
Rasa panik Mama Iren langsung hilang bergati dengan mata yang berbinar-binar saat melihat Rey yang muncul dari arah bagasi mobil membawakan barang-barang milik Ana
“Jika tukang ojek secakep ini mama pasti akan sering-sering pesan go-car” ucap Mama Iren memandang wajah rupawan Rey yang kini sedang berdiri tepat di hadapannya. Mama Iren mengira jika Rey adalah tukang ojek mobil
“dia bukan tukang ojek Ma, dia CEO ku di kantor namanya Rey”
“perkenalkan nama saya Rey tante” Rey mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan
“I-Iren” jawab Mama Iren terpesona dengan ketampanan Rey “tangannya sangat halus sekali” lirih Mama Iren
“Ee...ini semua barang-barang Ana, tante” Rey berusaha melepaskan tangannya, Rey sedikit kesusahan melepaskannya karena Mama Iren menahan tangannya
Rey tiba-tiba cangung dengan Mama Iren yang agresif “mau di taruh mana biar saya bawakan masuk ke dalam” tawar Rey
“MA!” Ana menyengol bahu Mama Iren yang masih saja mengagumi ketampanan Rey
“Eee..langsung ke kemar saja” jawan Mama Iren sepontan
“APA?!” Ana terkejut
Bagaimana bisa mama nya itu menyuruh seorang pria masuk kedalam kamarnya, dimana kamar adalah tempat yang paling privasi bagi Ana
“taruh saja di ruang tamu” koreksi Ana
Rey pun memasukan barang-barang Ana di ruang tamu dan setelah selesai Rey langusng pamitan pulang
“saya pamit pulang dulu tante”
“kenapa buru-buru? Istirahat saja dulu, mium-minum teh gitu, pasti kau capek”
“tidak perlu tante, ini sudah larut malam” Rey melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya yang menunjukkan jam dua dini hari
“kalau begitu tidur disini saja”
“MA!”
__ADS_1
karena Rey adalah pria pertama yang di kenalkan Ana kepada mama nya, Mama Iren lebih enthusiastic menyabutnya samapi-sampai ia melupakan adab menerima tamu
Bagaimana bisa mama nya itu menerima seorang laki-laki menginap di rumah mereka yang berisikan tiga orang wanita dewasa
“tidak perlu tante, kebetulan rumah saya dekat dari sini”
“iya terimakasih sudah mengantar saya sampai rumah, hati-hati di jalan” usir Ana secara halus sebelum Mama nya itu bertidak lebih gila lagi
“kalau begitu saya permisi dulu tante, selamat malam”
“Iya nak Rey, hati-hati di jalan”
Selepas kepergian Rey, Ana langsung di introgasi oleh Mama Iren
“Siapa pria barusan?”
“Siapa apanya? Kan sudah aku bilang dia atasan ku”
“ADA hubungan apa kua dan dia?”
“hubungan apa? Tentu saja hungan kerja, karyawan dan bos seperti yang lain”
“tidak ada hal semacam itu! Mama kan bisa lihat sendiri kondisi kau sedang terluka dan dia sebagai bos yang baik hati mengatar karyawannya pulang itu saja tidak lebih”
“Begitukah?”
“tentu saja begitu! Mama harusnya bersyukur anak mama yang paling cantik ini di antar pulang oleh orang yang di kenal, coba bayangin jika Ana harus di antar pulang oleh orang asing. kan ngeri!" Ana tidak bisa membayangkan jika dini hari dirinya harus mencari ojek untuk mengatarnya pulang.
Ana sangat bersyukur, Rey mau mengatarnya pulang meski tadi Ana sempat menolak Rey
"sudah aku mau istirirahat dulu”
Ana masuk kedalam kamar dan langsung membaringkan tubunya yang lelah di atas tempat tidur, sejenak ia memfikirkan kalimat Mama iren jika Rey tertarik padanya tapi sedetik kemudian Ana menempis pikiran itu, dari sudut mana Rey tertarik padanya? Dia saja sudah kribo, berkacamata, bergigi behel, berpenampilan sederhana, tidak satu pun sesuatu yang menarik bagi laki-laki.
Tetapi Rey sudah membuat Ana terkesan, mereka menghabiskan waktu besama seharian ini.
__ADS_1
Rasa-rasa kebersamaan mereka masih bisa Ana rasakan, terutama saat Rey mengendong dirinya, Ana bisa merasakan pungung Rey yang lebar dan hangat
Tanpa sadar Ana mengulas senyum saat mengingat seharian bersama Rey. Ana merasa bahagia bisa berlibur naik kapal persiar atau merasa bahagia karena sikap manis Rey? entahlah mana yang membuat hati Ana bahagia. intinya hari ini adalah hari paling membahagiakan, hari yang tidak pernah Ana lupakan seumur hidupnya
"Ck, bodoh! Bodoh!.. " Ana menoyor-noyor kepalanya karena terus terusan memikirkan wajah tampan Rey
"Dasar prawan tua! begitu saja sudah jatuh hati. hati-hati jangan terlalu tinggi bermimpi atau kau akan sakit karena terjatuh! " Ana memperingatkan dirinya sendiri agar sadar diri. posisinya itu hanya sebagai bawahan
laki-laki biasa yang di kenalkan oleh Mama Iren lewat kencan buta saja menolaknya, apalagi laki-laki premium seperti Rey. sudah tampan, kaya, baik hati idaman semua wanita. jadi mana mungkin Rey menyukai Ana? rasa-rasanya itu semua hanya terjadi di novel buatan Ana
Ana tidak ingin berfikir terlalu jauh Ana memutuskan untuk segera tidur, meski sudah berusaha untuk tidak memfikirkannya tetap saja wajah Rey selalu berkeliaran di benak Ana, sampai-sampai Rey terbawa masuk ke dalam mimpi ter-indah Ana
Pagi Harinya
saat bagun pagi, pipi Ana di buat memerah karena Rey mengirimkan pesan singkat kepandaanya
sebenarnya isi surat itu biasa saja, Rey hanya menanyakan kondisi kaki Ana dan memberika cuti jika kakinya masih sakit
Tetapi namanya juga prawan tua, kurang kasih sayang dan perhatian dari seorang pria. Perhatian sekecil apa pun sangat bermakna bagi Ana (sepertinya Ana harus hati-hati agar tidak mudah terjerumus oleh rayuan gobal laki-laki, kalian masih teringatkan bagaimana Ana jatuh cinta kepada abang tukang parkir hanya kerena mengambilkan motornya?)
...isi pesan Rey...
Rey : “Bagaimana kondisi kaki mu apa masih sakit?”
Ana : “sudah mendingan, tapi masih bengkaknya. lalu bagaimana dengan punggung Anda apa masih sakit? kemarian seharian Anda menggendong ku pasti punggung Anda sangat sakit ”
Rey : “Aku baik-baik saja. oh iya Jika masih sakit kau boleh cuti hari ini”
Ana : “hem, aku juga ingin mengajukan cuti karena aku mau chek up ke rumah sakit. Anda yakin baik-baik saja? "
"Apa tuan hari ini akan masuk kerja? apa tidak lelah setelah kemarian seharian mengendongku? ”
Begitu kira-kira isi chatingan antara Ana dan Rey
"kanapa dia tidak membalasnya? " Ana menatap ponselnya, menunggu balasan dari Rey "Apa mungkin dia sibuk?" tebak Ana
__ADS_1
sudah seperti pasangan kekasih saja, Ana menunggu-nunggu balasan pesan dari Rey
"Aduhh...!!! Ana kenapa kau menunggu balasan darinya?! dan kenapa kau begitu penasaran apa kegiatannya?! " Ana menghapus tulisan yang baru saja ia tulis, yang hendak ia kirimkan kepada Rey yang berisikan menayakan kegiatan Rey satu hari ini