
sudah satu jam lamanya Ana bersembunyi di dalam kamar mandi, dia sudah sangat kedinginan. saat ini dia sedang menggunakan bathroben yang di sediakan oleh pihak hotel. karena tidak ingin mati kedinginan Ana membranikan diri untuk keluar
dia buka pintu kamar mandi pelan-pelan, ia julurkan kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri melihat keadaan. sejauh mata memandang Ana tidak melihat keberadaan Rey, Ana memberanikan diri untuk keluar. langkahnya sangat hati-hati, Ana sengaja tidak menimbulkan langkah suara agar Rey tidak menyadarinya. Ana berjalan mencari keberadaan Rey, Ana bisa berbafas lega saat melihat Rey tertidur tengkurap di atas ranjang. kini waktunya mencari baju, Ana berjalan jinjit menyebrangi tempat tidur untuk mengapai almari yang terletak membelakangi ranjang, dengan hati tenang Ana perlahan membuka almari itu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara, namun betapa terkejutnya Ana saat melihat isi lemari itu kosong
"dimana pakaianku? " lirih Ana, dia segera menutup lemari tersebut dan berencana untuk menanyakannya kepada Rey. sungguh terkejutnya Ana saat dia membalikkan badanya Rey sudah berada di belakangnya, dia langsung mendorong Ana ke belakang sampai terbentur lemari
"Rey? sejak kapan kau di sini? " tanya Ana gugup, karena saat ini Rey Menghimpitnya diantara tubuh kekeranya dan juga lemari
"kenapa kau menghindari ku? " lirih Rey pelan, mampu membuat Ana meramang. hembusan nafas hangat Rey menyentuh dada Ana yang saat ini terbuka
"Rey.. a-aku belum siap"
Rey sangat mengerti Ana, namun bukan Reydra namanya jika tidak mendapatkan apa yang ia inginkan
cup
Rey mencium bibir istrinya itu dengan lembut penuh dengan kasih sayang, berbeda dengan ciuman-ciuman sebelumnya yang brutal. ciuman kali ini menggambarkan jika Rey sangat mencintai Ana, sehingga Ana terbuai dan menggikuti permainan Rey
ciuman itu lama kelamaan sangat dalam, Rey sampai menahan tengkuk Ana untuk memperdalam ciumannya. tidak hanya di situ tanggan Rey sangat trampil sampai Ana mengeliat kegelian
"Aawww..." pekik Ana saat Rey menggigit, memberikan tanda mereh di area sensitif Ana
mendengar triakan itu Rey menghentikan aksinya, dia kembali ******* bibir Ana kemudian menggendongnya seperti Ana kuala berjalan menuju ranjang
Ana yang merasakan sesuatu yang Aneh di tubuhnya baru menyadari, jika saat ini tubuhnya sudah polos los tanpa sehelai benang. bathroben yang tadi ia pakai entah jatuh kemana
kini di baringkanya Ana perlahan-lahan di ranjang. tiba -tiba Ana sangat malu, ini pertama kalinya ia telanjang di hadapan seseorang. Ana memalingkan wajahnya ia memfikirkan sesuatu agar bisa terbebas dari situasi ini, Ana menemukan sebuah ide
"Rey sebaiknya kau mandi terlebih dahulu " ujar Ana dengan jantung yang berdegup kencang, antara gugup dan takut menjadi satu
"tidak ada gunanya aku mandi sekarang, toh aku akan berkeringat lagi" ucap Rey sambil melepaskan celananya
"Aaaaaa... " triak Ana keras menutup kedua matanya saat mata perawanya itu telah ternoda. Ana tidak sengeja melihat suatu benda yang menegang di antara dua paha Rey
"kenapa kau menutupinya? " lirih Rey mulai menghimpit Ana, kulit mereka saling bertemu tanpa penghalang
__ADS_1
Ana yang merasa tidak nyaman ingin bernegosiasi, namun sayang pikirannya kacau saat Rey memberikan sentuhan di seluruh area sensitif Ana. membuat si pemilik tubuh mengeliat kegelian tidak karuan sampai Ana telah sampai puncaknya
"Rey aku ingin pipis.. " lirih Ana di sela-sela kegiatan panasnya
"lepaskan saja sayang... "ujar Rey tersenyum
"kau gila ya? tunggu dulu aku mau ke kamar mandi!"
"lepaskan saja disini, kita sedang nanggung"
"tapi Rey... "
Cup
Rey membungkam mulut Ana dengan ciumanya, agar wanitanya itu tidak lagi protes. bisa-bisa malam pertama harus gagal
seakan seorang profesional Rey memberikan kepuasan kepada Ana, Ana yang tadi ingin ke kamar mandi terpaksa mengeluarkannya di tempat. dia sudah tidak tahan lagi karena Rey terus-menerus memberinya rangsangan
setelah puas wanitanya mencapai pelepasannya. kini saatnya Rey memasuki istrinya, Rey melakukanya dengan perlahan-lahan agar tidak menyakit Ana
"tahan sebentar sayang, sakitnya hanya sebentar" Rey memfokuskan kembali memasukkan adik kecinya yang baru setengah masuk
kini miliknya sudah tertanam seluruhnya di kepemilikan istrinya, Rey sengaja mendiamkanya sejenak agar Ana dan dirinya bisa beradaptasi. kemudian Rey muali mengoyangkan pinggulnya secara perlahan, Ana yang di bawah Rey mengikuti irama dan permainan Rey. Ana tidak henti-hentinya mendesah dengan semua sentuhan Rey
...***...
Jakarta
keluarga Mirzan dan keluarga Edwin bangun kesiangan. semalam mereka mengadakan pesta hingga dini hari sehingga mereka terbangun saat makan siang
dua keluarga baru itu makan siang bersama untuk pertama kalinya setelah mereka menjadi keluarga
"Lyla.. panggil kakak mu untuk makan" pinta Mama Iren
"baik Ma" jawab Lyla patuh kemudian beranjak pergi menuju kamar Rey dan Ana
__ADS_1
"kanapa kita tidak biarkan saja mereka tidur lebih lama? mungkin dia terlalu lelah melakukannya semalaman" goda Mom Zanna
"meski mereka melakukanya, tapi jangan sampai dia lupa untuk makan" balas Mama Iren
"kau benar juga "
tak lama Lyla bergabung dengan mereka, dia berlari dengan setengah panik "kak Rey dan Kak Ana tidak ada di kamarnya"
"Apa? " kejut semua orang
"lalu mereka pergi kemana? "
"aku tidak tahu, semua barang-barang dan pakaiannya masih tertata rapi di lemari"
"Jay! " panggil Dad Alvan, karena Jay lah satu-satunya orang yang mengetahui kemana Rey saat ini
"iya Tuan... "
"dimana Rey sekarang?!"
"Ee... itu... "
"DI MANA?! "
"tuan Rey saat ini sedang berbulan madu di Itali, beliau juga meminta libur selama satu minggu "
"Apa? Itali? " semua orang terkejut saling memandang tidak percaya. mereka pikir Rey akan membicarakannya terlebih dahulu kepada keluarga sebelum membuat keputusan
"mereka naik apa? "tanya Mom Zanna
"mereka menggunakan Helikopter milik Tuan Besar, dan Tuam Rey berpesan agar tidak menganggunya. untuk masalah di sini Tuan Rey menyerahkan semuanya kepada Nyonya besar" ujar Jay menundukkan kapalanya
"Ck, Dasar Anak itu!! " geram Mom Zanna
sementara orang yang di bicarakan kini sedang tertidur pulas, setelah kegiatan panas mereka Ana benar-benar kelelahan sampai-sampai Ana tidak tersadar jika saat ini selimutnya telah turun memamerkan dua gunung yang mencuat keluar, Rey yang melitaht itu menelan silivanya dengan susah. dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan hasratnya agar tidak menyerang istrinya kembali. tidak ingin menggau tidur istrinya Rey meletakkan selimut itu untuk menutupi seluruh tubuh Ana sampai ke lehernya
__ADS_1
"terima kasih sayang " ucap Rey mencium kening wanitanya. Ana yang merasa ada yang menggau tidrunya, dia mengeliatkan tibuhnya membelakangi Rey