Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 86


__ADS_3

"ternyata kau mengalami kesulitan selama ini? " Rey menatap Ana dengan tatapan haru mendengar cerita Ana. bagaimana wanitanya itu memiliki masalah bertubi-tubi


"tidak masalah sekarang, aku sudah bisa membuktikannya"


"aku semakin jatuh cinta kepada mu" Rey sangat kagung dengan sosok Ana, wanita itu mandiri, pintar, dan luar biasa. rasanya Rey jatuh cinta kembali kepada Ana


Ana yang di puji demikina, menjadi salah tingkah apalagi Rey menatapnya dangan tatapan lapar. Rey mendekatkan wajahnya, jantung Ana berdetak kencang, Rey semakin mendekat, Ana menjadi gugup. mata Rey mengincar bibir merah Ana ia ingin mengecupnya sekali lagi


Rey terus mendekatkan wajahnya sampai Ana dan Rey bisa merasakan hebusan nafas hangat satu sama lain menerpa wajah mereka. Rey memejamkan matanya dan mulai memonyongkan bibirnya


Cup


Bibir Rey menyentuh benda itu, namun kenapa rasanya berbeda? biasanya bibir Ana sangat kenyal dan manis tapi kenapa hari ini berbeda? Rey sangat penasaran, dia pun membuka matanya


betapa terkejutnya Rey saat ia membuka matanya, Rey tidak melihat wajah Ana melainkan sebuah gelas cangkir. ternyata Ana menaruh cangkir itu di antara Bibirnya dan juga Rey


"Kau?! "kesal rey! tentu saja Rey kesal. di filem-filem saat orang menyatakan cinta pasti mereka saling berciuman, namun apa yang terjadi kepada Rey? dia malah mencium cangkir gelas?


"aku tidak mau kejadian seperti tempo hari, bibirku saja masih bengkak! "jawab Ana sambil menahan rasa ingin tertawanya melihat ekspresi Rey yang terkejut ternyata cangkir yang ia cium bukan bibirnya


"biasanya orang-orang akan mendapat hadiah ciuman setelah Mengutarakan Cintanya"


"tidak hari ini, aku masih ada beberapa acara" Ana beranjak dari sofa menuju dapur


"Apa? kau tidak ikut terbang ke Indonesia dengan ku hari ini?" Rey menyusul Ana ke dapur


"kau pergi saja terlebih dahulu nanti aku akan menyusul"


"kenapa? "


"kau mengumumkannya mendadak, aku belum ada persiapan. masih ada beberapa hal yang harus aku selesaikan sebelum kembali ke Jakarta "


"kalau begitu aku juga tidak akan pergi ke Jakarta " Rey mengambek seperti Anak kecil


"Rey umur mu sudah 33 th, kanapa kau masih saja mengembek sepeti anak lima tahun? " Ana mengeleng-gelengkan kepalanya tidak mengerti demgan sikap Rey yang seperti anak kecil


Rey berbuat demikian bukan tanpa alasan, Rey jauh dari Ana terlibih di prancis masih ada Zen. Rey tidak ingin Zen mneyadari jika Vika sebenarnya adalah Ana. bisa-bisa mereka CLBK (Cinta lama bersemi kembali)


"aku tidak mau pergi kecuali bersama mu"

__ADS_1


"pergilah, aku akan menyusul" bujuk Ana


"kau janji? "


"hem, setelah semua pekerjaan ku selesai aku akan langsung ke Jakarta "


"tapi... "


"sudah! tidak ada tapi-tapi. cepat berkemas atau kau akan ketinggalan pesawat" Ana mendorong Rey sampai ke depan pintu Apartemen


"kalau begitu beri aku satu ciuman saja" pinta Rey


"No! "


"aku mohon..."


"No..! "


"Ck, semenjak kau menjadi cantik kau sangat menyebalkan! " kesal Rey


Ana yang dituntut menjadi cantik, membuat Ana sangat memperhatikan penampilanya. jika Rey mencium dan merusak riasan wajahnya Ana pasti akan marah, berdeda dengan dulu. Ana yang dulu tidak mempedulikan penampilanya, dia berbusana sesuka hati, nerias saja Ana sekedarnya kadang meminjam alat make up milik Lyla


sudah mendapata lampu hijau Rey tidak menyiapkan kesempatan itu! dengan gerakan cepat Rey meraih tengkuk Ana dan langusng menghisap bibir itu seperti madu


Ana yang belum siap, berusaha melepas ciuman itu, namun rupanya Rey tidak bergeming. Ana meberontak sekuat tenaga namun usahanya sia-sia, semakin Ana meberontak Rey semakin memperdalam ciumannya


Rey seakan tidak peduli jika penghuni lain melihatnya atau tidak. yang terpenting baginya dia bisa menyalurkan hasratnya untuk mencium Ana


sebelum kehabisan oksigen Rey melepas ciuman itu, lalu berlari masuk ke apartemenya sebelum sapi betina itu mengamuk


"Dasar pria Gila!!! Brengek!! " triak Ana memaki-maki Rey didepan pintu apartemennya


Ana menyesal memberi ijin Rey untuk menciumnya, ciuman tadi sangat kuat sampai gigi mereka saling berbenturan, tidak hanya bengkak, mulut Ana sudah sampai berdarah gara-gara tergigit Rey


semnatar Rey sangat bahagia bisa membalas perbuatan Ana, Rey snagat kesal karena ulah Ana Rey mencium gelas cangkir, mau taruh dimana muka Rey jika berita ini sampai tersebar luas?


berapa Jam kemudian


Rey yang saat ini berada di bandara sedang menelfoan kekasihnya, sebelum ia berangkat ke Jakarta sementara Ana sedang berada di kantor

__ADS_1


"Apa kau masih marah? "


"tentu aku marah! gara-gara kau bibirku membiru! dan aku harus menggunakan masker untuk menutupinya! wara birunya tidak hilang walau aku memakai lipstik tebal!! " kesal Ana melupakan semua emosinya


"oke ...oke...maafkan aku Ratu ku" goda Rey "ini ciumuan sebelum aku berangkat ke Indonesia, kau sendiri yang bilang tidak bisa mengantar ku ke bandara. jadi aku pikir aku melakukannya di Apartemen"


"sakit tahu! semua orang menatapku aneh, karena aku memakai masker di dalam ruangan! bagaimana kalau mereka berfikir macam -macam? "


"biarkan saja merka! oh iya... lima menit lagi aku akan terbang akan aku telepon kau nanti, setelah sampai"


"hem.. kau hati-hati"


"jangan lupa kau harus segera menyusul ku ke Indonesia! "


"iya sayang... akan ku selesaikan semua di sini, dan akan ku susul kau nanti"


"baiklah jaga dirimu baik-baik"


"hem"


"I Love You... "


"I Love you too... " Ana menutup teleponnya dengan hati yang berbunga-bunga. pangeran tampan yang samgat mencintainya yang selama ini ia jadikan tokoh utama fiksi di novelnya kini terwujud dalam kisah nyatanya, dulu karena banyaknya pria yang menolak Ana. sehingga Ana membuat karakter tokoh utama pria sesuai dengan keinginannya tampan, kaya seorang CEO muda dan juga pria itu sangat mencintainya. tidak tahunya semua khayalan novel Ana itu kini berubah menjadi kenyataan


Rey seorang pria keturunan keluarga Mirzan yang sangat kaya raya, tampan, CEO muda, cedas, sangat mencintainya dan masih banyak lagi kelebihan-kelebihan yang lain


"kekasih mu pergi kenapa kau malah bahagia? " Goda Dara, masuk keruangan Ana membuyarkan khayalan Ana


"bukan seperti itu..." Ana menjadi salah tingkah


"Yaa.. ya... tapi aku harus memberikanmu beriya buruk "


"Apa? "


"semua domkumen ini tidak bisa selesai beberapa hari, paling tidak membutuhkan waktu dua minggu untuk menyelesaikannya"


"Apa? "


"karena ini membutuhkan tandatangan Mr. Johan dan beliau baru sampai di paris minggu depan "

__ADS_1


Ana memegangi Kepalanya yang pusing, rencananya hati ini Ana akan menyelesaikan semua dokumen dan dua atau lusa dia kaan meyusil Reu ke Indonesia namun sayang rencana tinggalah rencana


__ADS_2