Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 17


__ADS_3

Ting


Pintu lift sudah terbuka di lantai delapan, Rey pun keluar lalu menuju ruang rapat sambil terus memikirkan ucapan Jay


Jay yang melihat pungung Rey semakin menjauh, ia bisa bernafas lega, kakinya tiba-tiba sangat lemas jadi ia harus berpegangan ke sesuatu benda agar ia bisa tetap berdiri


Tatapan Rey memang tidak bisa membunuh mu, tapi mampu membuatmu sesak nafas dan gemetaran jika mendapatkan tatapan mengerikan seperti itu


"aku bisa-bisa mati berdiri jika seperti ini terus" lirih Jay "kau itu kenapa?! selalu khawatir dengan Nona Ana? dia bukan sipa-sipa, memangnya kenapa kalau dia terluka?! itu juga bukan urusan mu! " Jay merutiki kebodohannya


...🍂🍂🍂...


Dari hasil pemeriksaan Ana harus istirahat total selama tiga hari di rumah. luka di kaki Ana cukup parah jadi harus mengharuskan Ana untuk mengurangi pergerakannya


Ana sangat menikmati waktu tiga hari di rumah, ia merasa senang karena dirinya bisa lebih fokus menulis novel baru dan hal yang membuat hatinya snagat gembira yaitu dirinya tidak perlu lagi pergi menghadiri perjodohan. paling tidak untuk sementara waktu Mama Iren tidak memaksanya untuk pergi


Pagi hari bekerja, malam hari pergi kencan buta, selepasnya ia lanjut menulis novel sungguh rutinitas yang sangat melelahkan sampai-sampai Ana harus ketiduran dimana saja karena kurangnya jam istrirahat


Ana tidak menyia-nyiakan waktu tiga hari kemarin, ia mengebut menyelesaikan project novel terbarunya yang sudah dateline untuk segera di cetak


*


hari ini Ana sudah menjalankan rutinitasnya seperti biasa, Ana sudah mulai masuk ke kantor


tiga hari fokus mengerjakan Novel, sedikit banyak dapat mengalihkan ke baperan Ana terhadap Rey. bahkan ia sekarang sudah biasa bertemu dengan Rey


Di rungan kantor Rey


“ini Tuan berkas procejt kerja sama dari perusahaan Inc.Entertement. setelah kita manang tender di Bali kemarin banyak investor yang mengajuka diri untuk kerja sama dengan perusahan kita” Ana menyerahkan berkas kepada Rey untuk di baca ulang


Ana merasa senang karena keterapilan menulisnya ternyata bisa membuat perusahan di tempatnya bekerja maju pesat dan Ana merasa sangat enthusiastic karena dengan datangnya surat permintaan kerja sama dari colega membuat tugas Ana paling tidak berkurang satu


“tender kemarin memang tender besar, jadi wajar perusahan kecil seprti mereka datang untuk kerjasama” jawab Rey berwajah biasa saja, tidak se enthusiastic Ana


“Anda jangan meremehkan perusahhaan kecil, Tuan”


Brakk

__ADS_1


Rey menutup berkas yang ia pegang dengan sangat kencang hingga Ana terkejut


“jika kau sudah tahu kenapa kau belum mengumpulkan tugas mu?!”


“Tu-Tugas? Tugas apa?”


“kaki mu yang terluka! bukan kepalamu! Kenapa kau bisa amnesia setelah cuti tiga hari?!”


“saya benar-benar tidak ingat. tugasnya apa tuan?”


“ck, kita berlayar kemarin bukan untuk bersenag-senag, aku memerintahkan mu untuk membuat acara untuk project kita”


“Aaa..benar! saya baru ingat!... tapi maaf tuan saya belum membuatnya” Ana terseyum bersalah


“cepat kau buat!”


“baik tuan” Ana pamit undur diri dan berjalan keluar ruangan hendak kembali ke ruangannya


“tunggu..”


Ana membalikkan badan menghadap Rey lagi


“APA?!”


“kenpa? kau keberatan?!” tanya Rey dengan tatapan mengintimidasi


“ti-tidak...” Ana takut


“kau boleh keluar” usir Rey


Dengan kesal hati Ana berjalan kearah pintu keluar


“tunggu..”


“apa apa lagi, tuan” kesal Ana membalikkan badannya untuk kedua kalinya, "jika ingin memerintah kenapa tidak dari tadi? Orang sudah mau keluar di cegah terus" kesal Ana dalam hati tidak berani ia utarakan


“bagaimana dengan keadan kaki mu?” tanya Rey sambil terus membaca berkas yang tadi Ana bawa

__ADS_1


“kaki ku?" Ana melihat kakinya yang kemarin terluka "kaki ku sudah sembuh, hanya saja aku tidak boleh berlari terlebih dahulu”


“hem, Kau boleh pergi” ucap Rey datar


“ada lagi yang ingin ditanyakan?”


“tidak Ada”


Ana pun keluaar dari ruangan kerja Rey dengan perasaan bingung, bingung degan perubahan sikap Rey yang tiba-tiba saja berubah dan tidak bisa di tebak


Bagaimana orang bisa berubah dalam sekejap hanya dengan hitungan hari? Apa dia memiliki keprinaadian ganda?


minggu lalu sikap Rey sangat manis dan perhatian kenapa bisa berubah menjadi sangat kejam? jangan kan minggu lalu beberapa saat yang lalu perubahan Rey sangat jelas. jelas-jelas tadi Rey menbentak Ana, dia marah-marah sampai membuat Ana ketakutan namun kemudian sikap Rey berubah menjadi perhatian menanyakan kabar kaki Ana


Tidak ingin terlalu memikirkan bos bunglon nya itu, Ana lebih memilih naik ke rooftop gedung perusahannya untuk mendapatkan ketenangan dan inspirsi project acara yang di perintahkan bosnya itu


Empat jam Ana menghabiskan waktu di rooftop tidak sia-sia, ia mendapat dua ide cermelang setelah ia menyendiri


Ana dengan perasaan banganya membawa ide cemerlangnya dihadapan Rey namun bukan pujian yang ia terima melainkan amarah Rey


Ana dimarahi habis-habisan oleh Rey karena Ana dengan tidak bertanggung jawabnya meninggalkan ruanganya saat jam kantor, Ana lupa membawa ponselnya, ponselnya ia tinggal di meja kerjanya membuat Rey naik pitam karena tidak bisa menghubungi atau menemukan Ana


Suatu kebiasaan Ana saat mencar inpirasi, dia akan menyendiri di suaatu temat yang tenang makanya ia meninggalkan ponselnya tetapi ia lupa jika ia saat ini sedang bekerja dengan seseorang (Namanya juga sudah kebiasaan, itu sudah akan terset otomatis dalam memori otak tanpa harus kita perintahkan lagi)


Rey marah kepada Ana karena Ana sudah mengabaikan tugasnya sebagai serkertaris dan sebagai hukumannya hari ini Ana harus lembur sampai tugas sekertarisnya selesai, pokoknya Rey tidak mau tahu! Ana baru diperbolehkan pulang ke rumah saat tugasnya sudah selesai, Rey tidak peduli jika Ana harus menginap di kantor


Marah, Kesal, memaki, Mengumpat, Mengutuk itulah yang dilakukan hati Ana saat mendapatkan hukuman itu namun Ana tidak bisa berbuat apa-apa, itu memang seratus presen kesalahannya.


Kini waktu menunjukkan pukul delapan malam tinggal Rey dan Ana saja di kantor, seluruh karyawan termasuk Jay sudah pulang dari jam lima tadi


Rey masih mendalami ide procejt dari Ana, sementara Ana sudah sangat lelah seharian menatap leptop, rasanya kepala sudah ingin copot dan minta di rebahkan di atas tempat tidur


Beberapa kali Ana menguap sampai ia terkantuk-kantuk sampai kepalanya kejedot meja kerjanya sangat keras sekali


Brukkk


“Aduh!!...sakit sekali!” keluh Ana memegangi jidatnya, benturan itu sangat keras mungkin jidat Ana akan benjol

__ADS_1


Rey bukan pria kejam yang memberikan hukuman kepada karyawanya seenaknya saja, tanpa Ana sadari Rey sengaja pulang terlambat demi menemani Ana dan Rey selalu memperhatika gera gerik Ana dari dalam ruangannya bahkan Rey tersenyum tipis saat melihat kekhonyolan sekertarisnya itu yang terbentur meja gara-gara kantuk


__ADS_2