
Mansion Keluarga Mirzan
Di ruang makan
“Aku dengar kau mengangkat seorang sekertaris?” tanya Dad Alvan mengawali percakapan di pagi hari
“Hem” jawab Rey singkat, sambil terus memakan makanannya
“Apa?! Kau merekurut sekertaris baru? Kenapa?” Mom Zanna terkejut, sebagai ibu ia mengethui alasana Rey tidak pernah mengangkat seorang sekertaris
“kau bahkan membwanya pergi berlayar di Bali kemarin” ucap Dad Alvan lagi
“REY?!” Mom Zanna meminta penjelasan
“aku tidak ada hubungan Apa-apa dengan dia, satu-satu nya hubungan di antara kami hanya sebatas bos dan karyawan dan aku hanya memberikan kado kecil karena dia telah memenangkan project besar” jawab Rey datar “aku sudah selesai makan aku berangkat ke kantor dulu” Rey lebih baik bergeges pergi sebelum ia di interview lebih lanjut lagi
“sayang apa kau menngenal gadis itu?” tanya Mom Zanna kepada Dad Alvan setelah Rey pergi meninggalkan ruang makan
“dia karyawan mangangg di devisi deal maker, jika dilihat dari kinerjanya dia memang berbakat. Satu bulan bekerja saja dia mampu mengontrak investor yang sulit untuk menandatagani kontrak kerja dengan perusahan kita, bahkan para senior di deal maker tidak ada satu pun yang bisa menembus perusahan mereka, tapi anak baru itu bisa langsung tanda tangan kontrak hanya dengan mengirimkan surat. Mungkin karena itu Rey merekrtutnya menjadi sekertarisnya” jelas Dad Alvan panjang lebar
“Apa kau yakin hanya itu? atau mungkin Rey memang tertarik dengan gadis itu?”
“entahlah! bukankah ini tugsa mu untuk menyelidiki anak mu itu?” tantang Dad Alvan
“Kau benar sayang, aku akan mencari tahu sampai ke akar-akarnya. sebenarnya Rey memang suka pada gadis itu atau hanya ingin mermain-main dengannya” seperti biasa Mom Zanna akan memata-matai anak semata wayangnya itu
“kirimkan alamat rumah sekertaris baru itu pada ku” Mom Zanna semangat empat lima jika menyangkut perihal percintaan anaknya
__ADS_1
Mom Zanna harus tahu terlebih dahulu gadis seperti apa yang mampu mengisi kekosongan hati Rey. Mom Zanna juga harus menelusuri bibit beber bobot keluarganya dan hal itu akan Mom lakukan sekarang juga
tanpa Mom Zanna dan Dad Alvan sadari, sendari tadi Rey menguping pembicaraan mereka, bibirnya terukir tersenyum misterius saat Rey mengetahui jika Mom Zanna ingin pergi ke rumah wanita itu
*
Setiap hari Jay menjemput Rey di Mansion nya untuk berangkat ke kantor bersama. Agar Jay cepat datang ke mansion, Rey membelikan apartemen terdekat dengan mansion
“apa rencna Anda berhasil tuan?" tanya Jay membuka percakapannya
“Hem, sepertinya yang kua tahu anak buah Dad Alvan pasti melaporkan kegiatanku” jawab Rey sambil melihat jadwalnya hari ini di ipand nya
Kapal persiar yang Rey naiki kemarin bersama Ana adalah milik Dad Alvan dan pasti nahkoda kapal melaporkan kejadian kemarin kepada Dad Alvan
“apa Anda tidak keterlaluan mengunakan nona Ana hanya agar anda tidak disuruh datang ke perjodohan, Tuan?” Iba Jay
Jay merasa kasihan terhadap nona Ana, yang mungkin saja bisa salah paham atas kejadian kemarin. jika ia mengetahui hal yang sebenarnya pasti dia akan sangat marah
leleh dengan situasi itu, munculah ide untuk memanipulasi keadaan. Rey akan berpura-pura menyukai seorang gadis, meminta gadis itu untuk menjadi pacar palsunya dan kebetulan target Rey adalah Ana
korban sudah ditemukan langkah selanjutnya adalah menjalankan rencana. akan aneh jika Rey tiba-tiba mengajak Ana langsung menjadi pacar palsunya maka Rey harus membuat sebuah situasi, memaksa Ana bermain
hal pertama yang Rey lakukan adalah mengangkat Ana sebagai sekretarisnya agar Ana lebih dekat dengannya, yang ke dua adalah menjerat Ana dalam hubungan palsu. tanpa Ana sadari, perilaku manis yang Rey lakukan adalah demi menjalankan rencananya karena Rey mengetahui diamapun ia berada pasti ada mata-mata suruhan Dad Alvan untuk memantaunya
hal itu di manfaatkan oleh Rey agar kedua orang tua nya percaya jika mereka memang memiliki hubungan khusus dalam tanda kutip
rencana Rey terbilang berhasil, kini Orang tuanya percaya jika ia memiliki hubungan dengan sekertaris barunya itu. Rey tinggal menjalankan rencana selanjutnya
__ADS_1
"Apa kau menyukainya?" Rey mematikan ipadnya lalu menatap tajam ke arah Jay
“Eee.., saya hanya takut nona Ana menyalah artikan perhatian anda” Jay gugup saat mendapat tatapan tajam dari atasanya itu
“lihat kedepan dan menyetirlah dengan baik” perintah Rey, ia engaan untuk membahas Ana dirinya lebih memilih untuk fokus terhadap pekerjaannya
...🍂🍂🍂...
Di rumah Ana
Ana sedang duduk di teras menunggu go-car yang ia pesan lewat aplikasii online untuk mengantaarkan ia ke rumah sakit. Selain menunggu mobil dari tadi Ana juga menunggu-nunggu pesan balasan dari Rey
“Kenapa dia tidak membalas pesan ku?" Ana menatap layar ponselnya untuk ke sekia kalinya "Apa dia sibuk?"
"Eh..tunggu dulu! kenapa aku selalu menunggu-nunggu pesannya? Bodoh..!! bodoh..!!! kita tidak memiliki hubungan apa pun kenapa aku menunggu pesannnya? sadar Ana!!! sadar!!! ” Ana memukul mukul kepalnnya yang dari semalam berkhayal jika Rey adalah kekasihnya
“Hei cantik..., kenapa kau memukul mukul kepalamu?” sapa seorang wanita, rasannya suara itu tidak asing di telinga Ana
“Tan-tante?” Ana mendongkkan kepala nya ke atas, ia terkejut kenapa ibunya Rey berada di rumahnya “kenapa tante bisa di sini?”
“tante sedang mencari alamat, terus melihat mu duduk disini jadi tente kesini" jelas Mom Zanna "apa kau tahu alamat rumah ini?” Mom Zanna memperlihatkan secarik kertas bertulisakn alamat rumah kepada Ana
“Ini, ini rumah saya tan” ucap Ana melihat alamat yang di berikan Mom Zanna adalah alamat rumah nya “ada apa tante mencari rumah saya?”
“jadi..jadi kau yang di angkat Rey sebagai sekertaris nya?” Mom Zanna terkejut sampai-sampai ia tidak menjawab pertanyaan dari Ana
sama seperti Rey, Mom Zanna tidak memperdulikan penampilan luar seseorang. Hidup sebagai orang kaya sejak lahir, mengajaarkan mereka jika penampilan dapat saja menipu
__ADS_1
Orang yang mendekati mereka semua rata-rata ingin hidup enak dan berkelimpahan harta maka dari itu tidak heran orang-orang seperti itu akan melakukan segala cara untuk mendapatkan perhatian Rey termasuk menggunakan baju sexy dan bermerek mahal
Berbeda dengan Ana yang sudah mencuri perhatian Mom Zanna sejak pertama kali bertemu, Ana berpakaian sederhana dan yang terpenting Ana tidak gila harta sama seperti wanita-wanita yang berusaha mendekati putranya