuh dengan satu kaki di situasi berdesak-desakan seperti itu, beruntung


Rey dengan sifat gentleman langusng pasang badan melindungi Ana. Rey mengunakan tubuh dan tangannya untuk memblokir orang-orang


“peganglah jas ku” pinta Rey


“APA?"

__ADS_1


“berpeganganlah ke baju jas ku, agar kau tidak terjatuh” Rey menyuruh Ana berpenganan ke Jasnya karena dirinya tidak bisa memegangi tubuh Ana, tangannya sedang sibuk menahan desakan orang-orang agar ana memiliki ruang yang cukup untuk berdiri nyaman


__ADS_2