
dua minggu kemudian
isaac group
hari ini Rey menyuruh seluruh karyawannya untuk mempersiapkan diri menyambut Vika (Casper) yang akan berkunjung ke kantor. seluruh karyawan berjajar di kiri dan di kanan pintu menyambut Ana, di hujung barisan terdapat Rey yang sudah menunggu dengan senyum lebar
Ana yang di sambut meriah seperti itu sedikit merasa tidak nyaman, namun ia berusaha untuk profesional. langkah demi langsung Ana melewati barisan para karyawan Rey dengan sopan, Ana menyama mereka semua, sampailah akhirnya langkah kaki Ana berhenti tepat di hadapan Rey
Rey yang sudah merindukan Ana, merentangkan kedua tanganya hendak memeluk wanitanya itu namun Ana dengan cepat mengulurkan tangannya ingin berjabat tangan. Ana sangat malu jika berpelukan di depan semua orang
Rey sangat kesal, marah itu pasti! namun Rey juga menghormati ke profesionalan Ana. sekuat tenaga Rey menahan rasa malunya kemudian menjabat tangan Ana menyambut wanita itu
"selamat datang di Isaac Group Nona Vika"
"terimakasih Tuan Rey" jawab Ana dengan tersenyum ramah
"akan saya ajak Anda berkeliling melihat kantor kami" alibi Rey padahal dia ingin menghabisakan waktu berdua saja dengan Ana
Rey kemudian mengajak Ana masuk ke dalam kantornya, namun sebelum Rey masuk ke dalam ruanganya dia sudah mengkode Jay agar tidak menganggu waktu berdua dengan Ana
"kenapa kau mengunci pintunya? "
"Agar tidak ada orang yang bisa menganggu kita" tanpa permisi Rey langsung memeluk Ana dengan erat, dia menyalurkan semua kerinduan selama dua minggu ini yang hanya berkomunikasi melalui telepon
"Aku merindukan mu" lirih Rey tepat di samping telinga Ana
"Aku juga merindukan mu" jawab Ana membalas pelukan Rey
"kau sudah bertemu kedua orangtua mu? " tanya Rey melepas pekukannya
Ana mengelengkan kepalanya "belum"
"kenapa? "
"entahlah tiba-tiba saja aku merasa takut untuk pulang "
"apa yang kau takutkan? Ada aku di sisi mu" Rey mengegam tangan wanitanya memberikan kekutan kepadanya "lalu kau tinggal dimana? "
"aku menyewa apartemen "
"pulanglah, orang tua mu pasti merindukan mu juga "
__ADS_1
"hem... "
"kau ingin bertemu dengan Rani? "
"Rani? dia masih bekerja di sini? "
"tentu saja... " Rey mengandeng tangan Ana kemudian mereka berjalan keluar ruangan menuju ruangan team Deal Maker
dari kejauhan Ana bisa melihat sahabat baiknya itu, ingin rasanya Ana manyapa dan memeluk sahabatnya namun Ana masih menahanya karena saat ini team deal maker masih melangsungkan rapat
setelah selesai rapat Rey memerintahkan Rani untuk mengantikannya menemani Ana berkaliling kantor. Rey tahu Ana sangat merindukan sahabatnya itu, maka dari itu Rey sengaja memberikan waktu Ana dan Rey berdua
"mari nona Vika saya antar... " Rani memepersilahkan Ana untuk berjalan terlebih dahulu. Rani tidak menyadari jika orang yang sedang ia ajak itu adalah sahabatnya yang selama ini ia cari-cari
Ana melihat Rey dengan tatapan penuh terimakasih karena Rey bisa memahami perasaannya, Rey memahami tatapan Ana kemudian ia membalasnya dengan sebuah senyuman manis
Rani mejelaskan setiap sudut ruangan kantor isaac group, Ana tidak mendengarkan sumua penjelasan Rani, Ana hanya sibuk menatap sahabatnya itu. dia ingin sekali memeluk sahabat yang sangat ia rindukan itu
"aku sudah tahu seluruh isi ruangan di kantor ini" lirih Ana
"Apa Nona? anda berbicara sesuatu? " tanya Rani tak begitu mendengar ucapan Ana
"tidak, tidak apa-apa.. " Ana langsung menutup-nutupinya. saat Ana hendak membuka identitasnya Rani mendapatkan telepon dari seseorang
"silahkan"
Rani berjalan manjauh dari Ana namun suara Rani masih bisa terdengar oleh Ana
"Iya Lyla ada apa? "
"...."
"baiklah, aku akan mampir setelah pulang kantor "
"...."
"tidak perlu berterima kasih, kalian sudah aku anggap keluarga sendiri "
Ana mendengar percakapan Rani dengan orang itu, Ana tahu jika yang berbicara dengan Rani adalah adiknya Lyla namun Ana tidak tahu mereka membalas tentang apa
"apa itu telefon dari keluarga mu" tanya Ana sengaja memancing Rani agar dia bercerita tentang apa yang barusan mereka bicarakan
__ADS_1
"bukan, dia adalah adik sahabat ku yang sudah aku anggap sebagai adiku juga. ayahnya baru sakit, dia menelfon untuk minta tolong membelikan obat karena dia hari ini lembur "
Deg
hati Ana terasa sakit saat mendengar ayahnya sedang jatuh sakit
"Ayah.. Ayah sakita apa? apakah sakit ayah parah?" batin Ana khawatir dengan keadaan Ayahnya
"nona Vika... Nona Vika..!" Rani memnyadarkan Ana yang sejenak terbengong
"Maaf aku harus pergi... " tanpa basa basi Ana langsung pergi dari kantor isaac group. dia sungguh sangat khawatir dengan keadaan Ayahnya
Ana mengendarai mobil sportnya dengan kencang, ia bahkan melanggar beberapa rambu -rambu lalu lintas. tak lama, akhirnya mobilnya itu sampai di ujung jalan rumahnya. Ana memberhentikan mobilnya di sana, dia hanya memperhatikan keluarganya dari kejauhan, Ana tidak berani berkunjung. terlihat Mama Iren sedang menyapu halaman rumahnya
"Mama... " lirih Ana memanggil Mama-nya
"kenapa kau malah berhenti disini? kanapa tidak masuk? " terdengar suara dari belakang yang mengejutkan Ana
"Rey? kenapa kau bisa di sini? " tanya Ana terkejut tiba-tiba Rey berada di samping mobilnya
"jika kau ingin pulang seharusnya kau masuk ke dalam ruamh, memangnya kau itu maling mengintai rumah sendiri? " omel Rey yang gemas dengan tindakan Ana yang malah berhenti di ujung jalan, tidak berani bertemu dengan orang tuanya
Rey memerintahkan Ana untuk bergeser, bertukar posisi kemudi. jika Ana tidak bisa berjalan kesana paling tidak Rey bisa mengantarkan Ana bertemu dengan orang tuanya
Mobil spot mewah Ana sangat mencolok, baru juga terpakir di halaman rumah Ana. para tetangga Ana sudah kepo maksimal, mereka langsung berkumpul melihat kedatangan Rey. Rey hanya mengeleng-gelengkan kepalnya tidak mengerti tingkah warga disana
"Rey? " tanya Mama Iren memastikan jika itu adalah Rey mantan calon mantunya dulu
"tapi kenapa sekarang dia kerumahnya setelah sekian lama? apalagi Rey datang dengan mengandeng wanita cantik, apa dia ingin memamerkan calon istrinya? " begitulah kira-kira isi pikiran Mama Iren
"Tante apa kabar? sehat? " tanya Rey sopan mencium tangan Mama Iren menghormati
"Alhamdulillah baik...kau kemari mau apa? dan siapa wanita ini? " tanya Mama Iren masih bingung
"Saya ke sini ingin melamar Anak tante... "
"APA?!!! " triak seorang wanita yang tiba-tiba saja datang dari belakang "memangnya kau siapa seenaknya melamar ku?! setelah apa yang kau lakukan terhadap kak Ana aku tidak sudi menikah dengan mu! " emosi Lyla meluap-luap
"siapa juga yang akan menikah dengan mu" jawab Rey dengan entengnya membuat Lyla mati kutu
"isstt...kau ini baru saja datang sudah triak-triak!" omel Mama Iren "katanya kau lembur, Kanapa kau pulang lebih cepat?"
__ADS_1
"iya Ma, aku tadi izin"