Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Penagih Hutang?


__ADS_3

Kabar pemindahan jabatan Ana menjadi sekertaris sudah terdegar di seluruh karyawan kecuali Ana, karena terlalu fokus mengerjakan tugas dari pak Indra, Ana sampai tidak tahu jika dirinya menjadi gosip karyawan lain.


Ada yang iri, dengki dan cemburu dengan keberuntungan Ana. Bagaimana tidak iri, dirinya saja baru masuk kerja satu bulan tapi langsung sudah di anggkat sebagai sekertaris CEO, padahal CEO itu terkenal dengan anti sekertaris karena semua urusan sudah bisa di handel oleh asistennya


Saat ini Ana sedang istirahat makan siang di kantin kantornya, Ana sebenarnya sudah merasakan suasana dingin dari tatapan mata para kayeryawan kantor yang lain tetapi ia kesampingkan. dirnya fokus dengan tugas yang di berikan pak Indra yang menumpuk sehingga ia harus membawa kemana-mana leptopnya, termasuk juga saat istirahat makan siang seperti sekarang ini


“Atasan mu itu tidak waras ya? Masak menugaskan aku tugas yang sangat banyak” omel Ana kepada sahabatnya


“kau tidak perlu mengerjakannya lagi” jawab Rani


“apa? Jadi kau yang mengerjakannya? Good, huft..... akhir-akhir ini tugas pak Indra sangat melelahkan akhirnya aku bisa istirahat” Ana bersukur Rani membantu tugas kantornya, karena sudah selama satu minggu ini pak Indra terus saja membuat Ana mengerjakan tugas yang diluar seharusnya


Mentang-mentang dirinya hanya anak magang atasannya bisa berbuat senaknya saja kepadanya


Tapi semua penderitaan Ana sedikit terobati saat Rani ingin membantu tugas kantornya, jadi Ana bisa menikmati waktu istirahat makan siang hari ini dengan tenang


Ana meminum milk tea kesukannya dengan damai


“kau tidak perlu mengerjakanya lagi karena mulai hari ini kau dipindahkan menjadi sekertaris CEO”


Byur....


Ana menyemburkan minumannya ke wajah Rani karena terkejut dengan kabar kenaikan pangkatnya


“Kau itu..!” geram Rani membersihkan wajahnya dengan tisu


“Apa kau bilang? Sekertaris?”


“Iya, kau naik jabatan menjadi sekertaris CEO”


“pantas saja tatapan mereka sangat mengerikan pada ku” Ana melihat sekeliling

__ADS_1


Ana sekarang paham arti dari tatapan mereka, sepanjang jalan ruangannya dengan kantin semua orang menanatpnya dengan tatapan aneh dan berbisik-bisik dibelakangnya. Jika Ana di posisi mereka pasti ia akan melakukan hal yang sama


“apa kau mengguna-guna CEO?” tebak Rani asal


“Gila apa! ketemua saja belum, apalagi menguna-guna?”


“Iya juga sih, tapi CEO juga aneh. Selama ini rumor yang kita dengar dia sangat anti dengan sekertaris tapi tiba-tiba dia menrekut sekertris, Apa mungkin dia tertarik mu?”


“Mana aku tahu! tapi tunggu dulu anti sekretaris? maksudnya apa? ”


Ting


belum sempat Rani menjawab, ada suara notifikasi pesan dari ponsel Ana, terdapat pesa dari pak Indra


“Ana setelah istirahat makan siang kau di tunggu CEO di ruangannya, untuk tugas yang aku berikan kau tidak perlu mengerjakannya lagi. Oh iya...kemasi barang-barang mu juga karena mulai hari ini ruangan mu tidak bersama Deal Maker lagi”


setelah membaca pesan dari pak Indra, selepas istirahat makan siang Ana langsung menuju ruangan CEO


*


*


Setelah Ana menunggu lima menit di ruangan itu, terdengar langkah kaki dan suara orang yang mengobrol semakin mendekat


“Bagaimana dengan orang yang menjadi sekertarisku apa dia sudah disini?” tanya Rey kepada Jay yang membukakan pintu untuknya


“Dia sudah berada di dalam Tuan” jawab pak Jay


“selamat siang Tu..” Ana membungkuk memberi hormat, tetapi ucapannya terhenti saat melihat wajah CEO yang tidak asing baginya


“Kau??” Rey tidak kalah terkejutnya, mendapati wanita yang di cari-cari Mommy nya tadi padi sekarang berada di ruangannya

__ADS_1


Jay hanya menatap Rey dan Ana secara bergantian, dirinya juga bingung. Bagaimana Tuanya itu bisa mengenal karyawan magang? karena selama di kantor Rey belum pernah bertemu dengan Ana


“Tuan, anda megenalnya?” tanya Jay akhirnya memberanikan diri


“Ya, dia meminjamkan uang untuk Mommy. pasti Dia kesini untuk memintanya” ucap Rey berjalan ke arah kursi kebesarannya


“APA? Nyonya meminjam uang?” Jay terkejut, keluarga Mirzan adalah keluarga berada meminjam uang kepadaa pegawai? Apa itu masuk akal?


“ceritanya panjang” Rey malas jika harus menceritakan secara terperinci “Jadi berapa hutangnya? aku akan membayarnya dua kali lilat, setelah itu kau silakan keluar karena kau masih banyak pekerjaan” Ray bicara dengan sombongnya sambil duduk di kursi kebesaraanya


Ana terdiam, dia merenungi. Pertemuan kedua mereka masih sama sepert pertemuan awal mereka. Rey masih saja menjadi pria sombong dan angkuh


"sepertinya Gen sombong sudah mendarah daging dengannya" batin Ana “Dengar ya tuan Mirzan, saya disini bukan penagih hutang melainkan asisten anda” Ana berjalan mendekati Meja Rey dan berdiri tepat dihadapan Rey


“APA? Asisten?”


“Iya Tuan, dia adalah Nona Ana, Karyawan berpotensi yang Anda puji-puji“ sahut Jay


“Anda sendiri yang meminta saya menjadi asisten Anda, tapi apa yang saya dapat? Saya malah diusir dari sini? Baiklah” Ana membalikkan badannya hendak kelur dari ruangan


“Tunggu...” cegah Rey “Aku minta maaf, aku tidak tahu jika itu kau. Aku kira kau kemari ingin menagih hutang karena no pensel yang kau tuliskan rusak sehingga Mom Zanna tidak bisa menghubungi mu” jelas Rey


Ini kali pertamanya Rey mengucapkan kata maaf yang sangat jarang sekali terucap dari mulutnya, membuat Jay terkejut sebenarnya ada hubungan apa Tuannya itu dengan nona yang bernama Ana? Karena wanita itu telah membuat perubahan dalam kehidupan tuanya, yang pertama ia sangat anti sekertaris tapi tiba-tiba merekrut sekertaris, lalu yang ke dua kata maaf yang sangat jarang bahkan tidak pernah diucapkan oleh seorang Reyndra Mirzan


Rey harus merendahkan diri untuk meminta maaf kepada Ana. Bukan tanpa alasan Rey melakukannya, ia melakukan itu lantaran tidak ingin kehilangan orang berpotensi seperti Ana, apalagi besok ada acara besar dan Rey membutuhkan ketrampilan Ana


“pantas saja, tante belum menghubungi ku sampai sekarang” ucap Ana membalikkan badan


“aku akan membayar semuanya” Rey bangun dari duduknya, merapikan jasnya “akan ada project besar besok, aku ingin memenangkan kontark kerja sama itu, jadi silahkan duduk saya akan jelaskan lebih detailnya” Rey berjalan mempersilahkan Ana untuk duduk di shofa ruangan tersebut


Rey mengajak Ana duduk di shofa agar lebih nyama. Rey menerangkan segala detail project yang akan di selengarakan di Bali kepadaa Ana.

__ADS_1


Ana mendengarkan dan memperhtikan Rey dengan seksama.


Karena Ana tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkannya segala sesuatunya, maka hari ini Ana harus lembur. Tidak terasa waktu menunjukan pukul enam sore, Ana yang berjibaku di depan leptop lima jam nonstop akhirnya kelahan dan tertidur di atas leptopnya yang masih menyala


__ADS_2