Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 19


__ADS_3

Ruang makan


Mom Zanna yang bete mendiamkan Dad Alvan karena ia masih kesal atas ucapan Dad Alvan tadi, sementara Dada Alvan masih berusaha untuk membujuk Mom Zanna


“kalian bertengkar?” tanya Rey


“tidak, ini hanya masalah kecil” jawab enteng Dad Alvan


“APA kau bilang? Masalah kecil? Kau pikir ini hanya masalah kecil bagi mu?!”


Bagaikan mematik api di tumpukan sampah pastilah akan langsung terbakar, Dad Alvan lupa jika yang sedang di hadapainya itu bukan koleganya melainkan sorang wanita. Dimana- mana wanita itu, selalu benar


Dad Alvan hanya bisa menghela nafasnya panjang. tidak ingin lagi memancing singa yang sedang marah, lebih baik mengintrogasi anaknya yang semalam pulang terlambat


“’kau semalam kenapa pulang terlambat?”


“aku lembur di kantor”


“Lembur? Tapi Jay kemarin pulang tepat waktu”


“aku menyuruhnya pulang terlebih dahulu”


“kenapa? Apa kau ingin ber duan saja dengan sekertaraismu? Ada hubungan apa kau dengan dia?”


“tidak ada, hanya hubungan pekerjaan saja”


“kau jagan bohong! Mom tahu kamu semalam makan bersama” ceplos Mom Zanna


“Mom! Kau memata-mataiku?!” Rey pura-pura kesal


“Eee...Mom tidak memata-matai mu, tapi Mom mendapat kiriman Foto dari pegawai Mom”


“itu sama saja!” Rey beranjank dari duduknya lalu berjalan keluar


“sayang, apa kau salah bicra?” tanya Mom Zanna meminta pendapat Dad Alvan


“Kau tidak salah, mungkin Rey masih engan mengakui hubunganya saja”


“begitukah?”


“hem..” kali ini Dad Alvan terpaksa, meng-iya kan ucapan Mom Zanna dari pada wanitanya itu ngembek lagi


Mom Zanna menjadi ragu, tadinya tidakan Rey sudah cukup membuktikan hubunga Rey dengan Ana tapi sekarang ia merasa tidak puas jika Rey belum mengucapkan secara langsung

__ADS_1


Saat Mom Zanna masih baingung, Rey memiliki hubungan dengan sekertarisnya atau tidak,


dari sudut ruangan Rey sedang mengintip degan ekspresi yang sangat puas, misinya untuk memanipulasi hubungan dengan sekertarisnya berhasil


Mom Zanna dan Dad Alvan percaya, sekarang ia senang karena bisa lebih fokus dengan pekerjaanya tanpa harus menghadiri kencan buta lagi


Rey memang sengaja mengajak makan malam Ana di restoran milik Mom Zanna karena ia tahu karyawan Mom Zanna pasti akan melaporkan kehadirnanya kepada Mommy nya dan seperti yang ia rencanakan situasi saat sarap pagi seperti ini yang di inginkan Rey


Mom Zanna dan Dad Alvan sudah muali percaya, kini Rey tinggal menelankan misi selanjutnya


...🍂🍂🍂...


Di Kantor


Hari ini Ana datang lebih awal, ia ingin menyelesaikan pekerjaanya yang semalam belum rampung sebelum Rey datang


jika Rey mengetahui pekerjaan Ana belum selesai, bisa-bisa Ana kena hukuman lagi.


setelah tiga puluh menit berkutat dengan dokumen -dokumen, Pekerjaan Ana akhitnya selesai juga, bertepatan dengan ke datangan Rey, Ana bisa bernafas lega sekarang


“selamat pagi Tuan” Sapa Ana memberika bow tetapi bukannya merespon atau membalas, Rey dengan dinginnya berjalan begitu saja melewati Ana, masuk kedalam ruangannya


Ana mengerutkan dahinya bingung, kali ini kepribadian mana yang akan ditunjukkan Rey. kepribadian dingin? kepribadian marah? kepribadian bad mood? "Aaaa....!!!! pusing! punya bos satu saja, seperti punya bos lima! " kesal Ana masih belum bisa menebak sikap Rey


“anda jangan salah paham, maklumi saja Tuan Rey memang seperti itu orangnya”


“HAH!! Tuan mu itu seperti bunglon! Sebentar marah, sebentar perhatian, sebentar baik, sebentar dingin, moodnya tidak bisa di tebak...”


Jay hanya diam saja mendengar Keluhan Ana karena ia mengetahui alasan di balik tindakan Tuannya itu


“Apa dia memiliki kepribadian ganda?” tanya Ana serius


“bukan seperti itu”


“lalu kenapa dia sering sekali berubah-ubah?”


“JAY!” panggil Rey dari dalam ruangannya


“lebih baik kita masuk kedalam sebelum kita terkena masalah”


“memangnya ada apa?”


“Tuan ingin Anda mempresentasikan ide project yang kemarin”

__ADS_1


“JAY!!!!” panggil Rey untuk kedua kalinya dan kali ini lebih keras dari sebelumnya


“Suaranya semakin mengerikan, cepat kita masuk sebelum ia memakan seseorang” Ana merasa merinding medemgarnya


*


sesuai apa yang di ucapakan Jay, Rey meminta Ana untuk mempresentasikan ide projectnya kemarin namun Di pertengahan presentasi Ana merasakan perutnya sakit, mungkin karena ia tidak sarapan tadi pagi sehingga asam lambungnya kambuh


Ana berusaha untuk profesional ia menyelesaikan presentasinya dengan menahan perih di perutnya, Ana menekan perutnya dengan sangat dalam agar rasa sakitnya berkurang


“kau baik-baik saja?” tanya Rey


“saya baik-baik saja” Ana melanjutkan presentasinya


“kenapa kau dari tadi memegangi perut mu?”


“tidak apa-apa” Acuh Ana


“aku dengar kau datang lebih awal, pasti kau belum makan pagi" meski tadi pagi Rey mengabaikan Ana, tetapi demi misi Rey mau tidak mau harus perhatian kepada sekretarisnya itu "Jay kau belikan bubur untuk Nona Ana” Perinyah Rey


“baik tuan” Jay pun patuh dan segera melaksanakan perintah Rey, namun sikap berbeda ditunjukkan oleh Ana, ia heran dengan kepribadian bos nya itu. Di dalam memori otaknya masih sangat jelas mengingat bagaimana tadi pagi dengan dinginnya Rey tidak membalas sapaan Ana


tidak ingin dibuat bingung dengan perubahan sikap Rey. Ana memutuskan, akan bersikap tegas dan profesional. langkah yang tepat bagi Ana, agar hatinya tidak berkembang lebih jauh lagi


“tidak perlu tuan!!” tolak Ana


“kenapa? Kau pasti belum makan kan?” tebak Rey


“benar, tapi Anda tidak perlu perhatian seperti ini. Saya merasa tidak enank jika karyawan yang lain melihatnya”


“kenapa? memangnya salah, saya perhatian kepada karyawan saya yang sedang sakit?”


“iya memang tidak salah tetapi bos tidak seharusnya membelikan makan pagi untuk karyawanya. apa lagi seorang CEO mengatar pulang karyawannya”


“semalam sudah sangat larut, saya hanya memberika tumpangan karena tidak baik seorang waita pulang sendirian, memang ada yang salah?”


“terima kasih atas perhatian Anda, tetapi mulai sekarang biar saya yang mengurus diri saya sendiri dan urus saja urusan Anda sendiri. Saya hanya tidak ingin ada gosip di kantor” Ana harus bersikap tegas mengani ini, sebagai seorang wanita yang jarang di perhatiakan pria membuat hati Ana memiliki rasa terhadap Rey namun sikap dingin Rey tadi pagi seakan memperingati Ana jika mereka tidak memiki hubungan apa pun


Tidak ingin bunga yang ada di dalam hatinya mulai tumbuh, mulai sekarang Ana ingin membatasi diri dan tidak ingin menerima bantuan apa pun dari Rey atau Ana akan menyalah artikan perhatian Rey sebagai bentuk Rey tertarik terhadapnya


“kita kan memang ada hubungan, bos dan bawahan kan? ”


“iya kita memang bawahan dan atasan maka dari itu bersikplah seperti bos dan karyawan pada umumnya, CEO tidak akan memberikan makanan untuk sekertarisnya hanya kerena asam lambungnya kambuh

__ADS_1


Saya bisa mengatasinya sendiri dan jangan membuat saya merasa tidak nyaman...sekian, permisi” Ana meberikan bow lalu keluar dari ruangan


__ADS_2