Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 42


__ADS_3

waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, semua karyawan Isaac group sudah pulang dua jam yang lalu termasuk Ana, namun Rey masih setia di ruangannya


Rey sudah menonaktifkan leptopnya, dia sudah menyelesaikan semua pekerjaanya. Rey mengambil Jas nya yang digantung di kursi kerjanya lalu memakainya, bersiap-siap pergi nonton bersama dengan Ana


saat Rey membuka pintu, Rey di terkejut dengan seorang wanita yang tiba-tiba memeluknya sambil menanggis


"Rey... Maafkan aku... " ucap wanita itu menangis terisak, sambil memeluk erat Rey


Rey yang awalnya kesal karena, dia sudah terlambat bertemu dengan Ana, dan Rey hendak marah kepada wanita yang tidak ia kenal itu. namun ekpresi wajah Rey berubah seratus depalan puluh derajat saat Rey melihat jelas wajah wanita itu


"kau...? " tanya Rey terkejut


"maafkan aku Rey... " lirih wanita itu mengegam erat tangan Rey


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Mall Taman Angrek


Ana yang sudah menunggu Rey hampir tiga puluh menit mulai gelisah, ia selalu melihat jam dan ponselnya berulang kali. setiap satu menit sekali Ana mengecek ponselnya hanya untuk memastikan pesan dari Rey, namun nol Rey tidak mengirim pesan kepadanya. tidak biasanya Rey terlambat seperti ini


Ana yang sudah membeli tiket nonton dan popcron, selalu melihat ke arah pintu masuk. barang kali Rey terlihat batang hidungnya


namun sampai filem akan di putar lima menit lagi, Rey belum juga nonggol. yang datang kini malah Jay si asisten Reydra Ardana Mirzan


"Nona Ana!" panggil Jay


"Jay?? kenapa kau ada di sini? diaman Rey? " tanya Ana bingung. bukanya Rey yang datang malah asistennya yang nyemperin


"saya ke sini di perintahkan Tuan Rey untuk menjemput Anda pulang "


(sungguh Rey tidak tau di untung, mentang -mentang Bos bisa nyuruh se-enaknya saja. seharusnya malam akhir pekan seperti ini, digunakan Jay untuk beristirahat dan bersantai di rumah, ini malah disuruh menjemput tunangan palsunya)


"Rey kemana? kenapa kau yang datang? " tanya Ana


"Tuan Rey tiba-tiba ada urusan mendadak jadinya, saya di perintahkan untuk menjemput Anda pulang "


ting tong teng ting tong teng

__ADS_1


terdengar bunyi pengumuman bioskop


...'mohon perhatian pintu teater lima sudah di buka, silahkan masuk lewat pintu sebelah utara'...


ting tong teng ting tong teng


suara pengumuman, filem yang akan di tonton Ana akan segera di mulai


"kita nonton dulu, baru pulang" Ana mengajak Jay nonton


"tapi Nona saya di perintahkan untuk segera mengatar Anda pulang" tolak Jay


"Ck, rugi kalau kita tidak menonton, tiket sudah aku beli lagi pula Filem nya sudah mulai"


jelas dong bagi jiwa miskin seperti Ana, akan merasa sayang jika tidak jadi nonton padahal tiket sudah dia beli, apalagi filemnya sudah akan mau di putar. persetan dengan siapa Ana nonton yang penting ia tidak membuang tiket itu dengan percuma


Jay yang di tarik tarik paksa hanya bisa pasrah, dia ikut saja dan menikmati filemnya


dua jam kemudian


Ana dan Jay sudah selesai menonton filemnya, mereka pun keluar dari ruangan. Ana sangat senang dengan cerita filem yang tadi ia tonton berbeda dengan Jay yang masih terbayang-bayang dengan filemnya


"saya tidak takut Nona, hanya terkejut hantunya muncul tiba-tiba" elak Jay. gengsi dong laki-laki takut dengan hal begituan. meskipun Jay bicara sepeti itu Ana sudah bisa menebak jika Jay adalah orang yang penakut, buktinya tadi ia teriak paling keras sendiri saat nonton


"hahaha... itu sama saja! " Ana tertawa lepas bisa mengejek Jay habis-habisan "ya sudah kita cari makan saja dulu, sambil nenangi kaki mu yang masih gemetaran wkwkwk"


Ana membawa Jay ke restoran cepat saji, di sana mereka ngobrol-ngoborol sambil sesekali tertawa bercanda


sudut mata Ana menangkap seseorang yang tidak asing baginya, duduk di restoran sebelah tidak jauh dari mereka


"Rey?? " Postur tubuh itu sangat mirip seperti Rey, Rey sedang duduk bersama dengan seorang wanita yang sedang menangis dan Rey memeluknya berusaha untuk menenagkanya


namun Ana tidak begitu yakin itu Rey atau bukan, karena di sana ada bayak orang yang sedang makan sehingga menutupi pandangan Ana, terlebih orang itu duduk membelakangi Ana sehingga Ana tidak bisa dengan jelas melihat wajahnya


"Rey sedang bersama siapa? " tanya Ana pada dirinya sendiri


"oh iya.. Rey tadi bilang dia mau kemana? " tanya Ana memastikan barang kali ia salah lihat

__ADS_1


"Tuan Rey sedang ada rapat, beliau sedang mengantikan Tuan Besar yang sedang dinas ke Amerika"


"Dad Alvan pergi ke Amerika? " tanya Ana terkejut


"iya"


"kapan? perasaan baru kemarin aku bertemu denganya" lebih tepatnya Ana bertemu Dad Alvan saat acara pertunanganya


"tadi pagi beliau berangkat, jadi semua pekerjaan di limpahkan kepada tuan Rey" jawab Jay


"mungkin aku salah lihat, mana mungkin Rey berada di sini saat dia sedang sangat sibuk " batin Ana mengacuhkan seseorang yang mirip Rey tadi


"oh iya Jay...boleh aku tanya sesuatu? " tanya Ana pelan-pelan


"silahkan nona"


"kau sudah ikut Rey berapa lama? "


"saya sudah mengabdi kepada keluarga Mirzan sejak umur dua puluh tahun Nona"


"wah.. kau sudah lama sekali ya ternyata?"


"iya Nona"


"berati kau tau dong Agela, mantan Rey yang sudah membuat Rey tidak bisa mive on? "


"Apa? " Jay terkejut saat Ana tahu mantan Rey, apa Tuan Rey sendiri yang membei tahunya?


"ceritakan sedikit pengalan kisah mereka berdua" bisik Ana mamajukan tubuhnya, dia sangat antusias sekali mendengarnya


Jay yang di tanya itu menjadi galau, pasalnya Rey dan keluarganya menutup rapat-rapat khasus ini. namun bagaimana Ana bisa mengegahui nama dari mantan Rey? apakah tuan nya itu sudah mulai membuka hatinya dengan menceritakan semua masa lalunya?


"lebih baik nona tanya langsung saja kepada tuan Rey" Jay lebih memilih aman


"ck, ayo lah Jay cerita sedikit" desak Ana


setelah bebeapa lama Jay terus disudutkan, akhirnya Jay menceritakan hubungan Rey dengan wanita bernama Agela

__ADS_1


"Tuan Rey dan Nona Agela sudah berhubungan sejak SMA sampai lulus kuliah, Tuan Rey sangat mencintai Nona Agela, mereka bahkan hendak pernikahan. namun satu hari sebelum pernikahan Nona Agela ketahun berselingkuh di belakang Tuan Rey. Nona Agela katahuan telah tidur dengan seseorang yang waktu itu lebih kaya dari Tuan Rey sehingga Nona Angela memutuskan hubugan dengan Tuan Rey dan memilih untuk menikah dengan laki-laki yang ia tiduri, jelas saja tuan Rey sangat terluka dan terpukul sampai-sampai ia trauma. Tuan Rey takut di khianati lagi saat dirinya mulai menjalin kasih lagi dengan seorang wanita. makanya dia lebih memilih menjali hubungan palsu ini sambil mencari cara agar Nyonya besar tidak menyuruhnya cepat-cepat menikah lagi"


"oh.. jadi ini alasan Rey mengajakku berhubungan palsu? "


__ADS_2