
"tidak perlu langsung menikah kalian bisa bertunangan dulu" nimbrung Mom Zanna
"Tu-tunangan? " jawab Ana terbata-bata
"kami masih ingin menikmati masa-masa pacaran kami Mom" ucap Rey
"umur kalian sudah cukup untuk membina rumah tangga, sampai kapan kau akan menundanya terus Rey? "
"kami belum memfikirkan itu Mom"
"segera putuskan tanggal pertunangan kalian"
"kami akan membicarakan hal itu berdua, terlebih dahulu Mom"
"baiklah, kabari Mom segera"
seketika itu Ana merasa tidak bernafsu makan, pikirannya terlau cetek saat menerima tawaran berpacaran palsu dengan Rey, kini dirinya lagi-lagi harus berbohong untuk menutupi kebohongan yang lainnya
Ana tidak membayangkan harapan orang tua Rey dan orang tuannya yang ingin segera mereka menikah, harus kecewa jika mereka mengetahui kebenarannya jika hubungan mereka hanya palsu
seharusnya Ana sudah menyadari itu sejak saat ia disuruh mendatangi kencan buta, Mama Iren sejak awal memang ingin Ana segera menikah
hanya ingin terbebas dari jadwal kencan buta, kini Ana harus menanggung akibatnya, dirinya terus -terusan berbohong. dirinya tidak bisa membayangkan bagaimana sedih dan kecewanya Mama Iren saat mengetahui kebohongannya
selesai jamuan makan malam bersama keluarga Mirzan, Rey mengantarkan Ana pulang. Ana terlihat sedikit murung setelah pembahasan rencana pernikahan mereka
"Rey, aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini" ucap Ana memulai pembicaraan
"kenapa kau tiba-tiba bicara seperti itu? "
"aku tidak ingin membohongi mereka lagi. aku tidak bisa! kita sudahi saja hubungan palsu ini"
sittttt
Rey mengerem mendadak mobilnya, sampai-sampai kepala Ana terbentur dasbor mobil
"kau bisa menyetir tidak! " kesal Ana memegangi keningnya yang sepertinya benjol
"Apa maksudmu menyudahi hubungan palsu ini? " tanya Rey tidak menghiraukan keluhan Ana
"aku tidak ingin membuat mereka kecewa, saat mengetahui hubungan palsu ini. lebih baik aku menghadiri seribu jadwal kencan buta dari pada membuat Mama Iren sedih dan kecewa"
"apa kau sudah gila?! kita sudah berjalan sejauh ini, kenapa kau tiba-tiba memutuskan untuk tidak melanjutkannya? "
__ADS_1
"sudah aku katakan alasanku, aku tidak ingin membohongi mereka lebih dari ini "
"dua kali lipat"
"Apa? "
"aku akan membayar mu dua kali lipat dari harga yang kau minta, asal kau mau melanjutkan hubungan ini"
"dengar ya Tuan Rey yang terhormat, semua hal tidak bisa Anda beli dengan uang. kekecewaan orang tua ku tidak sebanding dengan harta yang kau miliki" meski Ana dari golongan ekonomi menengah, tetapi Ana masih menjunjung tinggi kebahagian orang tuannya
kebahagian Mama Iren adalah nomer satu, di atas segalanya apabila Rey menaikkan bayaran Ana lima kali lipat sekali pun Ana tidak akan pernah menerimanya. Ana tidak ingin melihat kekecewaan di wajah Mama Iren
*
*
Rey berjalan masuk ke dalam Mansion setelah ia kembali dari mengantar pulang Ana, Rey berjalan menundukkan kepalanya lesu memfikirkan cara agar Ana tetap mau menjalankan hubungan ini
"Rey, Dad ingin bicara empat mata dengan mu" ucap Dad Alvan yang memang menunggu Rey kembali di ruang tengah
"Ada apa Dad? "
"ikut Daddy di ruang kerja" Dad Alvan berjalan terlebih dahulu masuk ke ruang kerja
"Apa kau mencintai Ana? " tanya Dad Alvan to the point, sesaat Rey masuk keruanggannya
"apa maksud Daddy? "
"jawab saja pertanyaan Daddy!"
"jawabanya bukannyasudah jelas Dad? kalau tidak mana mungkin kita berpacaran"
"Dad tidak menanyakan itu! yang Dad tanyakan apakah kau mencintai Ana? jawabannya hanya iya atau tidak"
"i-iya" jawab Rey terpaksa "kenapa Dad tiba-tiba berbicara seperti itu? " tanya Rey Heran
"Daddy hanya memastikan apakah kau benar-benar mencintai Ana atau tidak, bisa jadi kau hanya berpura -pura berhubungan dengan Ana untuk membodohi kita"
Rey tersentak kaget saat Dad Alvan mengetahui rencananya
"jadi jawab pertanyaan Daddy, apa kau serius dengan Ana? "
Rey berusaha untuk tenang, jika dirinya terlihat gugup pasti Dad Alvan akan langsung mengetahui rahasianya
__ADS_1
"tentu saja aku serius, jika aku tidak serius, aku tidak akan memperkenalkannya kepada kalian" jawab Rey tegas
"bagus! ini baru anak Daddy. jadi kapan kau akan bertunangan dengan Ana? "
"Dad aku tidak ingin terburu-buru"
"dengar Rey, sebagai seorang pria kita di tuntut untuk tegas dan bertanggung jawab. jangan pernah kau memngantungkan atau pun mempermainkan hati seorang wanita. apa kau tidak belajar dari Daddy mu ini? kalu lihat Mansion indah ini? Mansion ini adalah bentuk keseriusan Daddy terhadap Mom Zanna. sementara kau hanya di tanyai kapan kalian bertunangan sebagai bentuk keseriusan mu saja kau sudah septi ikan yang kehabisan air"
"aku akan memfikirkannya Dad, masalah pernikahan bukan hal yang sepele"
"Daddy beri kau waktu satu bulan untuk berfikir, jika kau belum menentukan tanggal pertunangan mu lebih baik kalian putus saja dan kau akan Daddy jodohkan dengan anak sahabat Daddy"
"tidak bisa begitu Dad"
"waktu mu hanya satu bulan, di mulai dari sekarang" Dad Alvan keluar dari ruangan itu meninggalkan Rey yang semakin frustrasi
di sisi lain Rey harus membujuk Ana agar mau menjalankan hubungan palsu ini, sedangkan di sisi satunya ada tekanan dari orang tuannya agar cepat-cepat menikah
Rey terduduk di atas sofa di sana sembari memengai kepalanya yang terasa pusing memfikirkan jalan keluar, dirinya tidak ingin di jodohkan karena saat ini hatinya belum ingin menjalin hubungan dengan seseorang
saat Rey sedang galau dengan situasi yang ia huat sendiri, berbeda jauh dengan Mom Zanna yang sangat antusias mendengar kabar dari suminya
Mom Zanna menunggu Dad Alvan di kamar, ia ingin segera mengetahui hasil pembicaraan mereka
"bagaimana? " tanya Mom Zanna tidak sabaran, saat Dad Alvan baru saja masuk ke kamar mereka
"aku memberinya waktu satu bulan untuk berpikir "
"bagaimana jika mereka berdua tidak bertunganan juga setelah satu bulan? "
"aku sudah mengancam Rey, akan menjodohkan dia dengan anak salah satu sahabatku "
"sayang kau yang terbaik" Mom Zanna memeluk Dad Alvan dengan kasih "tunggu dulu... " ucap Mom Zanna setelah ia teringat sesuatu
"sayang, apa kau tidak keberatan memiliki menantu seperti Ana? " tanya Mim Zanna hati-hati
Ana bukan berasal dari keluarga kaya, dia hanya seorang gadis desa biasa. Mom Zanna takut jika Dad Alvan keberatan dengan latar belakang keluarga Ana
"jika kau sangat menyukai gadis itu, pasti dia yang terbaik untuk anak Kita. aku tidak bermasalah dengan latar belakang keluarganya, sekalipun dia anak pemulung kalau kau menyukainya aku pun juga akan menyukainya" ucap Dad Alvan membalas pelukkan Mom Zanna
"I love you" Mom Zanna serasa seperti telah jatuh cinta lagi dengan Dad Alvan setelah mendengar ucapan Dad Alvan
"I Love You too"
__ADS_1
Dad Alvan membalas cinta Mom Zanna dengan ciuman di bibir Mom Zanna, awalnya ciuma itu hanya sebuah kecupan tapi lama kelamana ciuman itu berubah menjadi bergairah