Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 18


__ADS_3

Rey bukan pria kejam yang memberikan hukuman kepada karyawanya seenaknya saja, tanpa Ana sadari Rey sengaja pulang terlambat demi menemani Ana dan Rey selalu memperhatika gera gerik Ana dari dalam ruangannya bahkan Rey tersenyum tipis saat melihat kekhonyolan sekertarisnya itu yang terbentur meja gara-gara kantuk


Karena hari sudah semakin larut Rey memutuskan untuk mengantar Ana pulang, meski penampilan Ana tidak akan mengundang sahwat para lelaki tapi tetap saja Ana adalah seorang wanita dan tidak baik jika seorang wanita pulang larut malam seorang diri


“matikan leptop mu aku antar pulang” ucap Rey berdiri tepat di depan meja kerja Ana


“aku tidak bisa pulang sekarang, pekerjaanku masih banyak..., Anda sendiri kan yang bilang kalau belum selesai tugasnya belum boleh pulang...Huaammm” Ana sudah tidak bisa menaha rasa kantuknya namun ia berusaha untuk tetap menyelesaikan tugasnya


“bekerja dengan setengah sadar seperti itu tidak akan efektif, akan ada banyak revisian nantinya dan itu membuang-buang waktu” Rey dengan paksa mematikan leptop Ana


“tapi sebentar lagi selesai ...”


“aku tunggu di besment dalam sepuluh menit, jika kau tidak ada di sana maka hukumaan mu akan aku tambah” Rey berjalan meningalkan Ana tanpa mendengar jawaban persetujuan dari sekertarinya itu


“DASAR bos Nyebelin! Memerintah seenaknya! Kasih hukuman semaunya!!”


Ana tidak memilik pilihan lain selain menuruti bos bunglonnnya itu, ia segera mengemasi barang-barangnya dan menyusul Rey


Di dalam Mobil


Aneh... tadi Ana sangat mengantuk, ingin sekali rasanya ia tidur di kasur empuknya di kamarnya. tetapi saat berduan saja dengan Rey di dalam mobil, mata Ana seratus persen membelalak rasa kantuk yang ia rasakaan beberapa menit lalu tiba-tiba menguap begitu saja, apa karena rasa canggung berduan dengan sang bosnya penyebab kantuknya hilang?


Mombil Rey sudah berjalan lima menit yang lalu namun mereka berdua tidak ada yang mengeluarkan satu suarapun


keheningan yang terjadi di dalam mobil membuat suasana di dalam mobil sangat cangung, ingin rasanya Ana cepat-cepat sampai kerumah

__ADS_1


“kenapa kita berhenti di sini?” tanya Ana, saat Rey memakirkan mobilnya di depan sebuah restoran berbintang


“apa kau tidak lapar? Kau bahkan belum makan dari tadi siang” setelah mengatakan itu Rey keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam restoran


“menarik...kepribadiannya sangat unik. Tadi marah-marah tapi dia juga perhatian, bagaimana bisa ia tahu aku belum makan siang? Aku saja sampai lupa kalau belum makan” Ana menatap punggung Bosnya itu yang semakin menjauh, dirinya heran harus bersikap seperti apa terhadap Rey


prilaku Rey yang sulit sekali di tebak membuat Ana bingung harus bersikap seperti apa, ia bingung harus bersikap hormat atau bersikap santai


umur Rey menang satu angkatan dengan Ana, yang membedakan Rey adalah atasannya, sudah sepatutnya Ana harus bersikap Hormat kepadanya. tetapi sikap Rey yang perhatian, baik dan berbicara seakan seperti teman sendiri membuat Ana sedikit lebih nyaman bekerja dengan Rey


Rey adalah manusia pertama yang Ana temui dengan kepribadian unik, tadi siang ia di marahi habis-habisan tapi malam harinya sangat perhatian apa benar dia memiliki kepribadian ganda?


*


*


Ada seseorang yang mengirimkan foto untuknya dan seketika itu juga bibir Mom Zanna tersenyum sumringah saat menatap gambar tersebut


“kenapa kau sangat bahagia sekali? Apa kau menang lotere?” tanya Dad Alvan menghampiri Mom Zanna dari belakang setelah dirinya selesai mandi


“ini lebih indah dari lotere" jawab Mom Zanna "coba lihat ini” Mom Zanna menunjukkan foto Rey dan Ana yang sedang makan malam bersama kemarin malam


Restoran yang dikunjungi Rey semalam merupakan restoran milik keluarga Mom Zanna dan foto tersebut di kirim oleh salah satu pegawai restoran kepercayaan Mom Zanna yang diam-diam mengambil Foto Rey bersama dengan Ana


“tidak sia-sia selama tiga hari terakhir ini aku mencari latar belakang keluarga gadis ini, aku sangat senang Rey akhirnya berani mengambil keputuskan untuk menjalin berhubungan lagi dengan seorang wanita" Mom Zanna sangat bahagia Rey mau membuka hatinya kembali "setelah dia di khianati, hidupnya jadi murung” Mom Zanna kembali mengingat masa-masa sulit Rey saat putus cinta

__ADS_1


pernah dikhianati oleh seorang wanita yang sangat ia cintai, membuat Rey menutup rapat pintu hatinya. Mom Zanna sudah berusaha membuka hati itu dengan menjodohkan Rey namun usahanya sia-sia, pintu itu tak kunjung terbuka


dulu Rey jatuh hati kepada sekretarisnya, setelah mereka putuh Rey tidak pernah mau mencari sekretaris baru. ia lebih suka bekerja dengan Jay


sempat terbesit di pikiran Mom Zanna jika Rey belok, karena intesnya hubungan Rey dan Jay namun setelah kehadiran Ana sebagai sekertaris baru Rey sedikit membuat hati Mom Zanna lega, ternyata anaknya itu masih normal


“Apa kau yakin Rey memiliki hubungan degan sekertarisnya? Rey sendiri saja belum bilang apa-apa” Dad Alvan mengingatkan Mom Zanna agar dia tidak terlalu berharap, sebagai Daddy nya Dad Alvan tahu betul sifat-sifat anak laki-laki nya itu


“aku sangat yakin! Buktinya sudah sangat jelas, pertama Rey tidak pernah merekrut sekertaris selama enam tahun belakangan ini, lalu tiba-tiba ia menyuruh seseorang untuk menjadi sekertarisnya, ke dua dia berlibur berasama disela-sela pekerjaannya, terus yang ketiga semalam ia makan malam bersama., itu sudah lebih dari pada cukup untuk membuktikan jika Rey memang ada hubungan dengan wanita itu” ucap Mom Zanna dengan yakin


“kau jangan terlalu optimis dulu, siapa tahu Rey hanya membohongi kita”


“Ck, kau itu! Bukannya senang anaknya masih normal!! ini malah ceramah”


"memang anak kita tidak normal?" tanya Dad Alvan bingung


"kau itu menyebalkan sekali! malah mendoakan akannya tidak normal!"


"aku bertanya, bukan mendoakan"


“sudah.. sudah....cari pakaian mu sendiri! aku tidak mood berdebat dengan mu” Mom Zanna kesal, keluar dari walk in closet


“sayangg!...sayang, jangan marah dong”


“jangan pangil sayang sayang” teriak Mom Zanna dari luar ruangan

__ADS_1


Dad Alvan memijat kepalanya yang pusing menghadapi sikap Mom Zanna. apa wanitanya itu sedang ada tamu bulanan? kenapa sikapnya sangat sensitif?


perasaan Dad Alvan tidak salah bicara dia hanya mengutarakan opininya saja, dia tahu betul kreteria wanita yang di sukai Rey dan semua kreteria itu tidak ada dalam diri Ana jadi wajar jika Dad Alvan curiga, berbeda Dengan Mom Zanna yang langsung percaya begitu saja


__ADS_2