Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 56


__ADS_3

Rey dan Zen hampir bertanding satu jam. entah Zen yang sedang apes atau bagaimana, Zen tidak mendapatkan satu boneka pun. sementara Rey sudah memenangkan setengah boneka dari mesin itu


"maaf aku gagal mendapatkan boneka untuk mu" ucap Zen merasa bersalah


"tidak masalah, lagi pula itu hanya permainan. bukankah permainan itu hanya untuk bersenang-senang? " hibur Ana


"terimakasih Babby" Zen merasa bangga memiliki Ana yang tidak menuntut banyak, meskipun Ana hanya ingin sebuah boneka dari mesin itu tapi Ana tetap menyemangati Zen saat dia gagal. Ana adalah tipe wanita idaman Zen banget. yaitu wanita yang selalu mensuport dia di saat gagal bukan hanya di saat dia sukses


Zen pun mengandeng Ana untuk berjalan menghampiri Rey dan Agela serta Gibran yang rupanya sangat bahagia bisa mendapatkan boneka banyak


"tadi itu pertandingan sangat seru Tuan Rey" sapa Zen dengan ramahnya "sebagai hukumananya bagaimana jika aku traktir makan siang?" tawar Zen


"Mama.. Mama... Giblan laper" ucap Anak manis itu


"Gibran mau makan apa? " tanya Ana duduk, menyetarakan badanya dengan badan anak kecil itu


"Giblan pengen makan steak tante.. "


"Oke kita makan Steak" tanpa menunggu persetujuan dari Rey atau pun Agela, Zen langsung mengendong anak kecil itu dengan satu tangan dan tangan satunya untuk mengandeng Ana


dari belakang Zen dan Ana sudah seperti pasangan bahagia. jika orang yang tidak tahu, Zen dan Ana akan di kira sebagai sebuah keluarga bahagia,ada suami istri dan anak


"mereka sangat serasi ya? " tanya Agela kepada Rey, menatap punggung Ana dan Zen yang semakin menjauh


tanpa sepatah kata pun Zen berjalan begitu saja mengabaikan ucapan Agela (tentu saja Rey tidak setuju akan hal itu, Keluaraga bahagia? kayaan juga Rey, dia lebih bisa menjamin hidup Ana dan tujuh keturunannya jika Ana menikah dengannya)


mereka ber lima kini sudah duduk di sebuah restoran steak yang terkenal di mall itu, tanpa basa-basi mereka langsung memesan


sempat terjadi perdebatan antara Zen dan Ana. Ana yang ingin steaknya pedas memesan super hot pedas namun Zen melarangnya. dan pada akhirnya Ana hanya bisa mematuhi keinginan kekasihnya itu


sikap kepedulian Zen menurut Agela itu sangat manis, memperhatikan pasnaganya menurutnya salah satu bentuk rasa cintanya kepada pasangannya

__ADS_1


"kalian sangat romantis sekali, apa kalian sudah lama berpacaran? " tanya Agela merasa tertarik tentang hubungan asmara Zen dan Ana


"tidak, kami baru beberapa hari perbacaran" jawab Ana


"Iya, kami baru dua hari berpacaran. tapi kami juga sudah lama berpacaran pacaran jika aku menerima ungkapan cinta Ana waktu itu"


"jadi Ana mengungkapkan cinta terlebih dahulu? "


"Iya.. kita dulu teman SMA dan saat pesta perpisahaan sekolah Ana mengungkapkan cintanya kepada ku di hadapan semua orang" Zen mengingatkan Ana tentang, dirinya yang menembak Zen saat pesta perpisahan sekolah


"benarkah? lalu? " tanya Agela antusias


"aku menolaknya.. " jawab Zen tanpa berdosa, tertawa mengenang itu, begitupun dengan Agela


"memang sepatutnya orang sepeti Ana itu di tolak cintanya oleh pria keren seprti Zen" batin Agela kira-kira. "tapi kenpa sekarang Zen mau berpacaran dengan Ana? " Agela juga penasaran


"Ck. Zen... " Sebal Ana karena sudah menceritakan Aibnya kepada orang lain


Ana tersenyum cangung lalu menganggukan kepalanya menjawab iya, memang benar Zen adalah cinta pertamanya


"kalau kau Zen? Ana sudah Menjadi pacar keberapa? " tanya Agela menjebak


"tidak peduli, Ana menjadi pacar ke berapa. tapi satu hal yang Kau harus tahu, dia adalah cinta pertamaku juga" ucap Zen menatap ke arah Ana


mendengar pengakuan itu membuat Ana terprana, fokus menatap ke arah Zen


"sudah aku katakan, aku sudah tertarik padamu sejak awal kita bertemu. namun aku terlalu pengecut untuk mengutarakannya kepadamu jadi aku berusaha menengenalmu lebih dalam dan ternyata aku semakin jatuh cinta dengan sikapmu yang baik terhadap orang lain tidak memperdulikan diri sendiri. dan waktu kau mengutarakan cintamu kepada ku aku sangat bahagia namun aku juga bersedih, karena aku tahu setelah lulus SMA aku akan pergi keluar negeri untuk waktu yang lama. jika waktu itu aku menerima cinta mu sudah pasti aku tidak akan betah berada di Amerika dan ingin segera pulang menemui mu. jadi aku putuskan untuk menolak mu terlebih dahulu, setelah aku kembali lagi ke Indonesia, baru lah aku mencari mu dan mengungkapkannya alasan ku menolak mu dulu" cerita Zen panjang lebar, mengungkap cerita sesungguhnya mengapa dulu Zen menolak Ana


selama ini Ana mengira jika Zen menolaknya karena waktu itu, Zen berstatus pacar dari Dara. Ana tidak mengira jika Zen selama ini sudah memendam rasa bahkan lebih dulu Zen yang menyukai Ana dari pada Ana menyikai Zen


Ana yang terharu dengan pengungkapan cinta Zen yang romantis itu, sampai menintihkan air matanya haru

__ADS_1


"kau berbohong kan agar aku merasa lebih baik? " tebak Ana, dia tidak ingin terlalu berharap


"tidak babby" Zen menyeka air mata Ana "makanya dulu aku marah saat orang-orang membully mu. aku ingin melindungimu dari mereka" ucap Zen tulus


hati wanita mana yang tidak meleleh mengetahui kenyataan indah itu, Ana semakin menangis tersedu-sedu mendengar itu


"Hei babby kenapa kau menangis? seharusnya kau bahagia " ucap Zen memeluk Ana untuk menenangkanya


"aku menangis bukan karena sedih, tapi aku menangis bahagia " jawab Ana


Agela yang awalnya ingn memecah kedua sejoli itu kesal, ternyata ekspektasi dengan kenyataan sangat jauh berbeda


sama dengan Agela, kini ada sebuah tangan yang mengengam erat. dari tadi menahan emosinya


Rey menatap ke dua pasangan yang berada di hadapanya itu dengan tatapan tidak suka, ia meremas baju kemejanya sendiri untuk melampiaskan amarahnya. ke dua matnya memancarkan kemarahan yang belum pernah ia perlihatkan sebelumnya


tidak lama makanan yang mereka pesan sudah datang, satu persatu makanan itu di sajikan di atas meja


Gibran yang tidak tahu menau mesalah orang dewasa, dengan lahapnya memakan makananya sendiri


begitu pun dengan Rey, dia ingin segera pergi dari sana. hatinya sudah cukup terbakar mendengar kisah cinta mantan tunagan palsunya itu. Rey yang matanya di selimuti kabut amarah tidak memperhatikan makananya ia langsung saja memotong steak itu dan hedak memasukkanya kedalam mulut


"Rey...! " triak Ana. membuat semua orang tetkejut dan menatap ke arahnya dan Rey


meskipun Ana sedang dalam suasana haru, dia masih saja perhatian dengan orang lain. Ana melihat jika toping steak milik Rey menggunakan kacang wijen


"sepetinya aku ingin makan milik mu" alibi Ana agar ia bisa bertukar Steak dengan Rey


Rey yang baru tersadar, terkejut melihat potongan steak yang hendak ia masuk kedalam mulutnya itu ada bebrapa biji wijen di atasnya


"Oh...iya... silahkan" jawab Rey menganti menu steaknya dengan milik Ana

__ADS_1


__ADS_2