Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 80


__ADS_3

Vika terlihat pergi berbicara dengan para staffnya, Rey melihatnya dari jauh. dia merasa pernah bertemu dengan Vika sebelumnya tapi bukan di dalam lift, Rey merasa wajah Vika tidak asing lagi tapi Rey tak ingat pernah bertemu dimana?


"aku pernah bertemu dimana? " batin Rey, dari pada penasaran Rey mencoba memastikannya, dia beranjak dari duduknya, berjalan mendekati Vika yang sepertinya sedang mendiskusikan sesuatu


"bisa kita bicara sebebar? " sapa Rey sopan, menyela pembicaraan Vika dan staff-nya


"iya? " Vika memberikan kode kepada staff-nya agar meninggalkan dirinya dengan Rey


"kenapa kau memanggilku? "


"Apa?? " tanya Vika mengerutkan dahinya bingung


"saat aku keluar dari lift, kanapa kau Memanggilku? saat ku tanya ada apa, kau tidak menjawab"


"Ee.. e.. itu..itu.., karena kau tadi tidak sengaja menyengolku, aku hampir saja terjatuh tapi kau pergi begitu saja tanpa minta maaf" jawab Vika gugup


"hanya itu? "


"i-iya hanya itu! aku memanggilmu hanya meminta ucapan permintaan maaf mu"


"kau memanggilku bukan karena sebelumnya kita pernah beremu kan? "


"te-tentu saja tidak! hari ini adalah hari pertama kali kita bertemu, aku belum pernah bertemu demgan mu sebelumnya"


"kau yakin? "


"100% yakin! "


"baiklah, aku minta maaf"


"apa? "


"bukankah kau menuntutku hanya untuk ucapan maaf? "


"Aae. e..itu... itu, lupakan saja toh kau juga tidak sengaja! " Vika pergi dari sana


Terlihat jelas dimata Rey jika Vika bertingkah aneh, dia terlihat gugup saat di tanyaai oleh Rey "Tuan Anda disini? " sapa Jay berdiri di samping Rey


"hubungi Zen aku ingin bicara dengannya mengenai Ana, akan aku kirimkan alamat tempat kita bertemu nanti " ujar Rey memberikan perintah


"baik Tuan"


...***...


Rey mengajak Zen di sebuah restoran tradisional paris tertua di paris, letakknya tak jauh dari menara Eiffel. saat kita makan di sana kita bisa melihat menara Eiffel, tak heran jika banyak turis makan di tempat ini



La Gauloise adalah salah satu restoran tertua di paris, umurnya hampir sau abad. desai restoran di sana sangat elegan, cocok untuk memlakukan pertemuan atau pun hanya sekedar bercengrama menghabiskan waktu dengan teman. Rey datang lebih awal dari Zen, sehingga ia lebih dulu memilih tempat duduk

__ADS_1



"Maaf Tuan Rey saya terlambat " sapa Zen, berjalan mendekati meja Rey


"tidak masalah, aku juga baru sampai"


"oh iya anda ingin membicarakan apa tentang Ana? apa Anda sudah menemukan petunjuk keberadaan Ana? " Zen duduk di sebelah Rey


"belum, orang-orang ku juga belum bisa menemukanya. aku hanya ingin bertanya, apa ada barang-barang yang di bawa Ana saat pergi? misal Paspor? "


"Dia bahkan tidak memilikinya, tidak ada baranag yang ia bawa kecuali leptop kesayanganya"


"lalu bagaimana dengan kartu penduduk? "


"itu ada di dompetnya, kemungkinan dia bawa. memangnya ada apa tuan, Anda menayakan itu? "


"jika dia membawa KTP, apakah ada kemungkinan dia membuat paspor kemudian pergi keluar negeri? "


"itu bisa saja terjadi, tapi menurut keluarganya itu tidak mungkin. selain Ana tidak membawa uang, dia juga tidak memiliki tabungan. mustahil jika dia kabur keluar negeri, dia tidak memiliki siapa pun di luar sana"


"jadi keluarganya tidak mengecek jadwal penerbangan? "


"tentu saja kami mengecek semua Transporti yang kemungkinan Ana guanakan. tapi kita tidak tahu dia pergi kemana, jam berapa dia pergi. karena ada puluhan penerbangan, puluhan jalur keretea apa, bus setiap harinya, kami tidak menemukan nama Ana dalam daftar penumpang, bahkan sampai saat ini kami belum menemukan kabar. Ana benar-benar menghilang tanpa jejak" Zen tertunduk lesu, dia benar-benar menyalahkan dirinya sendiri atas perginya Ana


"kau jangan khawatir, aku akan berusaha menemukannya" hibur Rey menepuk pundak Zen


"kita makan saja dulu..." Rey mengatungkan tanganya ke udara memanggil pelayan


pelayan itu datang dan memberikan buku menu kepada Rey dan Zen (karena Author tidak bisa bahasa inggris anggap saja Rey dan Zen sedang memesan makanan dalam bahasa inggris ya gaes๐Ÿ™ ๐Ÿ˜)


"silahkan Tuan mau pesan apa? "


"Rekomendasi makanan spcial di Restoran sini apa? " tanya Rey


"Restoran kami, sangat terkenal dengan udang panggang-nya tuan"


"baiklah aku pesan itu saja" Rey mengembalikan buku menu itu kepada pelayan


"aku juga..." Zen dan Rey memesan udang panggang, makanan khas prancis. sebagai turis seperti mereka pasti ingin menyoba makanan khas di negara tersebut, terlebih restoran itu terkenal tua pasti makanannya lezat-lezat semua


setelah memesan makanan, tak lama kemudian udang panggang pesanaan mereka telah tiba, tampilanya sungguh menggoda selera



Drt Drt


saat Rey hendak menyantap makananya tiba-tiba ia menerima telefon


"...."

__ADS_1


"Apa? "


"...."


"baiklah, aku akan segera ke sana"


Klek


Rey memutuskan sambungan telefonnya


"Ada Apa? " tanya Zen saat melihat raut khawatir Rey


"ada sedikit masalah di kantor, aku harus segera pergi" Rey menatap hidangan yang masih mengeluarka asap itu, Rey menelan silivanya dengan susah payah, hidangan itu begitu menggoda


"kau pergilah, jika kita ada kesempatan kemari lagi, aku akan mentraktir mu makanan ini" ucap Zen menahan rasa gelinya saat melihat wajah Rey yang begitu tidak tahanya dengan godaan makanan


"kau janji? "


"hem"


"baiklah, kalau begitu aku pergi dulu" pamit Rey


"hem Hati-hati"


Rey segera keluar dari restoran tersebut, tak lama kemudian Jay memandangi mobil, dan berhenti tepat dimana Rey berdiri. Rey segera masuk kedalam Mobil


"kau sudah melaksanakan apa yang aku minta? " tanya Rey


"sudah Tuan"


"Pindahkan semua barang ku ke sana, kau bisa menggunakan kamar hotel itu sendiri "


"tidak bisakah saya tinggal bersama Anda Tuan? "


"kau ingin tidur di dalam mobil terus? "


"Ti-tidak Tuan... "


"aku tahu, kau menempel kepadaku hanya ingin memberikan informasi kepada Mom Zanna! jika kau terus seperti ini, aku bahkan tidak akan pernah menikah?!"


"ke-kenapa? "


"Ck, kau itu pura-pura bodoh, atau bodoh beneran?! apa kau tidak dengar tumor tentang kita? Banyak orang mengira jika kita itu Gay! jika orang mengira kita begitu adakah wanita yang ingin mendekattiku? "


"itu.. itu... tidak benar Tuan"


"sudah! kau fokus menyetir saja! antarkan aku ke apartemen itu, suruh orang -orang mu memindahakan semua barang ku, aku tiba di sana semuanya harus sudah beres"


"ba-baik Tuan"

__ADS_1


__ADS_2