
"Maaf Tuan Rey, Anda menunggu lama " David berjalan, kemudian duduk di sofa bersama Rey. dimana dia baru saja menidurkan Gibran di dalam kamar
"Is't oke" Rey menurunkan salah satu kakinya yang tadi ia silangkan di atas
"Apa ada yang bisa saya bantu tuan Rey? sebagai bentuk rasa terimakasih saya kepada Anda karena sudah mempertemukan saya dengan Gibran "
"tidak banyak, saya hanya ingin kau tidak membantu Agela mendapatkan kekebalan hukum di sini. karena dia adalah WNA pasti dia akan mengajukan perlindungan di negara mu"
David tersenyum mendengar permintaan Rey "itu sudah pasti Tuan, tanpa Anda memintanya saya akan melakukannya dengan suka rela. aku tidak akan membiarkan wanita Iblis itu lolos dari hukumannya" ujar David dengan tatapan penuh dendam
"kalau begitu tidak ada lagi yang perlu saya khawatirkan, terimakasih atas kerajasamanya Tuan David" Rey beranjak dari duduknya sambil merapikan dasinya yang longgar "senang bertemu dengan Anda" Rey mengulurkan tangganya hendak bersalaman
"senang juga bertemu dengan Anda tuan Rey" David menerima uluran tangan Rey dengan senang hati
"saya pamit dulu, saya masih ada urusan lain" Rey berjalan menju pintu keluar
" tunggu Tuan Rey... " cegah David
Rey yang sudah berada di depan pintu keluar, terpaksa berhenti kumudian membalikkan badanya menghadap David
"jika Anda ingin berlibur ke Amerika, Anda bisa menghubungi saya. saya akan mengurus segala sesuatunya untuk Anda"
David melakukan itu sebagai bentuk rasa berterimakasihnya kepada Rey karena Rey sudah menyelamatkan anak semata wayangnya dari cengkraman wanita Iblis, Agela
Rey membalas dengan senyum ramah, kemudian keluar dari sana. di loby hotel Jay sudah menunggu kedatangan Rey, begitu melihat Rey keluar dari lift Jay langsung menghampiri Rey
"Tuan, Agela terus saja menghubungi Anda" lapor Jay, sudah sekian kali Jay menerima telefon mengenai Agela yang mencari keberadaan Rey
"tentu saja dia mencariku. Ck dasar wanita licik! " ucap Rey sambil berjalan keluar hotel
"kita Akan ke sana Tuan? " tanya Jay mengekor kepada Rey
Rey menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badanya menghadap Jay, tangganya menepuk pundak Jay sambil berucap " dia sudah memanggil ku, tentu saja aku harus hadir bukan? "
Jay menelan silivanya dengan susah payah, dia bergidik ngeri saat melihat sorot mata Rey yang sangat mengerikan. dendam, luka masa lalu, dan rasa ingin menghancurkan tercurah semua melalui sorot mata Rey
"Ba-baik Tuan" ujar Jay tergagap-gagap, dia menjadi gugup saat melihat sorot mata Rey
__ADS_1
*
*
*
kantor polisi
suasana di kantor polisi sangat ramai, bahkan kalah ramai dari pasar senen Jakarta. di kantor kecil itu sangat bising, ada beberapa tahanan yang baru saja di tangkap selalu mengoceh tidak bersalah, ada juga warga yang melapor tentang kahsusnya masing-masing
"Woi!!! bebaskan aku! kau tidak tahu, Ha?? aku ini tunangan orang ter-kaya di Asia tenggara! akan aku tuntut kalian semua saat tunangan ku datang!" oceh Agela mengancam para penjaga di sana
polisi A : "Hei, benar dia calon mantu dari keluarga Mirzan? "
polisi B : "jangan kau hiraukan wanita gila itu! dia hanya membual"
Polisi C : " bagaimana jika dia bener tunagan Tuan Rey? "
Polisi B : "memangnya kalian tidak ingin berkahayal menjadi orang kaya? dia pasti membual menjadi orang kaya demi menakut-nakuti kita"
Inspektur kepolisian tiba-tiba datang " Nona Agela, silahkan keluar. Tuan Rey sudah ada disini" ucap Inspektur itu membukakan pintu sel Agela membuat tiga polisi yang tadi membicarkan Agela menjadi pucat seketika
mereka tidak menyangka jika yang di ucapkan wanita yang mereka sebut gila, benar adanya
"Akan aku tandai muka kalian bertiga! tamat riwayat kalian!" seru Agela saat berjalan melewati ke tiga polisi tersebut
"Mampusss.... breakhir sudah karir kita" ujar Polisi A terduduk lesu, memantap hampa pungging Agela yang menghilang di balik pintu
polisi C : " Apa aku bilang! bisa saja dia tunangan Tuan Rey! kau tidak percaya! "
Polisi B tidak terima : "kenapa kau malah menyalahkan ku? "
polisi C : " kau sendiri yang bilang jika dia hanya membual!"
polisi A : "benar! itu senua gara-gara kau! "
polisi B : " lagi pula aku hanya asal bicara! kallian berdua kenapa percaya? "
__ADS_1
"Ck, kau itu!!! " polisi C hendak memukul polisi B namun di lerai oleh polisi A
Polisi A : "untuk apa kaliana berantem? toh karir kita juga sudah hancur, kalian tidak dengar wanita tadi bilang apa? 'wajah kita semua sudah di tandai'"
"kau benar! " Polisi B dan polisi C tertunduk tidak percaya, karirnya sebagai polisi akan hilang sia-sia. mereka menatap dengan tatapan kosong, sama seperti masa depanya
kita tinggalkan tiga polisi itu yang sedang bingung dengan nasipnya. inspektur kepolisian tadi membawa Agela ke ruang interogasi ternyata di sana sudah ada Rey yang duduk berhadapan dengan detektif
"Rey!! Rey!! syukurlah kau ada di sini, tolong selamatkan aku. jelaskan siapa aku senbenarnya" Agela dengan tangan yang masih di borgol, lari mendekati Rey sesaat matanya menangkap sosok yang bisa membebaskanya dari sini
"Agela? kau? kau? kau kenapa bisa di sini? dan penampilan mu? " Rey pura-pura terkejut melihat Agela yang berada di sana, namun di dalam hati Rey merasa sangat senang melihat penampilan Agela yang lusuh, baju tidur yang awalnya berwarna putih setelah beberapa jam mendekam di delam sel penjara baju itu berbuah menjadi abu-abu, Rey hampir tidak bisa menahan rasa tawanya saat melihat rambut Agela yang sangat berantakan di tambah wajahnya yang tanpa riasan, sudah mirip seperti gembel di pinggir jalan
"aku tidak tahu Rey, mereka tiba-tiba menangkap ku"
"Tuan Rey, kami sudah menyelidiki jika kartu kridit Anda yang hilang di gunakan oleh nona Agela" ucap detektif tersebut
"Diam kau! " bentak Agela "aku ini tunangan Rey, tidak masalah aku menggunakan kartu kredit milik calon suami ku!"
"tapi Nona, Tuan Rey sudah melaporkan kehilangan kartu kredit tersebut! " Detektif itu tidak mau di salahkan
saat Ageka dan detektif itu saling berdebat, Rey malah duduk santai menikmati perdebatan yang ada di hadapannya
"Rey cepat kau katakan, jika aku tidak mengambil kartu kredit mu" mohon Agela kepada Rey
" tapi bukti sudah menunjuk ke arah Anda nona Agela! "bentak Detektif tersebut
"Diam kau! aku tidak sedang berbicara dengan mu! " seru Agela "Rey! bicaralah sesuatu! " Agela mulai putus asa, karena Rey dari tadi hanya duduk diam
"Agela... " Rey mulai membuka suaranya
"ya..."mata Agela mulai berbinar, menunggu kalimat Rey selanjutnya
"Agela...aku tidak menyangka kau berani mengambil kartu kridit ku tanpa sepengetahuan ku"
"Apa? " mata Agela yang awalnya berbinar tadi berubah menjadi tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar
Angela sudah ber-ekspektasi tinggi jika Rey akan membelanya, namun nyatanya Rey malah menjerumuskanya dalam masalah besar
__ADS_1