
setelah sampai di Apartemen Agela, Rey berakting panik "Ada apa ini? " tanya Rey menghampiri Agela yang duduk di bawah meja, berpura-pura menangis ketakutan
"Gibran meminta bermain di luar tapi aku menolakknya karena tidak punya uang untuk membawanya ke taman bermain. dia mulai menangis dan mengamuk, dia melempari ku semua barang -barang yang Ada di hadapanya,dan ini.... " Agela memperlihatkan luka di dahinya yang berdarah "ini luka terkena salah satu barang yang ia lemparkan"
"sekarang dimana dia? " Tanya Rey
"aku menguncinya di kamar, aku takut dia akan lebih mengamuk lagi"
"kau tenang saja, aku akan menbujuknya"
Rey berjalan ke arah kamar Gibran, Rey begitu khawatir kepada keadaan Gibran. dari sini Rey mulai mengumpulkan bukti kekerasan Agela. saat Agela sedang sibuk berdandan, Rey sengaja menganti pakaian Gibran bermaksud menemukan luka lebam bekas penganiayaan
Rey merasa sangat iba dengan anak berusia lima tahun itu, dia masih terlalu kecil untuk mengerti tentang kerasnya bertahan hidup. saat Rey bersama Gibran Rey sebaik dan selembut mungkin bersikap kepada Gibran. Rey tidak ingin menghancutkan memori anak itu tentang presepsinya yang menganggap semua orang dewasa jahat. namun perhatian Rey terhadap Gibran di salah artikan oleh Agela yang mengira Rey telah menerima dirinya dan juga anaknya
hal itu terbukti saat Rey tidak sengaja memergoki Agela dan teman-temannya sedang membicarakannya dari belakang
"Gila!! Kau hebat baget bisa mengaet seorang Reydra Ardana Mizan? " kagum salah satu teman Agela
"sudah aku bilang, Rey itu tidak bisa move on dari ku! dia masih sangat mencintaiku. buktinya meski aku sudah memiliki satu orang Anak, Rey masih mau menerima ku" bangga Agela kepada teman-temannya
"bagaimana bisa kau menundukkan seorang Reyndra Mirzan? "
"ini keberuntungan ku, aku tidak tahu jika Rey menyukai anak-anak. jadi aku bisa memperalat Gibran untuk membantuku memiliki apa yang aku mau "
prok prok prok
teman-teman Agela bertepuk tangan. mereka mengagumi otak licik milik Agela
"tidak sia-sia kau kabur dari Amerika ke Indonesia " sahut teman Agela satunya
__ADS_1
"kau bernar, dulu Rey tidak se-kaya ini. setelah kepergian ku sepertinya Rey berusaha sangat keras. sampai Dia membuktinnya, dia sekarang orang terkaya se-Asia Tenggara " lanjut Agela
"kau memang ratu pengaet laki-laki konglomerat!" puji salah satu teman Agela
"tentu saja aku tidak ingin hidup miskin hahahaha.... " Agela dan teman-temanya tertawa lepas bersama
Rey yang berdiri di belakang, tak jauh dari tempat Agela dan teman-temannya mengobrol. niat hati ingin mengembalikan dompet Agela yang tertinggal di dalam mobilnya namun ia malah mendengar semua rencana licik Agela demi bisa mendekatinya kembali
"apa kau bilang? kau tidak ingin hidup miskin? Cih, akan aku pastikan kau tidak akan mendapatkan apa pun baik dari diri ku atau pun mantan suami mu" ucap Rey menarik salah satu sudut bibirnya
Rey yang engan untuk melihat wajah busuk Agela lebih memilih mengembalikan dompet Agela melalui tempat informasi yang ada di mall
falsback off
sebelum Rey mengembalikan dompet milik Agela, Rey terlebih dahulu meletakkan kartu kedit miliknya di dalam dompet itu. kemudian Rey berpura-pura melaporkan kepihak bank jika kartu kriditnya telah hilang, Rey meyakinkan pihak bank jika itu pencurian dan meminta pihak Bank untuk tidak memblokir kartu kreditnya
Rey hanya akan menunggu mangsa tertangkap oleh perangkapnya. dan benar saja Agela mengguakan kartu kredit itu saat mentraktir teman-temannya di club kemarin malam. pihak bank yang mengetahui transaksi mencurigakan itu langsung menghubungi polisi dan polisi dengan sigap melaksanakan tugasnya dengan baik
"baik Tuan" jawab Jay patuh
Jay kemudian menjalankan mobilnya, mematuhui perintah tuannya
...***...
Cafe Rainbow
duduklah seorang wanita berusia dua puluh tiga tahun di sebuah ruangan privat bersama dengan seorang Pria tampan bersetelan jas rapi
wanita itu sangat ketakutan tubuhnya gemetaran, dia tidak berani menatap langsung lawan bicaranya. wanita itu gelisah *******-***** tanganya sendiri
__ADS_1
"apa yang kau lihat di apartemen itu?? " tanya pria itu memulai pembicaraan
"sa-saya ti-tidak me-meli-melihat apa-apa" jawab wanita itu tergagap gagap karena terlalu takutnya
Brakkkk
Rey melemparkan segepok foto bukti kekerasan Agela terhadap Gibran di atas meja, membuat wanita muda itu membulatkan matanya sempurna
"jika kau masih menyangkal tidak melihat apa-apa, kau akan di tuduh sebagai komplotannya" ancam Rey
dari bukti yang diberikan, terlihat jelas jika wanita muda itu juga ada di sana, saat Gibran di siksa, jika Babysister itu tidak berkata jujur maka dia akan di tuduh sebagai komplotan Agela
wanita itu menggigil ketakutan teramat-amat, dia langsung berlutut di depan Rey meminta pengampunanya
"ampun Tuan.. Ampun... Hikss... saya hanya bekerja di sana... Hikss.. saya tidak melakukan apa-apa...hikss... jangan laporkan saya ke polisi... saya masih memiliki keluarga di kampung yang membutuhkan saya...hiks " mohon wanita muda itu di bawah kaki Rey
"aku tahu kau tidak melakukan apa-apa, yang aku minta hanya satu yaitu kau berkata jujur saat kau di interogasi polisi. kalau kau tidak jujur kau tahu betul akibatnya.. "
"Hikss... hiks... baik tuan.. "
Rey pun keluar dari ruang privat itu, setelah dia menyakinkan Babysister itu akan berketa jujur kepada polisi
selepas kepergian Rey wanita itu terduduk lesu dan menangis sejadi-jadinya dia bingung bagaimana ia mendapatkan uang untuk mengirim orang tuanya yang ada di kampung. ia bahkan belum mendapat upah dari pekerjaannya, dia bekerja dengan Agela belum genap satu bulan. pikirannya kacau karena harus menanggung hidup keluarganya dan harus menganti hutang keluarganya untuk biaya hidupnya selama di Jakarta. wanita itu bingung, bagaimana ia menjelaskan kepada keluarganya. dan bagaimana ia bisa mendapatkan uang dengan cepat
"ini cek dua ratus juta, gunakan uang itu sebaik mungkin, lunasi semua hutang-hutang mu dan bawa orang tuamu ke rumah sakit untuk berobat. berbaktilah kepada kedua orang tua mu dan tetap jadilah orang yang baik. ambil uangan ini dan hiduplah dengan layak" ucap Jay masuk memberikan cek itu kepada Babysister
Babysister itu terkejut bagaimana Jay bisa mengetahui semua kesulitannya, namun Babysister itu mengabaikannya dan langsung menerima cek itu dengan hati yang senang
"terima kasih Tuan....Terima kasih... janji saya akan berkata jujur kepada polisi"ucap Babysiter itu menunduk-nundukkan badanya memberi rasa terima kasih yang sangat teramat kepada Jay
__ADS_1
kini dia bisa lega, dengan uang itu. dia bisa membawa kedua orang tuannya yang sudah sakit-sakutan berobat ke dokter, dengan uang itu dia akan melunasi hutang kedua orang tuanya dan hutangnya sendiri, dengan uang itu dia akan kembali sekolah lagi dan mendapatkan gelar sarjana agar tidak di pandang rendah oleh orang lain lagi
baby sister itu menangis haru, didalam hatinya dia bersyukur masih ada orang baik