Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
part 62


__ADS_3

di Mansion Mirzan, terdapat seorang wanita berkisaran lima puluh lima tahunan sedang bersedih. dia duduk bersandar di atas tempat tidur, hatinya begitu terkula dengan perlakuan anak satu-satunya itu. sementara sang suami duduk di sampingnya, sedang membujuknya untuk makan


"sayang, kau dari tadi pagi belum makan apapun" bujuk Dad Alvan membawa satu porsi makanan dengan satu tanggan, sementara tangan satunya memegang sedok untuk menyuapi Mom Zanna


"aku tidak lapar..." tolak Mom Zanna engan menerima suapan dari suaminya


"jangan seperti itu, kalau kau pingsan lagi seperti kemarin bagaimana? "


"apa peduli dia kalau aku pingsan? dia bahkan tidak perduli dengan kondisi ku saat ini" Mom Zanna kembali menitihkan air matanya saat mengingat prilaku Rey kemarin, Mom Zanna begitu terluka Rey malah memilih perempuan si Iblis Aglea. bahkan saat di rumah sakit Rey dengan tega-nya tidak datang menjenguk dan melihat kondisin ibunya sendiri


Dad Alvan yang melihat Mom Zanna kembali menangis, menghela nafasnya dengan berat "Apa kau tidak mengenal sifat anak kita satu-satunya? "


"apa maksudmu? " tanya Mom Zanna bingung


"Rey itu seperti diriku, Rey adalah tipikal orang perencana dia akan merencanakan segala sesuatu dan sudah siap menanggung semua resikonya"


"bicara yang jelas aku tidak mengerti! " Mom Zanna menyeka air matanya dan mulai mendengarkan cerita Dad Alvan


"Apa kau masih tidak mengenal putra kita? apa menurutmu Rey rela kembali dengan Agela begitu saja? Rey itu bukan pria bodoh yang akan terjerumus di lubang yang sama dua kali"


"jadi maksudmu...? "


"Ya., Rey hanya pura-pura memihak Agela, agar wanita itu percaya jika Rey masih mencintainya. dan saat wanita itu lengah barulah Rey anak menyelesaikannya. membalaskan semua dendam yang pernah wanita itu lakukan"


"Apa? jadi kau selama ini sudah tahu rencana Rey? " tanya Mom Zanna membelalakan matanya terkejut


"tentu saja... " jawab Dad Alvan bangga


"Dasar kau penghianat! tega sekali kalian merahasiakan ini dari ku?! " Mom Zanna memukul-mukul Dad Alvan. tidak tetima dia satu-satunya orang yang tidak tahu apa-apa


"Rey juga tidak memberitahu rencanaya pada ku, aku sendiri yang mencari tahu dari Jay. dan akan lebih baik jika sedikit orang yang mengetahui rencana ini, makan dari itu aku tidak memberi tahu mu" ujar Dad Alvan menahan tangan Mom Zanna


"lalu...termasuk juga dengan Ana? Rey hanya berpura-pura mencintainya? "


Dad Alvan terdiam sejenak saat mendengar nama Ana di sebut "ini pertama kalinga Rey terjebak dengan perasaanya sendiri"


"maksudmu? "

__ADS_1


"seperti yang kita tahu Rey dan Ana hanya perpura-pura saling jatuh cinta, namun siapa sangka mereka ternyata jatuh cinta sungguhan. Rey awalnya menjebak Ana untuk memaksanya melakukan hubungan palsu ini tapi nyatanya Rey sendiri lah yang terjebak dengan perasaanya sendiri"


"jadi maksudmu Rey sungguh mencintai Ana? "


"Hem... "


setelah mendengar itu Mom Zanna tiba-tiba bersemangat, dia langsung beranjak dari tempat tidurnya


"kau mau kemana?... " Dad Alvan memegang tangan Mom Zanna


"tentu saja menceritakan semua kebenaran ini kepada Ana, aku akan membawa Ana sebagai menantu di keluaraga Mirzan. aku tidak sudi mendapat menatu seperti wanita iblis itu! sebaiknya kau juga bersiap-siap, kita pergi ke rumah Ana sekarang " ucap Mom Zanna semangat empat lima


"Apa kau tidak mendengar penjelasanku? " Dad Alvan menahan tangan Mom Zanna


"dengar, aku mendengarnya sangat jelas. maka dari itu ayo kita lamar Ana sekarang juga"


"tertambat "


"Aap? "


"dari semua rencana Rey yang ia buat. kali ini adalah rencana dengan resiko tinggi, Rey memilih untuk melepaskan Ana"


bagaikan tersebar petir, tubuh Mom Zanna tiba-tiba mematung "A-apa maksudmu me-melepaskan Ana? "


"Rey membiarkan Ana pergi dengan pria lain"


"APA? Apa ini masuk akal?!"


"Rey memang ingin mempertahankan hubunganya dengan Ana. namun setelah kejadian kemarin di kantor sulit bagi Rey untuk memulai hubunganya kembali dengan Ana. Ana sendiri juga sudah menentukan pilihanya, dia akan menikahi pria bernama Zen"


"astaga...! putra ku yang malang, kau menanangung semua penderitaan ini sendirian? " Mom Zanna kemabali menangis membayangkan rasa sakit hati putranya


Dad Alvan yang tahu betul perasaan istrinya, memeluknya dengan erat dan menenangkannya


"kalau kau sudah tahu semuanya kanapa kau membiarkan Rey tidur luar? seharusnya kau membawanya kemabli ke Mansion! " protes Mom Zanna menangis di pelukan Dad Alvan. ini kali pertamanya Rey tidur di luar mansion karena sebelumnya Mom Zanna tidak akan pernah mengizinkan Rey untuk tidur di luar mansion


"Rey sudah mengambil Resiko besar, dia tidak ingin melakukan kesalahan sedikit pun" ucap Dad Alvan sambil mengusap-ucap punggung Mom Zanna dengan kasih

__ADS_1


"jadi Rey sengaja tidur di luar? " Mom Zanna mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya


"hem, Rey ingin wanita itu tidak curiga dan mengira kalau kita benar-benar bertengkar kemarin"


"aku penasaran apa yang di lakukan Rey terhadap wanita itu? "


"sebentar lagi kau juga akan mendengar beritanya" Jawab Dad Alvan tersenyum licik


...***...


dikawasan Apartemen elit di Jakarta terdapat seorang wanita berusia tiga puluh tahunan sendang tertidur pulas. dia baru pulang dini hari tadi dengan ke adaan mabuk berat.


wanita itu yang awalnya tertidur pulas, harus terusik dengan suara tangis bayi. dia membolak-balikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri, menutupi telinnganya dengan bantal tetapi tetap saja suara itu menggangu tidurnya


"KAU BISA DIAM TIDAK!!! " triak wanita itu sambil membanting pintu kamarnya membuat bocah laki-laki lima tahun itu ketakutan berlindung di balik badan babysisternya


"KEMARI! CEPAT KEMARI! " triaknya lagi, penuh amarah


"maafkan Giblan Ma.. Giblan janji akan jadi anak baik....huaa.. Huaaa... " ucap anak usia lima tahun itu, katakutan luar biasa


"Kemari aku bilang! " Agela meraih tangan mungil itu kemudian menyeretnya masuk ke dalam kamar mandi


"jangan nyonya... Jangan...! " Babysister mencoba menyelamatkan anak berusia lima tahun itu dari amarah ibunya


"kau diam saja! " Agela menghempaskan Babysister itu sampai jatuh tersungkur ke lantai


"kenapa kau menangis? Ha??? kenapa kau menangis?! " Agela mulai menguyur tubuh Gibran dengan air dingin


"Huaa.. Huuuaaa... Ampun Maa... " anak itu tidak henti -hentinya menangis


Agela menghentikan aksinya, dia duduk untuk menyamakan tinginnya dengan anak itu "sekali lagi mama tanya, kenapa Gibran menangis? " ucap Agela dengan nada lembut


"Hiks.. hiks... Giblan.. Giblan... " anak itu ragu ingin mengungkapkannya


"iya sayang tidak apa-apa, katakan saja sama mama..." ujar Agela dengan nada penuh kasih sayang


"hiks.. Giblan.. kangen Daddy, Giblan ingin tinggal sama Daddy David" jawab anak itu takut-takut

__ADS_1


"Dasar anak tidak tahu di untung! " Agela terusulut emosinya saat Gibran menyebut orang yag sudah membuatnya menderita "kau akan mendapat Daddy yang lebih kaya dan lebih baik dari pada David!" Agela mulai memukul dan mencubit Gibran dengan kesalnya


semenatar Babysister itu tidak bisa berbuat banyak, dia hanya melihat semua kekerasan itu sambil menangis bergarap ada seseorang yang menolongnya


__ADS_2