
pagi Hari di kantor
"Jay! Jay! " panggil Rey pada tangan kananya itu
"iya Tuan? " jawab Jay berada di depan Rey setelah ia lari tegopoh-gopoh
"hubungi orang ini" Rey memberikan kartu nama seseorang
"baik Tuan" jawab Jay patuh, Jay membalikkan badan hendak berjalan keluar namun sedetik kemudian otaknya menangkap sesuatu hal yang janggal. Jay pun kembali menghadap kepada Rey
"maaf Tuan, saya menghubungi orang ini untuk urusan apa ya? " tanya Jay yang baru menyadarinya
"suruh dia menerima Dara menjadi kenyataannya"
"Nona Dara?" tanya Jay bingung pada dirinya sendiri "Nona Dara yang mencelakai Nona Ana tuan? " tanya Jay memastikan
"iya"
"kenapa tuan? ada hubungan apa anda dengan Nona Dara? " tanya Jay terkejut
kemarin Rey dengan patang menyerah tidak ingin mencaput tuntutanya terhadap Dara, setelah berdebat dengan Ana akhirnya Rey pun mengalah dan mencabut tuntutanya sebagai gantinya Rey hanya meminta uang ganti rugi
lalu ini kenapa seorang Rey memperdulikan nasip orang lain setelah ia sendiri yang membuatnya seperti itu. ini sepeti bukan Rey yang Jay kenal
Rey yang Jay kenal adalah seorang CEO yang sadis tidak memperdulikan nasip saingannya, berhati dingin dan tegas. Apa yang di tunjukkan Rey saat ini sangat berbanding terbalik dengan sikap aslinya, Apakah Rey sudah berubah gara-gara Ana?
"apa maksud mu? aku tidak memiliki hubungan apapun dengan orang seperti dia!" ucap Rey yang belum sadar
"Anda memberikan nona Dara pekerjaan, setelah Anda sendiri yang memastikan dia tidak dapat melamar di perusahaan manapun?" terang Jay "lalu Anda sendiri yang memberikannya pekerjaan? ini sepeti bukan Anda tuan, Anda biasanya tidak perduli dengan nasip seseorang" Jay mengingatkan sifat Rey sebelum mengenal Ana "apa karena Nona Ana anda berubah tuan? " tebak Jay
Bruak!!
Rey mengebrak meja dengan kerasnya, sampai Jay loncat terkejut
"Keluar! " perintah Rey dengan marahnya
"Ba-baik Tuan" Jay tergagap-gagap ketakutan, dalam hatinya berkata 'seharusnya ia tidak berbicara seperti itu, jalankan saja perinyah atasanya tanpa batahan'
Jay keluar ruangan Rey dengan buru-buru, ia tidak menyadari jika Ana yang berada di luar hendak masuk kedalam ruangan
Brukk!
Jay terjatuh karena terkena sundulan pintu Ana, yang tepat mengenai hidungnya
__ADS_1
"Jay kau baik-baik saja? " tanya Ana khawatir
"aku baik-baik saja nona" Jay memengangi hidungnya yang tetasa sangat sakit, sampai ada ingus yang keluar dari sana
"Jay hidung mu berdarah! " Ana semakin panik, sepertinya benturan tadi memang sangat keras sampai -sampai Jay mimisan sperti itu
"Ha? berdarah? " tanya Jay terkejut
Jay melihat ke tanganya sendiri dan benar saja tanganya sudah berlumuran darah, apa yang ia pikir ingus ternyata adalah darah segar
"Astaga kau tidak apa-apa? " Ana memberikan tisu untuk menyumbat hidung Jay agar menggentikan pendarahanya
"aku baik-baik saja nona" Jay mengambil tisu tersebut lalu memasukkannya ke hidungnya
Rey melihat semua adengan demi adegan antara Jay dan Ana dengan ekspresi wajah yang dingin. Rey berjalan menghampiri mereka dengan tindakan yang tidak bisa di tebak
"Apa kalian sudah selesai? " tanya Rey dengan dinginya, tidak memperdulikan Jay yang cidera
"su-sudah Tuan" jawab Jay hati-hati
"jika sudah cepat keluar!" perintahnya dengan tegas
"ba-baik Tuan" sebelum keluar Jay mengambil kartu nama yang tadi diberikan Rey kepadanya, yang terjatuh saat insiden pintu tadi
"tidak perlu! " Rey mengambil paksa katu nama itu lalu menyobeknya menjadi bagian-bagian sangat kecil "tidak perlu menghubungi nya lagi, lanjutkan saja tugasmu" perintah Rey
setelah ucapan Jay tadi Rey menjadi berfikir, apa yang di ucapkan Jay adalah benar adanya. sejak kapan ia perduli dengan orang lain? gara-gara hasutan Ana tempo hari Rey jadi memfikirkan nasib Dara dan anaknya
beratnya hidup Dara membuat hati kecil Rey tergerak dan ia ingin membantu Dara dengan memberinya pekerjaan
"ba-baik Tuan, saya permisi dulu" Jay kelaur ruangan itu, meninggalkan Ana berdua dengan Rey
Ana menatap kepergian Jay, lalu ia menatap Rey dengan bingung. Ana menatap mereka berdua secara bergantian bergantian, Ana tidak tahu apa yang di bahas oleh Rey dan Jay sampai Jay pergi dengan ketakutan
"Tuan ini laporan-"
"kau mulai sekarang di hukum! dan hukuman mu menemaniku sehari ini" potong Rey
Rey harus memberi hukuman kepada orang yang telah merubah prinsip hidupnya, merubah sifatnya yang seruhnya tidak ada di diri Rey
"Apa? " tanya Ana terkejut tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba ia kena hukuman? "tapi kenapa aku di hukum? salah ku apa? " tanya Ana bingung
"aku tidak ingin berdebat! " Rey berlalu pergi dari sana
__ADS_1
Ana menatap punggung Rey dengan bingung "apa sifat bunglonya itu kambuh? beberapa hari ini ia sudah baik, tapi kenapa sekarang dia menjadi bunglon lagi? " Ana mau tidak mau harus menuruti Tuannya yang sangat berubah-ubah sesuai dengan moodnya itu
...πππ...
Toko Buku
Rey dan Ana berada di toko buku, Rey membeli semua buku terbitan Casper dan tugas Ana membawakan semua belanjaan Rey
jika pasangan kekasih yang lain, si pria lah yang membawa tas belanjaan wanitanya berbeda dengan pasangan Rey dan Ana dimana si wanita lah yang harus membawa semua belanjaan si pria
"kau mau kemana lagi? " tanya Ana sudah tidak kuat membawa belanjaan Rey
"masih ada beberapa buku yang ingin aku beli, aku rasa tidak ada di toko ini" jawab Rey dengan teganya, sengaja berputar-putar demi menghukum Ana
"apa? kita akan pergi lagi? " tanya Ana tidak sangup jika harus pindah ke toko buku yang lain
ini sudah toko buku ke empat yang Ana dan Rey singgahi, Ana yang sedang di hukum harus menjadi sopir Rey seharian ini, membawa kamana pun Rey pergi dan parahnya Rey engan menaruh barang belanjaan yang ia beli sebelumnya di toko lain di mobil, ia menyuruh Ana membawanya kemana-mana
Ana sangat tahu jika Rey sedang mengerjainya, tapi Ana diam menunggu balas dendam
"tentu saja" jawab Rey etengnya
"berapa buku lagi yang ingin kau beli? "
"menurutmu buku apa yang harus aku beli? buku yang mengambarkan karakter Casper "
"buku dengan judul Aww.."
"Aww?? aku tidak tahu Casper menerbitkan buku itu"
"ada, akan segera terbit "
"benarkah? kau punya akses untuk membelinya? " tanya Rey antusias
"punya, dan kau bisa mendapatkannya sekarang"
"katanya baru terbit, kenapa aku bisa mendapatkannya? "
"karena aku memiliki orang dalam.. " Ana memberi kode agar Rey mendekatkan telingannya "dia adalah... "
Bugkk!!
Ana menendnag tulang kering Rey dengan penuh dendam, ia meluapkan semua kekeaalanya di sana.
__ADS_1
"Aww... Aw... " teriak Rey kesakitan memangai kakinya, sementara Ana sudah kabur dari sana