Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 88


__ADS_3

"oh iya tadi Nak Rey bilang ingin melemar anak tante? " tanya Mama Iren memastikan


"iya tante"


"jangan percaya ma! dia sudah bertunangan! " Lyla masih marah kepada Rey, setelah apa yang dia lakukan kepada Kakaknya "kau pikir kami bodoh? aku melihat sendiri kau sudah melamar wanita ini di hadapan orang banyak. tapi sekarang Anda datang kemari melamar kakak ku? "


"Apa? benarkah itu nak Rey? " Mama Iren, merasa kecewa dengan Rey. bisa-bisanya pria itu melamar dua gadis sekaligus


"Bukan seperti itu, kalian salah paham. lebih baik kita bicara di dalam saja"


"tidak bisa! buruan kalian pergi dari sini sebelum aku panggil polisi!! " usir Lyla


"tunggu dulu.. tunggu... " Rey mencoba bertahan namun ia tidak bernai melawan (solanya yang dia lawan adalah perempuan, penghinaan bagi pria jika melawan wanita)


"aku membawa hadiah untuk mu dari Ana! "triak Rey, akhirnya mampu menghentikan lawanan Lyla


"Apa? Ana? " baik Mama Iren atau Lyla terkejut mendengar nama Ana di sebut-sebut, mereka sudah mencarinya selama dua tahun ini tanpa putus tapi belum ada kabar keberadaan Ana. tapi kenapa Rey bilang jika dia membawa hadiah untuk mereka? apa Ana sudah ditemukan?


"apa barusan kau bilang? " tanya Mama Iren memastikan


"mobil ini adalah mobil milik Ana, dan di hadiahkan kepada Lyla" Rey melemparkan kunci mobil itu kepada Lyla "jika kalian tidak percaya, disana (gantungan kunci mobil) tertera nama Lyla sebagai pemilik mobil ini"


Lyla langsung membuka gantuangan kunci mobil itu yang mirip seperti dompet, di sana tertera surat kepemilikan mobil dan juga sim milik Ana. beruntung Sim itu diambil saat rambut Ana masih kribo sehingga Lyla dan Mama iren percaya jika itu adalah milik Ana


"dimana kau bertemu Ana? " tanya ayah Edwin berjalan dari dalam rumah menghampiri mereka


"Ayah" panggil Ana dalam hati. sungguh hatinya terasa tersayat saat melihat Ayahnya berjalan berduyun-duyun menahan rasa pusingnya


"lebih baik kita bicara di dalam saja" ajak Rey. Rey bisa melihat rasa penyesalan Ana dari sorot mata Ana dan saat ini Rey yakin Ana berubah menahan air mantanya sekuat tenaga agar tidak terjatuh

__ADS_1


akhirnya mereka ber lima duduk di kursi ruang tamu, terlihat Ana mengedarkan pendanganya keseluruh se-isi rumah. tidak banyak berubah di sana


Mama Iren, Ayah Edwin, Lyla sangat bingung dengan wanita yang di bawa Rey tiba-tiba saja menagis tersedu-sedu


Ana sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi. semua kenangan masa kecilnya langsung muncul di benaknya saat dia memasuki rumahnya


Rey yang memahami perasaan wanitanya memeluknya dengan kasih "jika kau sangat merindukannya kenapa kau tidak juga menemui mereka? "


Ana langsung bersumpah berlutut di depan ayahnya, kepalanya ia tidurkan di paha sang ayah


"Maafkan Ana ayah.. hikss.. hiksss" tangis Ana semakin pecah


awalnya Ayah Edwin bingung namun sedetik kemudian dia baru sadar, jika wanita itu adalah putri kesayangannya. suara itu mirip seperti putrinya dan hanya Ana saja yang melakukan itu, menidurkan kepalanya di pangkuan ayahnya


"Ana?? " tanya Ayah Edwin ragu-ragu


Ayah Edwin yang paling dekat dengan Ana langsung memeluk putrinya itu, pelukan hangat dari sang ayah yang sudah sangat Ana rindukan sejak lama. Ana menumpakhan semua air matanya meluapkan rasa rindu, rasa kasih sayang, rasa cinta menjadi satu dalam pelukan itu. Mama Iren dan Lyla yang menyadari jika wanita tadi adalah Ana ikut memeluk ayah dan anak yang sedang memeluk sambil menangis. akhirnya keluarga mereka lengkap kembali, tangis haru orang tua dan juga anak itu membuat Rey juga menitihkan air matanya


"kau dari mana saja nak? kau tahu? kami semua mencarimu" ayah Edwin masih saja khawatir dengan keadaan putri kesayangannya itu


"Maafkan Ana Ayah ... Maaf... " hanya itu kata yang bisa terucap dari mulut Ana


setelah puas melupakan semua kerinduan, Ana mulai meceritakan semua yang ia alami setelah pegi dari rumah, dia juga menceritakan bagaimana ia bisa dalam posisinya sekarang ini, menjadi orang yang sukses, terkenal dan cantik


Mama Iren dan Ayah Edwin lega, mereka bersukur tidak ada suatu hal buruk terjadi pada putrinya. dan putrinya kembali dalam keadaan sehat saja mereka sudah sangat bersyukur


tak terasa mereka berbincang sampai larut, rasanya tidak terasa waktu berjalan begitu cepat jika berkumpul bersama keluarga. Rey pamit pulang dan dia berjanji akan datang kembali bersama keluarganya untuk melamar Ana


"kau hati-hati di jalan" ucap Ana mengantar Rey ke teras rumah

__ADS_1


"Hem.. " Rey berjalan ke arah mobil, di sana sudah ada Jay yang membukakan pintu


"Rey! " panggil Ana


"iya? " Rey kembali membalikkan badanya


"terima kasih, kau telah mengantar aku pulang" Ana memeluk Rey bentuk ucapan terimakasihnya, seandainya saja ia tidak di paksa Rey untuk datang ke rumahnya pasti saat ini Ana hanya bisa mengintai ke dua orang tuanya dari kejauhan


"iya sama-sama sayang" Rey membalas pelukan Ana selepasnya Rey pamit masuk kedalam mobil


...***...


Ana memutuskan untuk menginap di rumah, dia menempati kamarnya yang dulu. dia senang kamarnya tidak banyak berubah, kamarnya bersih tertata, ternyata Mama Iren selalu membersihkan kamar Ana meski Ana tidak ada di rumah


kantuk sudah melanda, Ana sudah memposisikan diri untuk tidur, namun saat dia hendak memejamkan matanya Ana terkejut saat Ayah Edwin masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu


"Ayah? Ada apa? " tanya Ana khawatir, melihat ayahnya masuk tergesa-gesa


"tidak apa-apa nak, ayah hanya memastikan jika apa yang ayah lihat tadi benar. kau telah kembali, kau tekah pulang. Ayah takut saat ayah tidur kau akan pergi lagi"


"Ayah... "lirih Ana berhambur memeluk ayahnya itu. Ana merasa sangat bersalah telah membuat ayahnya khawatir sampai trauma jika saja anaknya akan pergi saat dia tertidur


"Ana janji, Ana tidak akan pergi-pergi lagi Ayah, Ana tidak akan kemana-mana. Ana akan selalu di sisi ayah hikss.. hikss"


"kami juga akan selalu bersama " seru Mama Irenn dan Lyla kompak beridiri di depan pintu kamar Ana


"Mama.. Lyla? " Ana menagis haru, ia merasa jika dia adalah orang yang paling beruntung di dunia ini. dia memiliki keluarga yang mencintainya, saling menguatkan satu sama lain dan juga Rey yang sangat mencintainya. sungguh kebahagian yang sempurna


untuk pertamakalinya dalam sejarah, Mama Iren Ayah Edwin, Ana dan Lyla tidur bersama dalam satu ranjang. mereka tidak ingin ada yang pergi saat mereka bangun nanti

__ADS_1


__ADS_2