
Kantor
Ana berdiri di depan pintu ruangan Rey sambil menatap sebuah kertas yang ia pegang, dia sedang mempersiapkan mentalnya
tok
tok
Ana mulai mengetuk, saat dia sudah siap menerima semua resiko dan kemarahan semua orang. Ana meutuskan untuk mengungkap semuanya dan dia ingin memulai lembar yang baru
"masuk " terdengar suara Rey dengan suara khasnya dari dalam, mengizinkan Ana masuk
saat Ana membuka pintu, hal yang ia lihat pertama adalah Rey yang sedang sibuk dengan berkas-berkasnya. Ana berjalan mendekat menguatkan tekadnya, lalu menyerahkan surat pengunduran dirinya di atas meja Rey
"Apa ini? " tanya Rey
"ini surat pengunduran diri saya Tuan"
"kau ingin mengundurkan diri? "
"iya, sekaligus saya juga ingin mengembalikan cincin ini" Ana mengembalikan cincin pertunangan palsunya
Rey tidak merespon apa-apa dia hanya diam, menatap cincin dan kertas pengunduran diri Ana
"saya akan menikah, jadi saya memutuskan untuk keluar dari sini"
"kau keluar, karena keinginan mu sediri atau dia yang memintanya? "tanya Rey menatap Ana dengan tatapan marah
"Ee.. ee. ..-" Ana bingung harus menjawab apa
"Keluar! ..Keluar! " perintah Rey dengan nada yang meninggi
Ana sedikit bingung dengan sikap marah Rey. namun Ana memilih untuk tidak menghiraukanya, ia lebih baik pergi dari ruangan itu karena ada hal yang penting harus ia urus segera di rumah
saat Ana hendak membuka pintu, dia terkejut Mom Zanna sudah berada di depan pintu dengan raut wajah yang marah
"Ta-tante... "
"bagus kau ada di sini, cepat ikut Mom" Mom Zanna menarik Ana untuk masuk ke dalam ruangan Rey lagi
__ADS_1
Rey yang melihat kehadiran Mom Zanna dirunagannya langung berdiri dari kursinya dan menyambut Mommy nya itu
"Ada apa ini Mom? " tanya Rey bingung
Mom Zanna yang awalnya ingin meminta penjelasan dari Rey, seketika marah saat melihat surat pengunduran diri Ana serta cincin pertunangan mereka di atas meja
"Ana, apa kau memutuskan untuk pustus dengan Rey? " tanya Mom Zana dengan nada yang sudah tidak karuan karena menahan gejolak emosi
"Ee... ee.. " Ana menatap Rey dan mom Zanna secara bergantian, dia bingung hendak menjawab apa "Ee... I-iya tante"
Mom Zanna hanya mematung mendengar jawaban Ana, tangannya mengengam erat menahan emosi
"Mom kita bicarakan ini di rumah" pinta Rey mendekati Mom Zanna
Plak
Mom Zanna menampar Rey dengan begitu keras, sampai terlihat jelas gamaran tangan Mom Zanna di pipi putih Rey. Ana yang melihat itu ikut terkejut dengan sikap Mom Zanna, selama ini Mom Zanna yang ia kenal adalah wanita yang baik hati, tidak pernah melakukan kekerasan
"Kau membiarkan wanita sesempurna ini demi wanita sebusuk Agela?! " bentak Mom Zanna dengan penuh amarah
jangan tanyakan bagimana Mom Zanna mengetahui hubungan antara Rey dan Agela. pagi ini Mom Zanna mendapatkan laporan dari anak buahnya yang sengaja ia tugaskan untuk membututi Rey, karena Mom Zana merasa curiga sudah lama Rey dan Ana tidak berjalan berdua lagi. betapa terkejutnya Mom Zanna saat melihat foto yang di berikan oleh anak buahnya saat Rey sedang berjalan berdua dengan Agela dan amarah Mom Zanna semakin memuncak saat mengetahui Rey membeli apartemen atas nama Agela
Sementara itu Rey hanya diam, memengangi pipinya yang terasa panas karena tamparan tadi sambil tetus mendengarkan omelan Mom Zanna
"kau tenang saja cantik, Mom akan mengurus semuanya. Mom akan pastikan Rey akan menikah dengan mu"
Mom Zanna belum mengetahui hubungan palsu Ana dan Rey. Mom Zanna hanya marah kepada Rey yang sudah memiliki Ana tapi masih saja main api dengan mantanya
disini Ana semakin tambah bersalah, hubungan palsu yang awalnya hanya memikirkan keuntungannya saja kini berdampak besar. Ana tidak akan mengira situasi seperti ini akan terjadi
"tidak tante....tidak... sebenarnya..sebenarnya- " Ana akan mengakhiri semuanya
"Ada apa ini?! " terdengar suara tegas, memasuki ruangan tersebut
"Sayang, kita harus segera menikahkan Ana dan Rey secepat mungkin" bujuk Mom Zanna kepada suaminya
"tidak bisa" ucap Dad Alvan tegas
"Apa? kenapa? "
__ADS_1
"kita tidak bisa menikahkan mereka berdua, mereka sudah membodohi kita dengan pura-pura bertunangan "
"APA?! " Mom Zanna menatap ke arah Rey dan Ana yang ada di belakangnya secara bergantian. Mom Zana berjalan ke arah Ana dan mencengkam pundak Ana dengan erat "katakan apa yang di ucapkan Daddy mu tidak benar...Katakan! " desak Mom Zanna sudah tidak bisa menguasi emosinya lagi
"Maafkan saya tante... Maaf" begitupun dengan Ana, dia sudah tertunduk pasrah. dia siap jika Mom Zanna memukul atau menamparnya
"kenapa kau tega kalian berbohong kepada ku!! " triak Mom Zana menggong-goyangkan tubuh Ana
situasinya sudah sangat kacau, keributan di dalam sana sampai keluar ruangan. karyawan yang berada disana sejenak meninggalakan pekerjaanya dan memilih untuk mendengarkan keributan keluarga Mirzan
"kenapa kau tega membohongi kami! kenapa?!" Mom Zanna mulai memukuli Ana
Rey yang melihat itu langsung pasang badan untuk melindungi Ana "Mom hentikan.. Mom!"
"berhenti kata mu? " seolah di tantang Mom Zanna semakin genjar memukul Rey dengan keras. sementara Ana sudah duduk bersimpu sambil terus terisak
"tante hentikan...kau akan melukai Rey nantinya" tiba-tiba seorang perempuan yang tidak di undang dengan lancangnya mesuk kedalam sana. membuat semua orang terkejut dengan kedatanganya dan memperparah kondisi di sana
"Dasar Jal*ng! kurang ajar! " Mom Zanna meraih rambut Agela dan menjambaknya dengan kasar
Dad Alvan yang sudah tahu kondisi sudah tidak kondusif muali melerai perkelahian antara Mom Zanna dan Agela
"Mom hentikan! " Rey melindungi Agela di balik tubuh kekarnya "Mom ingin tahu alasan kenapa aku melakukan hubungan palsu ini kan? baik akan aku ceritakan. dari awal Mom sudah tahu jika cinta pertamanku adalah Agela tidak ada wanita lain yang bisa mengantikan posisi Agela di hatiku. aku tidak ingin berhubungan dengan wanita manapun kecuali Agela"
"Apa? " Mom Zanna begitu terkejud dengan pengakuan Rey
"aku memiliki ide untuk berhubungan palsu dengan Ana, agar Mom berhenti menyuruhku untuk melakukan kencan buta. Aku memilih Ana karena tahu aku tidak akan pernah mencintainya dan suatu saat aku akan kembali kepada Agela"
Deg
entah mengapa hati Ana hancur mendengar pengakuan Rey. meski selama ini ia tahu jika hubunganya hanya simbiosis mutualisme, tapi hatinya sangat sakit sekali
"aku akan tetap besama Agela, dengan atau tanpa restu Mommy" ucap Rey mengandeng pergi tangan Agela
setelah mendengar semua pengakuan Rey, membuat Mom Zanna shok dan tubuhnya begitu lemas beruntung Dad Alvan langusng menangkapnya
"kita ke rumah sekit sekarang"Dad Alvan menggendong Mom Zanna "Jay kau antarakan pulang Ana" perintah Dad Alvan
"baik Tuan"
__ADS_1
semenatar itu Ana masih saja menangis, tubuhnya bergetar hebat merasakan rasa sakit hati yang selama ini belum pernah ia rasakan